Sukses

Klaim antara Hanbok Korea dan Hanfu Tiongkok Makin Sengit

Liputan6.com, Jakarta - Seiring kepopuleran budaya K-pop di seluruh dunia, busana tradisional warga Korea Selatan juga ikut mendunia. Hanbok, demikian sebutannya, kini mudah ditemukan di berbagai tempat, termasuk di Indonesia.

Namun, kepopuleran itu tak berjalan mulus. Klaim kepemilikan budaya atas hanbok mencuat belakangan ini, bahkan terbilang sengit. Salah satunya adalah kasus hanbok yang dikenakan Kim So Hyun saat berperan di serial drama saeguk terbaru, River When The Moon Rises.

Aktris Korea Selatan itu sempat mengunggah potretnya mengenakan hanbok di akun Instagramnya saat perayaan tahun baru China. Sejumlah warganet yang diyakini berasal dari Tiongkok menuliskan komentar mereka terkait hanbok yang dikenakan Kim So Hyun.

"Terima kasih karena telah mengenakan hanfu ala China. Dan saya melihat betapa Korea mencintai budaya China sehingga terus mengenakan hanfu China kami. Terima kasih," tulis salah satu warganet, dikutip dari WWD, Rabu, 17 Februari 2021.

Komentar serupa memancing kekesalan dari warganet Korea Selatan. Aksi berbalas komentar pun berlangsung sengit.

"Hanfu itu bukan hanbok. Hanfu China tidak bisa menirukan hanbok dan bisa membuat virus Wuhan," tulis warganet lain.

"Halo, hanbok itu bukan hanfu. Semua orang tahu bahwa hanbok bukan milik China kecuali untuk orang China tertentu. Tidak ada alasan untuk menolak. Orang Korea lebih kuat, lebih berani, dan lebih berbudi daripada Anda. Camkan baik-baik bahwa hanbok dan kimchi bukan milik Anda. Cuma Covid-19 yang Anda miliki," komentar lainnya.

 

2 dari 4 halaman

Kasus Serupa

Sebelum menimpa Kim So Hyun, warganet Korea sebelumnya lebih dulu menuduh seorang aktor Tiongkok mengenakan kostum yang diakui sebagai hanfu saat berperan dalam drama Royal Feast.

Melansir laman South China Morning Post, Rabu, 17 Februari 2021, sebagai tanggapan, produser drama Yu Zheng mengunggah ulang foto tersebut dan berkata, "Ini jelas hanfu dari Dinasti Ming, dan itu tak dapat digambarkan sebagai hanbok hanya karena diadopsi di Goryeo, yang merupakan pengikut keadaan Dinasti Ming."

Di Twitter, pengguna Korea juga membuat tagar seperti #hanbok_isnot_hanfu. Dalam narasinya, seorang pengguna Twitter menulis, "Pengambilalihan budaya (oleh) Tiongkok adalah masalah yang telah lama dianggap serius. Orang China percaya bahwa budaya Korea, seperti K-pop atau hanbok, dan lain-lain, adalah milik mereka."

Unggahan itu tak dipungkiri menambah panas perdebatan antara pengguna internet di kedua negara. Komentarnya bahkan meningkat jadi serangan pribadi maupun politik.

Hanfu begitu populer dari masa dinasti Tang, Song, dan Ming. Di masa pemerintahan ketiga dinasti ini, China mengalami masa kemakmuran. Mungkin Anda familiar dengan hanfu saat menyaksikan film China dengan latar cerita ketiga dinasti ini.

Sementara, hanbok merupakan pakaian tradisional Korea dengan karakteristik bagian depan menyilang, rok panjang berpinggang tinggi dan warna cerah. Di masa dinasti Joseon, hanbok hanya dikenakan oleh bangsawan atau mereka yang punya kedudukan. (Melia Setiawati)

 

 

3 dari 4 halaman

Pesona K-Pop dalam Upaya Perdamaian 2 Korea

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: