Sukses

Pria Belgia Makan Kentang Goreng untuk Makan Malam Selama 32 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria Belgia berusia 45 tahun mengklaim bahwa ia hanya makan kentang goreng dan fricadelle  atau hot dog Belanda untuk makan malam setiap hari. Kebiasaan itu ia lakoni sejak berusia 13 tahun.

Rudy Gybels, seorang penduduk Schaffen di provinsi Flemish Brabant, Belgia, memiliki makanan yang sama berupa kentang goreng untuk makan malam setiap malam sejak ia masih remaja, seperti dilansir dari Oddity Central, Minggu, 23 Februari 2020.

Semuanya berawal ketika dia berusia 13 tahun, ketika ibunya putus asa untuk memperoleh makanan yang lebih banyak buah dan sayuran. Dari situ kemudian muncul  solusi kompromi.

Rudy menyantap makanan sehat saat makan siang. Namun, dia bebas untuk menikmati makanan favoritnya berupa kentang goreng untuk makan malam.

Sejak itu dia berpegang teguh pada kesepakatan itu. Dia hanya makan kentang goreng untuk makan malam setiap malam selama 32 tahun terakhir.

"The Ultimate Belgian", sebagaimana surat kabar nasional menjuluki Gybels. Dia hanya beberapa hari terpisah dari makanan itu karena flu hingga membuatnya tak bisa keluar rumah. Selama waktu itu, ia memperkirakan bahwa ia telah mengonsumsi sekitar 11.680 paket kentang goreng.

"Beberapa orang membutuhkan secangkir kopi atau sebungkus rokok sehari, aku membutuhkan paket kentang goreng setiap hari," canda pria berusia 45 tahun itu.

 

2 dari 3 halaman

Klaim Tetap Sehat

Terlepas dari kisah cintanya yang telah lama mengonsumsi makanan cepat saji, Rudy Gybels hanya berbobot 70 kilogram dan mengklaim kesehatannya baik-baik saja. Dia belum melakukan tes darah sementara ini, tetapi dia mengakui bahwa sedikit takut dengan kondisi kesehatannya.

Tetap saja, dia adalah salah satu dari orang-orang yang percaya bahwa hidup ini terlalu singkat untuk tidak menikmati hal-hal yang Anda sukai.

Yang menarik, Gybels adalah salah satu administrator dari grup Facebook yang terkenal di Flanders di mana sekitar 44 ribu anggota secara teratur berbagi dan mendiskusikan resep makanan. Posisi tersebut terbilang aneh karena dia seorang yang makan hal yang sama setiap malam.

Michaël Sels, kepala ahli diet di UZA, Rumah Sakit Universitas Antwerp, mengatakan kepada 7sur7 bahwa Rudy Gybels seharusnya tidak boleh digunakan sebagai contoh bahwa diet makanan cepat saji jangka panjang tidak merusak kesehatan manusia.

Risiko terkena penyakit seperti diabetes, kolesterol atau penyakit kardiovaskular sangat tinggi, dan hanya karena dia belum memiliki masalah, bukan berarti orang yang makan makanan yang sama tidak akan terkena penyakit tersebut.

“Beberapa perokok diyakinkan dengan contoh seorang nenek yang merokok sebungkus rokok sehari sampai usia 95 dan tidak pernah menderita kanker paru-paru, tetapi kita jelas tahu bahwa merokok tembakau sangat buruk bagi kesehatan. Itu sama dengan makanan," kata Sels.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Selain Diminum, Manfaat Buah Naga Dapat Jadi Masker
Loading