Sukses

Thai Airways Tak akan Beli Pesawat Lagi di 2025

Liputan6.com, Jakarta - Thai Airways dikabarkan akan membeli 20 hingga 30 jet penumpang lagi pada 2025. Namun, kabar penjabat presiden Thai Airways mengatakan tidak ada rencana untuk membeli pesawat lagi.

Ketimbang harus membeli pesawat baru, perusahaan tersebut akan mempertimbangkan untuk sewa pesawat lebih dulu. Hal itu dilakukan jika permintaan penerbangan melonjak, melansir dari The Thaiger, Rabu, 24 Februari 2021.

Beredarnya kabar Thai Airways akan membeli pesawat lagi berawal laporan sebuah media di Thailand yang menyebutkan  maskapai tersebut berencana untuk membeli hingga 30 pesawat lagi pada 2025, saat industri penerbangan diharapkan pulih setelah dilanda kurangnya perjalanan selama pandemi. Namun, penjabat presiden maskapai penerbangan Chansin Treenuchagron mengatakan "rumor" itu tidak benar.

“Ada rumor bahwa THAI akan mengajukan rencana untuk membeli pesawat baru bersama dengan rencana rehabilitasi bisnis perusahaan ke Pengadilan Kepailitan Pusat pada 2 Maret 2021, tapi itu tidak benar.”

Pada November 2020, Thai Airways menjual 35 pesawatnya di tengah-tengah penanganan utang 300 miliar baht dan membuat rencana rehabilitasi. Chansin mengatakan, maskapai berencana menonaktifkan pesawat tua yang memiliki biaya perawatan tinggi dan efisiensi bahan bakar rendah sebelum perusahaan memulai proses rehabilitasi.

2 dari 4 halaman

Mengurangi Biaya Pemeliharaan

"Dalam lima tahun ke depan, perusahaan bertujuan untuk mengurangi armada udaranya serta mengurangi biaya pemeliharaan hanya ke tingkat yang diperlukan, serta menemukan sumber pendapatan baru dan meningkatkan efisiensi administrasi sesuai dengan permintaan pasar saat ini," kata Chansin.

Jika permintaan perjalanan udara meningkat, Thai Airways akan melihat tren pasar dan menentukan pilihan hemat biaya untuk pengadaan lebih banyak pesawat, kata Chansin, seraya menambahkan bahwa mereka akan memastikan perusahaan “tidak kehilangan keunggulan kompetitifnya di industri." 

Sebelumnya, Thai Airways dikabarkan bangkrut akibat pandemi corona Covid-19. Perusahaan tersebut dikabarkan akan memensiunkan tiga jenis armada berbadan besarnya dan memangkas jumlah pilot.

3 dari 4 halaman

Kutukan Kudeta di Negeri Gajah Putih

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: