Sukses

Uniknya Musala Pertama yang Diresmikan Jusuf Kalla Usai Jabat Ketua Dewan Masjid Indonesia

Liputan6.com, Jakarta -  Di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan dan restoran, biasanya mempunyai fasilitas tempat salat yang disebut musala. Lalu, apa yang membuat sebuah musala di sebuah restoran di pusat kota Jakarta diresmikan oleh mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla?

Adalah restoran megah dengan konsep ruang hijau terbuka yang berada di komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Hutan Kota by Plataran, yang menjadi alasan utama.

Di antara megahnya restoran dengan taman hijau, ada sebuah musala dengan konsep unik, yaitu Musala An-Nur. Musala ini berada tepat di samping Gedung Tigadari Plataran GBK.

Menurut pendiri sekaligus CEO Plataran Indonesia, Yozua Makes, musala tersebut sudah berdiri sekitar minggu ketiga Desember 2019, tapi baru diresmikan pada Jumat, 21 Februari 2020.

Musala ini dibangun dengan menggunakan material kayu yang berkonsep terbuka yang terinspirasi dari alam. Berwarna cokelat pekat, dinding musala ini terdiri dari kayu-kayu yang disusun menyerupai sebuah ruang dengan lubang-lubang kecil. Selain untuk estetika, lubang tersebut juga bertindak sebagai tempat keluar masuknya udara.

"Jadi musala ini bukan hanya sebagai ruang tertutup saja, tapi ada keterikatannya dengan alam. Di sini ada pohon-pohon besar, lalu pakai AC juga, jadi orang salat merasa nyaman," jelas Yozua pada Liputan6.com.

Musala ini diresmikan oleh Jusuf Kalla, Ketua Dewan Masjid Indonesia yang juga merupakan mantan Wakil Presiden RI.  Uniknya, ini adalah musala pertama yang ia resmikan semenjak menjadi Ketua Pengurus Dewan Masjid Indonesia.

2 dari 3 halaman

Musala di Berbagai Tempat

Ia pun langsung turut mencoba melakukan salat maghrib untuk pertama kalinya di musala tersebut. "Ini jadi musala pertama yang saya resmikan, biasanya saya meresmikan masjid," ucap Jusuf Kalla saat memberi sambutan di peresmian Musala An-Nur, Jumat, 21 Februari 2020.

Pria yang akrab disapa JK ini menegaskan, hal ini jadi ciri khas dan membedakan Indonesia dengan negara lainnya. Kalau di negara lain, masjid dibangun dan dikelola oleh pemerintah setempat, tapi di Indonesia bisa dibangun oleh masyarakat dan perorangan.

"Sekarang di banyak tempat sudah ada masjid atau musala. Ada masjid di kampung, ada masjid kantor, ada masjid sekolah, ada masjid mal, ada musala di restoran. Seperti di Plataran ini. Di tengah kota kan banyak orang sibuk kerja, nah di sini bisa makan sambil melihat tempatnya yang bagus dan nyaman, lalu salat disini," ucap JK yang mengaku sudah sering makan di sejumlah restoran Plataran di Jakarta.

"Pak JK memang sering makan di Plataran, jadi kita coba mengundang beliau untuk meresmikan musala kita meski jabatannya sebagai ketua dewan masjid. Dan ternyata beliau bersedia, tentunya ini jadi kehormatan bagi kita," terang Yozua.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Seniman Tekstil Ubah Sampah jadi Aksesoris Selama 5 Dekade
Loading