Sukses

Pangeran Belgia Positif Corona Covid-19 Usai Hadiri Pesta di Spanyol

Liputan6.com, Jakarta - Pangeran Joachim bertolak dari Belgia ke Spanyol untuk menjalani magang pada 26 Mei 2020 lalu, berdasarkan keterangan pihak istana. Dilansir dari laman BBC, Senin (1/6/2020), dua hari kemudian, ia pergi ke sebuah pesta di Cordoba, sebelum dinyatakan positif corona Covid-19.

Laporan Spanyol menunjukkan Pangeran Belgia ini jadi salah satu di antara 27 orang di pesta tersebut. Di bawah aturan lockdown Cordoba, pesta sebesar ini akan menjadi pelanggaran peraturan karena pertemuan tidak lebih dari 15 orang yang diizinkan saat ini.

Polisi Spanyol telah melancarkan penyelidikan ke dalam pesta. Mereka yang ditemukan melanggar aturan lockdown dapat dikenakan denda hingga 10 ribu Euro atau sekitar Rp161 juta.

Setiap orang yang menghadiri pesta tersebut dikarantina. Pangeran Joachim, putra bungsu Putri Astrid dan urutan ke-10 di bawah takhta Belgia, dikatakan memiliki gejala corona Covid-19 ringan.

Rafaela Valenzuela, seorang wakil pemerintah Spanyol di Cordoba, mengecam pesta itu, menyebut mereka yang hadir "tidak bertanggung jawab".

"Saya merasa terkejut dan marah. Insiden jenis ini timbul pada saat berkabung nasional untuk begitu banyak orang meninggal dunia," katanya.

2 dari 3 halaman

Memasuki Fase Kedua

Pesta itu pertama kali diliput oleh surat kabar Spanyol El Confidencial, yang mengutip sebuah dokumen dari otoritas Andalucian tetapi tidak menyebutkan nama pangeran.

Media Belgia sejak itu mengonfirmasi dengan istana bahwa Pangeran Joachim berada di Spanyol, tempat dia tinggal. Pangeran itu diketahui memiliki hubungan lama dengan seorang perempuan Spanyol, yang dilaporkan bernama Victoria Ortiz.

Spanyol jadi salah satu negara dengan lockdown terketat di Eropa. Hal ini menguraikan rencana empat tahap pada 4 Mei untuk mulai mengurangi lockdown.

Negara itu akan berlanjut ke fase kedua mulai 1 Juni 2020 untuk 70 persen orang Spanyol, hanya menyisakan kota-kota besar di bawah pembatasan ketat.

Spanyol memiliki jumlah kasus corona Covid-19 dan kematian tertinggi di dunia. Pada hari Sabtu, 30 Mei 2020, negara ini memiliki 239.228 infeksi dan 27.125 kematian, menurut penghitungan oleh Johns Hopkins University.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: