Sukses

Gaya Retro dan Desain Kekinian di Catwalk JFFF 2019

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) menghadirkan show para finalis Top 10 “Revive the 80’s”, Acara itu sekaligus menandai penilaian akhir dari DUST Fashion Design Competition 2019 bertema Revive The 80’s.

Ajang kompetisi ini merupakan kerjasama antara DUST dan Sparks Fashion Academy (SFA) dalam merayakan hari jadinya ke 30. Acara ini memberikan motivasi dan inspirasi kepada para desainer muda dan siswa fashion school, bahwa lokal brand bisa meraih sukses dan menjadi kebanggaan tanah air.

Seperti lokal brand DUST Jeans yang sukses mengembangkan 250 outlets di Indonesia. Dan DUST Jeans mampu membuktikan eksistensinya hingga puluhan tahun. Top 10 finalis “Revive The 80’s” telah mempresentasikan karyanya di depan catwalk JFFF 2019.

Mereka telah melewati berbagai proses ketat penjurian dihadapan juri Musa Widyatmodjo, Dana Maulana, Zsa Zsa Syahlia, dan CEO Dust Jeans, Matthew Aldo Susabda.

Dari 75 peserta tersaring 10 peserta yang layak masuk ke babak grand final. Mereka adalah Ammelia Deana, Sherlyta, Saphira Dewi, Rona Zulfia, Maria Juliani, Like Mutiararisti, Ellen Noviana, Nayya Haris, Citra Yulianita, dan Nusabela

Revive The 80’s dipilih sebagai tema fashion guna menghidupkan lagi gaya keemasan artis top dunia seperti Madonna, Michael Jackson, dan Mick Jagger. Namun gaya retro 80 an di selaraskan dengan gaya kekinian. Konsepnya casual dan sporty dengan menggunakan bahan utama denim produk DUST.

Penampilan Revive The 80’s di panggung JFFF 2019. semakin meriah dengan tampilnya Mikha Tambayong yang menjadi Brand Ambasador DUST.  Melalui seleksi ketat, para TOP 10 Finalis menjalani serangkaian kegiatan pembekalan sebelum mereka tampil di ajang JFFF 2019.

Misalnya, pembekalan mengenai Fashion Career dan Fashion Business dari SFA. Selanjutnya mereka melakukan store visit ke DUST. Mereka pun mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan serat kain jeans, dan kelebihan kain jeans DUST yang diolah langsung dari Amerika Serikat.

"Dengan tema Revive The 80’s, bukan hanya secara design dan konsep yang harus selaras begaya 80 an yang kekinian, namun hal terpenting adalah bagaimana karya TOP 10 Finalis ini punya nilai jual dan dapat di produksi secara masal untuk tujuan bisnis," terang Matthew Aldo Susabda, CEO DUST, di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, 9 Agustus 2019.

Menurut Aldo, gelaran Revive The 80’s DUST Fashion Design Competition ini bukan hanya merayakan 30 tahun DUST, namun ajang ini juga merupakan wadah untuk para desainer muda untuk semakin dikenal karyanya.

Selain itu bisa jadi kesempatan untuk pengembangan karir, sehingga industri mode tanah air memiliki bibit muda yang berbakat. Salah satunya bentuknya adalah DUST akan memasukan karya pemenang kedalam look book DUST dalam edisi DUST - Young Fashion Designer.

Puncak acara DUST Fashion Design Competition “Revive The 80’s “ akhirnya memilih Sherlyta Puspa Lestari sebagai pemenangnya. Desain karyanya terinspirasi dari gaya Hip Hop Street Fashion. Ia mendesain konsep gaya fashion hiphop agar bisa dikenakan untuk busana casual harian.

Sherly berhak atas hadiah senilai Rp10 juta rupiah dari Dust dan hadiah beasiswa Rp29 juta dari SFA. Rangkaian acara yang berlangsung sejak bulan April hingga penampilan show di JFFF ini sejalan dengan misi SFA yakni Turning Fashion Into Business.

“SFA sangat berterimakasih kepada DUST yang menjadi mitra, karena melalui ajang ini para designer muda semakin termotivasi untuk serius menjalani karir mereka, dan tentunya menjadi pengalaman berharga untuk mereka,” tutur Floery D. Mustika, selaku CEO SFA menutup acara “Revive The 80’s” DUST fashion Design Competition.