Sukses

Lebih Dekat dengan Masjid Muhammad Al Amin yang Rusak Akibat Ledakan Beirut Lebanon

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut Lebanon, Selasa, 4 Agustus 2020, mengakibatkan banyak bangunan rusak. Salah satu bangunan yang terkena dampaknya adalah Masjid Muhammad Al-Amin.

Kaca-kaca masjid agung di kota itu pecah berserakan memenuhi lantai. Sejumlah ornamen masjid juga ikut rusak. Tetapi, lampu gantung masih berada di tempatnya.

Dilansir dari Lonely Planet, Kamis, 6 Agustus 2020, masjid ini merupakan landmark utama Beirut. Masjid besar berkubah biru berwarna kuning mencolok di dekat Martyrs Square dibuka pada 2008 dan memiliki empat menara setinggi 65 meter.

Mantan Perdana Menteri Lebanon Rafik Hariri yang terbunuh pada 14 Februari 2005 lalu berperan penting dalam proyek tersebut dan dimakamkan di masjid ini. Aula utama masjid ini mampung menampung 3.700 jemaah.

Masjid Muhammad al-Amin ini menjadi salah satu bangunan khas ibu kota Lebanon karena menyerupai Masjid Hagia Sophia yang berdiri di Turki. Selain mengikuti gaya Ottoman, arsitektur masjid ini juga mengikuti kesultanan Mamluk Mesir.

Hal tersebut sempat disampaikan oleh arsiteknya, Azmi Fakhuri, Diakuinya, masjid berkubah biru itu memiliki inspirasi Ottoman, meniru Masjid Sultan Ahmed di Istanbul.

 

2 dari 3 halaman

Destinasi Wisata

Masjid Muhammad Al Amin dikenal juga sebagai Masjid Biru karena kubahnya yang dilapisi cat warna biru setinggi 48 meter persegi. Bangunan ini juga salah satu kebanggaan masyarakat di Lebanon.

Selain kubahnya berwarna biru, warna krem kecokelatam sangat mendominasi bangunan ini. Masjid yang memiliki luas 11 ribu meter persegi ini memiliki empat menara.

Hamparan permadani merah membuat lantai masjid ini sangat indah. Warna tersebut kontras dengan dinding warna krem.

Masjid dua lantai ini tak sekadar tempat beribadah, tapi juga jadi destinasi wisata. Para pelancong ingin mengetahui lebih jauh masjid ini yang datang dari penjuru negara.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: