Sukses

Kisah 6 Potret Kenangan Tutut Soeharto Bersama Ibu Tien

Liputan6.com, Jakarta - Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto kembali mengunggah potret kebersamaannya dengan almarhumah ibundanya tercintia Tien Soeharto atau Ibu Tien.

Mengenakan ikat kepala pink dan baju hitam, Tutut Seoharto tampak berfoto bersama ibunya. Ia kompak mengenakan kacamata putih dan kompak tersenyum bersama Ibu Tien.

Tutut termasuk putri pasangan Soeharto dan Ibu Tien yang terbilang aktif menggunakan media sosial, salah satunya Instagram. Lewat Instagram ia mengunggah potret bersama ibunya  dan sang ayah.

Dalam unggahan itu, ia bercerita tentang wafatnya ibunya. Ia pernah mendengar berita tersebar bahwa ibunya wafat karena tertembak oleh adik-adiknya.

"Saya heran, siapa manusia yang tega menyebarkan berita keji tersebut. Demi Allah, apa yang bapak ceritakan, itu yang terjadi. Tadinya saya akan diamkan saja. Tapi rasanya berita itu semakin diulang-ulang ceritanya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," jelas Tutut.

Sebelum Allah memanggil ibunya, masyarakat harus tahu kebenarannya. Ia bersyukur sekarang ada media sosial dan bisa ikut aktif menggunakannya.

"Siapapun yang membuat cerita itu, dan siapapun yang ikut menyebarkan, kami serahkan pada Allah untuk menilainya. Karena kami meyakini, bahwa Allah adalah Hakim Yang Maha Adil," tulis Tutut Soeharto, dalam unggahan pada akhir April 2020.

 

2 dari 7 halaman

Digendong Ibu Tien

Sebelumnya, Tutut Soeharto juga sempat mengunggah potret saat digendong oleh Ibu Tien. Saat itu, usia Tutut lebih dari setahun.

"Saya sedang digendong Ibu (Ibu Tien)... Kira-kira usia saya sudah setahun lebih... Sekitar tahun 1950," jelasnya.

3 dari 7 halaman

Guci di China

Tutut Soeharto juga mengunggah potret kenangan saat berkunjung ke China pada 1990. Ia mengenakan busana hitam, begitu juga dengan Titiek Soeharto. Mereka ikut mendamping kedua orangtuanya di sana.

"Pada saat mengunjungi China itu, ibu tertarik pada guci-guci China yang besar-besar sekali. Lalu ibu dhawuh (memerintahkan) ke saya, supaya pengrajin Indonesia bisa membuat seperti ini," kata Tutut sebagai keterangan potret.

Tutut menyampaikan bahwa hal itu juga bisa dilakukan di Indonesia. Ia meminta agar dibuatkan guci yang besar. Setibanya di Tanah Air, beberapa pengrajin didorong memperbesar tungku bakarannya, termasuk pengrajin di Bali.

4 dari 7 halaman

Alasan Dipanggil Tutut

Dalam potret yang lain, Tutut terlihat mendampingi kedua orangtuanya. Tutut mengenakan busana putih, sedangkan Ibu Tien mengenakan dres biru muda dengan motif floral, sedangan Soeharto mengenakan batik warna kuning kunyit motif floral.

"Bapak ibu selalu nimbali (memanggil) Tut... Tuti. Tapi, kadang-kadang kalau dipanggil, nggak mau nengok. Untuk menarik perhatian kamu, bapakmu membuat panggilan lucu. Tut, Tut, Tut... Waduh, keretanya mau lewat, berulang-ulang baru kamu nengok sambil tertawa wuk. Karena kebiasaan, akhirnya dipanggil Tutut," tulis Tutut.

5 dari 7 halaman

Peluk Ibu

Tak hanya itu, Tutut juga mengunggah kebersamaannya bersama sang ibu. Tutut terlihat dipeluk sang ibu dengan hangat.

"Foto ini ketika saya belum menikah, di Istana Bogor. Kira-kira tahun 1970 - 1971. Saya menikah Januari 1972," jelasnya.

6 dari 7 halaman

Kompak Pakai Batik

Tutut Soeharta dan sang ibu terbilang kompak soal busana. Dalam unggahan yang lain, mereka tampak mengenakan baju batik warna cokelat.

"BU KAMI 12 BULAN DALAM KANDUNGAN "Wooo luwih (lebih) wuk. Ibumu itu tinggal di perut eyang 12 bulan. Pas satu tahun, baru mau keluar dari perut eyang.” Cerita Eyang Putri soal lamanya Ibu ( Ibu Tien) di Kandungan," kata Tutut Soeharto.

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: