Sukses

Cerita dari Wilayah-Wilayah Terakhir di Bumi yang Bebas Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Palau, negara kepulauan masuk wilayah Micronesia di barat Samudra Pasifik adalah satu dari sedikit kawasan tersisa di Bumi yang bebas dari identifikasi corona COVID-19. Salah satu negara terkecil di dunia ini berjarak ribuan kilometer dengan negara tetangga.

Samudra yang mengelilingi pun dikatakan sebagai tameng terbaik saat ini. Kendati demikian, melansir The Strait Times, Kamis (2/4/2020), terpencil tak menjamin Palau sama sekali tak berisiko terpapar virus yang sudah berstatus pandemi sejak Maret lalu.

Belajar dari wilayah bagian utara Kepulauan Mariana yang mengonfirmasi kasus corona COVID-19 pertama, disusul dugaan kematian pada Senin, 30 Maret 2020, Palau sudah mulai melakukan antisipasi.

Klamiokl Tulop, seorang orangtua tunggal berharap Palau bisa menghindari nasib seperti Wuhan, New York, atau Madrid, mengingat layanan kesehatan di negara kecil ini tak selengkap di kota-kota besar dunia.

Walau belum ada laporan kasus, Tulop dalam hati menyimpan kecemasan bahwa keberadaan infeksi corona COVID-19 semata belum terdeteksi, bukan tak ada. "Anda bisa merasakan tekanan dan hawa berbeda saat keluar rumah, bahkan hanya untuk belanja," katanya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Zona Bebas Virus

Di empat lokasi terpencil yang jadi tempat penelitian Antartika milik Australia, sekitar 90 orang hidup di zona bebas virus selagi melihat rumah mereka berjuang melawan penyebaran pandemi corona COVID-19.  

"Mereka mungkin satu-satunya warga Australia yang bisa makan malam bersama saat ini," kata Manajer Antarctic Division Operations, Robb Clifton pada AFP.

Lokasi peneltian ini sudah masuk status isolasi hingga November. Jadi, grup peneliti tersebut sangat mungkin aman dari infeksi virus SARS-CoV-2. "Yang jadi dilema mereka hanya bagaimana keluarga di rumah," ucap Clifton.

Zona bebas virus, seperti Palau, nyatanya tetap dibayangi ketakutan tentang suplai makanan yang berubah secara global. Karenanya, panic buying melanda beberapa kota besar.

Kelakuan ini berarti persedian di pulau makin menipis. United Airlines biasanya membuka penerbangan enam kali seminggu dari Guam, tapi sekarang hanya ada satu jadwal.

D kondisi ini, warga sudah melakukan physical distancing. Para dokter pun menunggu alat tes yang dikirim dari Taiwan, juga pemerintah telah membangun lima ruang isolasi berkapasitas 14 pasien. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut: