Sukses

Uniknya Minuman Laksamana Mengamuk di Pulau Penyengat

Liputan6.com, Pulau Penyengat - Berkunjung ke Kepulauan Riau kurang lengkap rasanya jika belum mencicipi sajian khas setempat. Salah satu yang sayang untuk dilewatkan adalah minuman Laksamana Mengamuk.

Sajian bernama unik tersebut juga ada di pulau mungil di muara Sungai Riau, Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Lantas, mengapa minuman ini disebut demikian?

Sejak dahulu, terdapat sebuah cerita yang berkembang di masyarakat sekitar terkait uniknya Laksamana Mengamuk. Nurfatilla, selaku pemandu wisata kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pulau Penyengat menyampaikan kisah di balik minuman berbahan dasar kuweni, sejenis mangga.

"Ada seorang laksamana yang punya kebun kuweni. Ceritanya penjaga kebun laksamana ini membawa lari istri si laksamana," kata Nurfatilla saat ditemui di Pulau Penyengat.

Insiden istri yang dibawa lari sontak membuat sang laksamana berang. "Laksamananya marah, ditebangnya semua pohon kuweni," tambah Tilla, begitu ia akrab disapa.

Setelah semua pohon kuweni ditebang akibat kemarahan sang laksamana, masyarakat setempat kebingungan akan dibuat apa banyaknya kuweni tersebut.

"Jadi dibuatlah minuman yang dicaampurkan gula pasir dan santan jadilah orang-orang sebutnya Laksamana Mengamuk karena cerita tadi," lanjut Tilla.

2 dari 3 halaman

Praktis Dibuat

Selain cerita menarik yang berkembang di masyarakat Riau, apabila Anda ingin menikmati minuman Laksamana Mengamuk dapat membuat sendiri. Pembuatannya pun sangat mudah.

"Bahan-bahannya gula pasir, santan, dan kuweni," ungkap Tilla.

Ia menambahkan, santan terlebih dahulu dimasak hingga mendidih. Baru setelah itu masukkangula pasir, santan. "Saat sudah agak dingin baru masukkan kuweni," tambahnya.

Namun sayang, buah kuweni sendiri di Riau tidak dapat setiap saat ditemui. "Ini lagi musim paling sebulanan sampai Desember," kata Tilla.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menutup Akhir Tahun dengan Menu Kuliner Eksklusif Yogyakarta
Artikel Selanjutnya
Gebyar 10 Ribu Warung, Ajang Silaturahmi Para Pemilik Warung Sembako