Sukses

Qantas Rilis Rute Penerbangan Misteri Setelah Larangan Perjalanan Internasional Australia Diperpanjang

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai penerbangan Qantas merilis program baru dalam rangka merespons perpanjangan larangan perjalanan internasional di Australia, yakni hingga 17 Juni 2021. Melansir laman CNN Travel, Kamis (4/3/2021), pihaknya telah merilis rute "penerbangan misteri" guna mendorong perjalanan domestik.

Dijelaskan bahwa wisatawan yang memesan salah satu dari tiga penawaran perjalanan akan "menyerahkan nasib mereka ke tangan maskapai penerbangan." Perjalanan satu hari, yang mulai dijual Kamis (4/3/2021), terbang dari Brisbane, Sydney, dan Melbourne, di mana masing-masing berangkat pada 27 Maret, 18 April, dan 1 Mei 2021.

Setiap penerbangan Boeing 737 akan dibatasi hingga 120 penumpang dan perjalanan ke tujuan dalam waktu sekitar dua jam. Para tamu bakal menikmati sarapan di ruang tunggu Qantas pada pukul tujuh pagi, dan kembali di sore hari.

Pelancong tidak akan tahu ke mana tujuan mereka sampai pesawat mendarat di "lokasi misteri," meski jalur penerbangan tetap akan muncul di layar belakang kursi. Itu memberi kesempatan pada penumpang untuk menebak ke mana tujuan mereka.

Kendati, pihak maskapai menawarkan beberapa petunjuk di laman resmi mereka. Misalnya, penerbangan dari Brisbane akan menawarkan "liburan yang sempurna" bagi mereka yang menyukai keramahtamahan pedesaan, makanan dan anggur adiboga, serta alam bebas.

Penerbangan Sydney akan menuju ke daerah tropis, menjadikannya perjalanan ideal bagi mereka yang menikmati "makan siang di pantai." Sementara, penerbangan dari Melbourne akan cocok untuk penggemar alam bebas, makanan dan anggur adiboga, serta pasar petani regional.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Bantu Operator Pariwisata

Pelanggan maskapai Qantas akan diberi petunjuk lebih lanjut saat melakukan pemesanan untuk memastikan mereka mengemas barang dengan sesuai. Harga paketnya dibanderol 737 dolar Australia (Rp8,2 juta) untuk kursi kelas ekonomi dan 1.570 dolar Australia (Rp17 juta) untuk kelas bisnis.

"Selain membantu lebih banyak orang kembali bekerja, penerbangan misteri ini adalah cara lain untuk mendukung operator pariwisata, khususnya di kawasan regional, yang telah terpukul sangat parah oleh beberapa gelombang pembatasan perjalanan," kata kepala pelanggan Qantas Group, Stephanie Tully.

Maskapai ini pertama kali menawarkan penerbangan misteri pada 1990-an. Penumpang akan tiba di bandara dan ditempatkan pada penerbangan terjadwal ke tujuan mana pun di seluruh jaringan Qantas.

Kemudian, pada 2020, maskapai ini menawarkan "flight to nowhere" selama tujuh jam yang terjual habis dalam 10 menit.

3 dari 4 halaman

6 Cara Hindari COVID-19 Saat Bepergian dengan Pesawat

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: