Sukses

Stasiun CBS Bayar 7 Juta Dolar AS untuk Lisensi Wawancara Oprah dengan Meghan dan Harry

Liputan6.com, Jakarta - Sesi wawancara antara Oprah Winfrey dengan Pangeran Harry serta Meghan Markle dijadwalkan untuk disiarkan pada hari ini, Minggu (7/3/2021). Stasiun CBS yang mendapatkan lisensi penayangannya dikabarkan harus membayar biaya antara 7 juta hingga 9 juta dolar AS atau lebih dari Rp100 miliar kepada rumah produksi Oprah Winfrey, Harpo Productions.

Hal tersebut terungkap dalam laporan The Wall Street Journal. Sebagai bagian dari kesepakatan kedua belah pihak, jaringan penyiaran juga berhak untuk menyiarkannya di luar negeri. Di Amerika Serikat, program wawancara itu akan ditayangkan pada hari ini, sementara di Inggris, wawancara Oprah dengan Harry dan Meghan akan disiarkan oleh ITV pada Senin, 8 Maret 2021. 

Dikutip dari People, perwakilan CBS belum merespons permintaan konfirmasi atas berita tersebut. Namun dikabarkan Meghan dan Harry tidak dibayar untuk wawancara tersebut.

Dalam cuplikan video wawancara, Meghan mengungkapkan bahwa Oprah sempat mendekatinya untuk diwawancarai terkait rencana pernikahannya dengan Harry pada 2018 lalu. Namun, permintaan tersebut ditepis Duchess of Sussex.

"Aku tidak bisa mengiyakannya saat itu, itu bukan pilihanku untuk dilakukan," ujarnya, menjelaskan mengapa saat ini waktu yang tepat untuk berbicara.

"Kami kini di sisi yang melewati banyak pengalaman hidup dan juga kami mampu untuk membuat pilihan kami sendiri," ia menambahkan.

"Sebagai seorang dewasa yang hidup sangat mandiri, kemudian masuk ke konstruksi yang sangat berbeda dari yang aku pikir orang-orang inginkan, ini sangat menyenangkan untuk memiliki hak dan keistimewaan untuk bisa mengatakan iya. Aku pikir, aku siap untuk bicara," kata Meghan.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Investigasi Istana Buckingham

Dalam cuplikan video lain yang diunggah awal pekan ini, Meghan juga menyampaikan bagaimana perasaan keluarga kerajaan setelah mendengar kebenaran versinya. Kepada Oprah, ia menyatakan istana, yang disebutnya The Firm, berperan dalam membiarkan kesalahpahaman publik atas ia dan Harry terus terjadi.

"Dan bila itu berarti berisiko kehilangan sesuatu, aku pikir, aku...sudah kehilangan banyak hal," ucap perempuan yang menanti kelahiran anak kedua itu.

Sementara, pada Rabu, 3 Maret 2021, Istana Buckingham mengumumkan rencana investigasi atas tuduhan perundungan yang dilakukan Meghan Markle terhadap staf istana, seperti dilaporkan The Times di Inggris, awal pekan ini. Namun, juru bicara Meghan menolak tuduhan tersebut.

"Duchess sangat sedih atas serangan terbaru terhadap karakternya, khususnya sebagai seseorang yang pernah mengalami bullying dan sangat berkomitmen untuk mendukung mereka yang mengalami luka dan trauma serupa," kata juru bicara tersebut kepada People.

Di sisi lain, dilansir dari laman Hello Magazine, kakak ipar Meghan dan Harry, Pangeran William dan Kate Middleton makin disibukkan oleh tugas kerajaan. Keduanya baru saja tampil untuk program A Celebration for Commonwealth Day untuk menghormati Ratu Elizabeth II yang juga disiarkan pada sore ini, waktu setempat, oleh BBC One.

Dalam program tersebut, Kate dan William berbincang dengan tenaga kesehatan, staf amal, dan relawan dari berbagai negara persemakmuran untuk mendengarkan lebih jauh tentang tugas yang mereka emban untuk merawat komunitas selama pandemi Covid-19. Selain pasangan Cambridge, acara itu juga melibatkan Pangeran Charles dan Camilla, serta Sophie, menantu Ratu Elizabeth II.

3 dari 4 halaman

Kilas Balik Keputusan Megxit

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilhan Berikut Ini: