Sukses

Ivanka Trump Picu Seruan Pemboikotan Produk Makanan Kalengan, Apa yang Terjadi?

Liputan6.com, Jakarta - Ivanka Trump kembali memancing kontroversi. Cuitannya yang meng-endorse salah satu produk kacang kalengan mendorong pemboikotan dari warga dan figur publik seperti anggota kongres Alexandria Ocasio-Cortez dan mantan Sekretaris Pengembangan Perkotaan dan Perumahan Julian Castro.

Cuitan yang dimaksud berbunyi, "If it’s Goya, it has to be good. Si es Goya, tiene que ser bueno." Ivanka juga mengunggah fotonya yang berpose sambil menampilkan produk tersebut yang diunggahnya pada Rabu, 15 Juli 2020.

Media sosial kemudian dipenuhi tagar BoycottGoya dan Goyaway. Kemarahan warganet seakan semakin disulut lantaran sebelumnya CEO perusahaan makanan kalengan tersebut melontarkan pujian berlebihan kepada Presiden Donald Trump.

Selama ini, pemerintahan Trump telah menerapkan kebijakan anti-imigran yang agresif demi menekan warga Latin untuk tidak memasuki perbatasan Amerika Serikat. Sementara, produk makanan kalengan itu sebelumnya banyak dikonsumsi warga Latin di Amerika Serikat.   

Dikutip dari laman Forbes, Kamis (16/7/2020), pihak Ivanka Trump berusaha melawan balik seruan boikot dengan menyebar tagar buy-cott. Para pendukung Trump mengampanyekan pembelian produk-produk makanan dari Goya. Begitu pula dengan sejumlah media yang selama ini mendukung kebijakan Trump.

Di samping perdebatan itu, tindakan Ivanka Trump tersebut juga dianggap melanggar kode etik. Berdasarkan Hatch Act Tahun 1939, pekerja federal dalam lembaga eksekutif dilarang berkegiatan tertentu atas nama kandidat politik. Lebih jauh, beberapa kode etik membatasi pejabat pemerintahan dari membuat pernyataan atau promosi produk tertentu yang dapat meningkatkan peran mereka untuk keuntungan finansial.

2 dari 3 halaman

Bukan Pelanggaran Pertama

Bersama dengan suaminya Jared Kushner, Ivanka Trump merupakan bagian dari pekerja federal dan masuk dalam kewajiban tersebut. Dengan mempromosikan Goya Foods dalam konteks kampanye politik sekarang ini, cuitannya dianggap sangat mungkin dilihat sebagai bentuk aktivitas politik dalam mendukung kampanye agar ayahnya kembali terpilih.

Baik foto maupun teks yang dicuitkannya lewat Twitter mengandung promosi atas produk dan perusahaan tertentu. Artinya, ia telah melanggar kode etik sebagai pejabat federal.

Pelanggaran tersebut bukan yang pertama kali dilakukan oleh Ivanka dan anggota pemerintahan lainnya. Pada 2017, penasihat Donald Trump Kellyanne Conway mengatakan agar orang-orang membeli barang-barang Ivanka yang memang memiliki perusahaan merchandise dan produk lainnya, walau kemudian bisnis itu ditutup.

Pemerintahan Trump juga banyak dipertanyakan atas cara mereka mempromosikan dan menggunakan properti dari bisnis Trump yang potensial mendatangkan keuntungan pribadi. Namun, sikapnya menegakkan aturan masih sangat rendah.

Keberadaan Ivanka di dalam lingkaran politik pemerintahan Trump sendiri juga memicu tuduhan bahwa presiden telah mengabaikan standar etika dan penerapan good governance. Saat Ivanka Trump mengunggah cuitan tersebut, banyak warga semakin meyakini bahwa Presiden AS ke-45 merupakan presiden yang paling tidak etis sepanjang sejarah negeri Paman Sam itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: