Sukses

6 Tanda Anda Siap Jatuh Cinta Setelah Patah Hati Mendalam

Liputan6.com, Jakarta - When you said your last goodbye, I died a little bit inside. Begitulah penggalan lagu All I Want dari Kodaline yang boleh jadi mewakili rasa patah hati dalam susunan kata. Ya, putus cinta bukanlah fase mudah bagi sekian banyak orang.

Saking sakit, mereka berpikir tak akan pernah lagi merasa bahagia, tak bakal menjajal cinta sehebat itu, bahkan merasa sesak bakal terus menghantui. Mungkin tak langsung, tapi percaya diri akan sembuh dari luka lama harus tetap ada.

Melansir laman Brightside.me, 26 Februari 2020, para psikolog beranggapan, sebenarnya bila menemukan tanda-tanda ini, artinya orang tersebut siap kembali jatuh cinta dan berhasil melalui fase patah hati mendalam.

Tak lagi ada emosi negatif

Dalam artian lain, Anda sudah bisa berdamai menerima masa lalu. Tak lagi ada rasa benci tiap kali mengingat mantan kekasih. Masa lalu dengannya Anda 'salami' sebagai pengalaman berharga yang memberi banyak manfaat bagi diri sendiri.

Tak takut sendiri

Berteman dengan kondisi selalu sendiri nyatanya malah dilekatkan pada kesiapan berbagi hidup bersama orang lain. Saat sudah merasa penuh tanpa orang lain di sisi berarti Anda nyaman dengan diri sendiri.

Kalau sudah begini, Anda bisa memberi cinta pada orang lain tanpa mengurangi porsi untuk diri sendiri. Nyaman pada diri sendiri juga membantu Anda memberi versi terbaik saat jatuh cinta dengan orang lain.

 

2 dari 3 halaman

Tak Takut untuk Merasakan

Tak menghindari menggunakan perasaan di berbagai situasi nyatanya jadi tanda Anda siap kembali jatuh cinta. Pasal, Anda berhasil melewati hari-hari terburuk, bangkit, dan percaya cinta bakal datang kembali di waktu terbaik.

Tak hanya siap menerima

Tak semata menerima, Anda juga siap sepenuh hati memberi rasa cinta. Keberimbangan rasa ini menunjukkan emosi yang kian matang dan seharusnya siap mengantar ke gerbang hubungan lebih baik.

Berani berkata tidak

Waktu yang dihabiskan sendiri biasanya membuat Anda membangun batasan boleh dan tidak. Bila sudah yakin akan batas tersebut, Anda bisa dengan mudah mengatakan tidak pada hal-hal yang mencederai prinsip tersebut.

Siap berkompromi

Kendati sudah menetapkan mana yang baik dan tidak untuk diri sendiri, hubungan juga tentang berkopromi. Jadi, di samping berani berkata tidak, Anda harus tahu mana-mana saja yang harus dikompromi dan didiskusikan dengan pasangan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Begini Cara Tangkap Ular Cobra dengan Galon Air Mineral
Loading
Artikel Selanjutnya
Doni Monardo: Pembatasan Sosial Skala Besar Jadi Babak Baru Lawan Corona
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Ajak Masyarakat Donor Bantu PMI Tingkatkan Stok Darah