Sukses

Bantu Cegah Corona Covid-19, 6 Desainer Indonesia Sumbang Masker Kain

Liputan6.com, Jakarta Pandemi corona Covid-19 masih terus mewabah, termasuk di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah termasuk di Jakarta sudah ada anjuran penggunaan masker saat menaiki transportasi umum maupun di tempat umum lainnya.

Di tengah langkanya dan tingginya harga masker terutama masker bedah, mulai bermunculan berbagai organisasi dan individu yang tergerak untuk melakukan aksi sosial. Di antaranya para desainer fesyen Indonesia. Mereka membantu penanganan penyebaran corona dengan membuat serta menyumbangkan masker maupun alat pelindung diri (APD) yang diutamakan untuk para tenaga medis.

Tanpa mengedepankan keuntungan, para desainer ini mendahulukan sisi kemanusiaan dan membantu mereka yang kesulitan demi bisa melewati pandemi ini dengan baik.

Contohnya, Anne Avantie. Desainer senior ini membagikan baju APD yang diproduksi yayasannya. Baju APD ini, tidak untuk diperjualbelikan. Dananya berasal dari para donator yang tak disebutkan namanya. Selain Anne Avantie, ada desainer lain yang menyumbangkan masker kain kreasi mereka sendiri.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut enam desainer fesyen lokal yang membuat dan mendonasikan, maupun menjual masker kain dengan harga terjangkau kepada mereka yang membutuhkan.

1. Ivan Gunawan

Presenter sekaligus desainer ini memproduksi masker sendiri untuk dibagikan ke sejumlah wilayah terdampak corona.Hal itu diketahui dari unggahan di Instagramnya pada. Dalam sebuah foto, Ivan terlihat sedang memakai masker. Puluhan masker terbungkus rapi di mejanya. masker itu bisa dicuci dan digunakan lagi.

"Masker ini dibuat oleh tim produksi dari @ivan_gunawan dengan bahan yang ramah lingkungan dan bisa dicuci untuk dapat dipergunakan kembali," tulisnya dalam unggahannya pada 6 April 2020.

"Sebagian kecil dari Masker akan kami kirimkan hari ini. Mohon maaf kami harus melakukan proses kurasi prioritas, karena banyak sekali yang mengirimkan permohonan via e-mail," lanjut pria 38 tahun ini. Ivan menyadari situasi di tengah Wabah ini bikin siapa pun harus selalu jaga diri. Ia berharap apa yang dilakukannya bisa jadi inspirasi positif.

2. Stella Rissa

Dikenal dengan rancangan baju pengantin yang cantik, Stella Rissa juga ikut menyumbangkan masker dengan memproduksi masker kain berbahan 100 persen katun. Meski katun merupakan bahan yang mahal, Stella memilih untuk tidak memperjualbelikan masker ini.

Ia justru membagikan masker ini secara gratis kepada mereka yang meminta langsung padanya. Ia bahkan tidak segan untuk mengirimkannya secara gratis.

"Kita tidak menerima pembayaran. Malah kalau ada yang tidak bisa ambil kita bantu kirim secara gratis. Sekarang ini saya tidak merasa pantas mengambil keuntungan sama sekali. Orang-orang banyak yang kena PHK dan makan susah," tutur Stella, seperti dilansir dari laman Fimela, 26 Maret 2020.

Stella telah berkonsultasi dengan dokter soal masker yang ia buat. Masker buatannya bisa membantu mencegah penularan virus. Karena dibuat dari kain, masker ini bisa dicuci setiap hari dan tisu yang ada di dalam masker ini bisa diganti per 30 menit.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

3. Catherine Wong

Di Surabaya, ada Catherine Wong. Berawal dari curhatan dokter pribadinya tentang kebutuhan di tengah wabah corona Covid-19, Catherine berniat membantu dengan memproduksi masker sendiri untuk dibagikan secara gratis.

