Trump: Penembakan di Masjid San Diego Mengerikan

Trump menyatakan akan menyelidiki tragedi penembakan ini dengan sangat serius.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 07:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut penembakan di kompleks masjid di San Diego yang terjadi pada Senin (18/5/2026) siang waktu setempat sebagai situasi yang mengerikan.

"Mereka sedang memberikan pengarahan mengenai hal itu ... dan ini adalah situasi yang mengerikan. Saya telah menerima beberapa pembaruan awal, tetapi kami akan kembali meninjau kasus ini dengan sangat serius," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip dari laporan Anadolu.

Tiga orang pria tewas dalam tragedi penembakan di Islamic Center of San Diego di kawasan Clairemont, yang terdiri dari satu orang petugas keamanan dan dua orang staf sekolah. Petugas keamanan tersebut tewas saat mencoba menghalangi pelaku agar tidak masuk ke dalam gedung tempat anak-anak sekolah dievakuasi.

Pelaku penembakan, yang menggunakan senjata semi-otomatis, adalah dua remaja yang masing-masing berusia 17 dan 19 tahun. Setelah menjalankan aksinya, mereka melarikan diri menggunakan mobil dan ditemukan tewas bunuh diri di dalam kendaraan mereka beberapa blok dari lokasi kejadian.

Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl menegaskan bahwa kasus ini diselidiki sebagai kejahatan kebencian karena lokasi serangan yang terjadi di rumah ibadah dan adanya sejumlah bukti awal yang menguatkan indikasi tersebut.

Wali Kota San Diego Todd Gloria mengutuk keras serangan ini dan menyatakan secara terbuka melalui CNN bahwa "Islamofobia tidak memiliki tempat di San Diego". 

Gloria mengumumkan penambahan pengamanan di seluruh rumah ibadah. Kepolisian kota lain seperti Los Angeles (LAPD) dan New York (NYPD) juga langsung memperketat patroli di sekitar masjid di wilayah mereka.