Sukses

Operator Kapal Pesiar Ramai-Ramai Batalkan Sejumlah Pelayaran Gara-Gara Virus Corona di China

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran virus corona di Wuhan menyebabkan hampir semua operator moda transportasi membatalkan perjalanannya ke kota tersebut. Tidak hanya penerbangan, industri pelayaran juga melakukan hal yang sama demi keselamatan para penumpangnya.

Dilansir dari Travel+Leisure, Rabu (29/1/2020), sejauh ini virus tersebut telah menewaskan lebih dari 132 orang di China dan menginfeksi sejumlah orang lain di seluruh dunia. Akibat penyebaran tersebut, jalur pelayaran yang beroperasi di seluruh negeri yang berlokasi di 500 mil barat Shanghai dipaksa untuk berhenti.

Menurut The Managing Editor of Cruise Critic, Chris Gray Faust, untuk para pelancong dengan kapal pesiar yang hendak atau telah dari China sebaiknya mencari tahu informasi mengenai pelayarannya.

"Semua jalur pelayaran yang telah membatalkan kapal pesiar menawarkan tamu untuk menerima pengembalian uang secara penuh," ujarnya.

Salah satu yang telah membatalkan perjalanan ialah Royal Caribbean, sebuah perusahaan kapal pesiar Norwegia-Amerika Serikat. Menurut informasi dari Cruise Critic, kapal pesiar tersebut membatalkan rencana perjalanan pada 27 Januari 2020 dan 31 Januari 2020 dari Shanghai.

Menurut laporan USA Today, Kapal Spectrum of The Seas, kapal pesiar milik Royal Caribbean, merupakan satu-satunya kapal yang ada di pelabuhan China. Kapal yang dijadwalkan melakukan pelayaran selama empat hari menuju Okinawa terpaksa harus dibatalkan.

"Kesehatan dan keselamatan tamu dan kru kami adalah perhatian utama kami. Kami terus bekerja sama dengan World Health Organization (WHO), the Centers for Disease Control, dan otoritas kesehatan pemerintah untuk memantau situasi," kata juru bicara Royal Caribbean kepada USA Today.

2 dari 3 halaman

Pembatalan Jadwal

Selain Royal Caribbean, Costa Cruises adalah perusahaan kapal pesiar lainnya yang membatalkan perjalanannya. Cruise Critic melaporkan Costa Cruises membatalkan selapan pelayarannya, di antaranya 25 Januari dan 31 Januari pelayaran Costa Serena, 27 Januari dan 31 Januari pelayaran Costa Atlantica, dan 26 Januari dan 2 Februari rencana perjalanan Costa Venezia.

Pembatalan tersebut terjadi setelah adanya laporan bahwa empat orang ditemukan dalam Costa Venezia memiliki suhu tubuh yang tinggi ketika kapal pesiar tersebut merapat di Shenzhen, kota di Guangdong, China. Akibat kejadian tersebut, 148 orang yang berasal atau baru-baru ini mengunjungi Wuhan diisolasi untuk pemerikasaan lebih lanjut. Tidak hanya itu, semua penumpang yang berjumlah 4.973 dan 1.249 awak di kapal itu pun diperiksa untuk mengetahui gejala virus corona.

"Costa Cruises akan berusaha untuk kesehatan dan keselamatan semua tamu dan kru. Kami secara ketat memantau situasi mengenai virus corona yang menimbulkan kekhawatiran di antara Public Health Authorities dan masyarakat yang bepergian," kata juru bicara Costa Cruises.

Juru bicara Costa Cruises mengatakan, pihaknya telah meningkatkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran virus corona. Perusahaan pun telah menerbitkan peraturan khusus untuk membantu mencegah penyebarannya.

Berbeda dengan dua perusahaan sebelumnya, Norwegian Cruise Line dan Viking Cruises belum membatalkan rencana perjalanan mereka, tetapi mereka tetap mengawasi penyebaran virus corona.

Norwegia Cruise Line memperkenalkan deteksi suhu tanpa sentuh untuk penumpang yang meninggalkan pelabuhan China. Selain itu, mereka pun melarang siapa pun yang suhu tubuhnya menunjukkan angka 38 derajat Celcius atau lebih untuk naik ke atas kapal.

Untuk Viking Cruises, mereka bahkan tidak memiliki jadwal pelayaran ke China sampai Maret mendatang. Pihak mereka akan rutin memantau kabar terbaru dari penyebaran virus corona hingga beberapa minggu ke depan. (Tri Ayu Lutfiani)

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jadi Opsi Armada Penjemputan WNI di Jepang, KRI Soeharso Punya Fasilitas Mumpuni
Artikel Selanjutnya
Studi: Musim Dingin Menjadi Waktu Paling Riskan Untuk Terserang Virus di Atas Kapal Pesiar