Dibantu beberapa karyawannya yang sebagian besar belum bisa kembali ke kampung halamannya karena wabah corona, ia bisa membuat 100 buah masker per hari. Catherine pun berharap, makin banyak orang yang ambil bagian untuk memastikan ketersediaan masker.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, Catherine menuliskan sudah menyalurkan masker buatannya ke toko yang memberi sumbangan kain dan ke dokter yang melakukan donasi.

4. Cynthia Tan

Desainer busana pengantin Cynthia Tan berkolaborasi dengan Special Textile, membuat 1.000 buah masker bagi mereka yang kurang mampu. "Karena kita ingin menjangkau lebih ke individunya," tulis Cynthia di Insta Stories di akun Instagramnya, 27 Maret 2020.

Desainer yang pernah merancang gaun resepsi pernikahan untuk artis Sandra Dewi ini juga menjelaskan alasannya kenapa tak membuat masker khusus untuk tenaga medis.

"Yang belum terpikirkan sama kita bersama setelah membaca alasan mereka di DM. Ternyata ada yang mau kasih untuk ayahnya yang sedang bekerja di pembangunan LRT, untuk para pekerja di daerah kecil, untuk panti jompo di sana banyak nenek yang masih harus bolak-balik ke puskesmas," terangnya lagi di Instagram.

3 dari 4 halaman

5. Ria Miranda

Desainer pakaian muslimah, Ria Miranda juga ikut memberi kontribusi. Ia mengumumkan niatnya untuk membuat masker penutup wajah dan membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Niatannya ini diumumkan melalui sebuah postingan Instagram Story pada Jumat (27/3).

"Supaya masker asli bisa dipake tim medis, mereka lebih butuh," tulis Ria dalam unggahan tersebut. Hanya dalam beberapa hari, Ria menyetop proses akhir atau finalisasi koleksi busana terbarunya menyambut Ramadan 'Nagari Raya 2020' yang sedianya akan dirilis bulan ini.

Ia mengganti fokusnya untuk membuat Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bagi tenaga medis di garda depan menangani Covid-19.

"Berkaca ke misi kita untuk berusaha menginspirasi nilai kebaikan, tanpa pikir panjang akhirnya kami memutuskan untuk stop produksi Nagari dan fokus bikin APD dan masker," tulisnya dalam unggahannya di Instagram pada 2 April 2020.

Tim Ria Miranda berperan untuk memproduksi APD dan masker, namun tidak mendistribusikannya karena ia membantu teman yang membutuhkan konveksi. Selain itu, ia juga memastikan untuk menomorsatukan kesehatan para pekerja sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan physical distancing.

6. Cotton Ink

Cotton Ink yang digawangi Ria Sarwono dan Carline Darjanto juga membuat masker kain berbahan katun. Dilansir dari Fimela, 26 Maret 2020, Ria menuturkan masker kain ini dibuat dari sisa bahan kain untuk produksi Cotton Ink.

Ia mengaku masker yang ia buat bukan untuk terhindar dari virus, melainkan sebagai anti bakterial dan anti debu. Menurutnya, lebih baik ada proteksi daripada tidak ada sama sekali.

"Di samping kita menjaga orang untuk stay safe dari debu dan polusi tapi kita juga trying sustainable dari sisa kain yang kita punya," ungkap Ria. Dijual dengan harga Rp50 ribu persatu pack, Anda kan mendapat empat buah masker dengan berbagai warna.

Di tengah kondisi seperti ini, Cotton Ink hanya akan menjual masker ini secara online. Ria menyarankan agar masker ini dicuci lebih dahulu sebelum dan setelah digunakan.Selain masker, mereka juga akan membuat APD bagi tenaga medis yaitu 10.000 coverall (jumpsuit/hazmat suit)

'Semua APD yang terjahit akan kami sumbangkan ke IDI dan akan didistribusikan ke RS Yang memerlukan.Kamipun akan menyumbangkan 200 Coverall APD dari dompet kami sendiri,' tulis Ria dalam unggahan di Instagram pada 29 Maret 2020.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tips Aman Belanja Online di Tengah Pandemi Covid-19