Sukses

Batu Posok Jadi Destinasi Wisata Baru di Sanggau

Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terus memperkuat sektor pariwisata. Tidak hanya melalui atraksi. Sanggau, juga menghadirkan destinasi baru. Destinasi terbaru yang dihadirkan adalah Wisata Alam Batu Posok. Destinasi ini berada di Desa Wisata Penyeladi.

Launching Wisata Alam Batu Posok dilakukan Minggu (7/4) pagi, oleh Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot. Kegiatan tersebut mengusung tema “Destinasi wisata Batu Posok menuju desa wisata Penyeladi ecovillage”.

Launching dihadiri Kadis Porapar Kabupaten Sanggau Fransiskus Meron, Ketua GOW Kabupaten Sanggau Yohana Kusbariah Ontot, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Camat Kapuas Alipius beserta istri, Forkompimcam, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Ketua Pokdarwis Feri Risaldi, Anggota Pokdarwis dan seluruh masyarakat.

Kedatangan Wakil Bupati Sanggau beserta rombongan disambut meriah oleh masyarakat, serta disambut dengan halunan pantun, hadrah dan Tarian Khas Melayu.

Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot berharap destinasi ini digaungkan sehingga bisa terdengar lebih luas.

“Saya berharap kita semua untuk bisa lebih menggaungkan objek wisata ini agar lebih dikenal pihak luar atau masyarakat luar. Akan tetapi yang terpenting juga adalah berkaitan dengan status tanah. Sehingga dalam pengelolan lebih lanjut tidak dipersoalkan. Bila status tanahnya jelas, Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau tidak ragu untuk mengembangkan daerah ini menjadi objek wisata alam yang ada di Kabupaten Sanggau,” papar Yohanes.

Ia juga mengimbau Pokdarwis dan masyarakat harus memiliki kebersamaan untuk membangun tampat wisata ini.

“Karena dengan tanah seluas ini, banyak yang bisa kita kembangkan lagi. Seperti membangun toilet dan tempat sampah. Tujuannya untuk menjaga kebersihan dilingkungan. Agar objek wisatanya tetap nyaman dan nyaman. Pokdarwis dan masyarakat juga harus kompak. Karena, bila destinasi ini sudah berkembang ,yang menerima hasilnya bukan hanya Pokdarwis saja, akan tetapi juga masyarakat setempat merasakannya,” ulas Yohanes.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kawasan Batu Posok agar tetap alami. Wakil Bupati berharap pengembangan destinasi ini tidak merusak atau menebang pohon-pohon yang ada. Justru, masyarakat berupaya untuk bisa menanam pohon kembali. Serta, memperkaya jenis-jenis pohon.

Yohanes Ontot juga meminta promosi Batu Posok dilakukan. Bahkan, masyarakat diminta terlibat aktif dalam menyampaikan destinasi ini.

“Untuk mempromosikan objek wisata ini, perlu gerakan masyarakat sebagai agen promosi. Wisata Alam Batu Posok harus terus dikembangkan, dijaga dan dilestarikan. Hari ini menjadi langkah awal kita, agar kedepan wisata alam Batu Posok ini menjadi destinasi wisata Kabupaten Sanggau yang dikenal oleh masyarakat luas,” harapnya.

Sedangkan Kadis Porapar Kabupaten Sanggau Fransiskus Meron menilai kehadiran Batu Posok akan berdampak positif buat Desa Penyeladi.

“Destinasi ini memang measih baru. Tapi jika nanti semakin wisatawan yang mengetahuinya, maka semakin banyak yang akan berkunjung. Dan ini akan berdampak positif buat Desa Penyeladi sebagai desa wisata,” paparnya.

Menurutnya Meron, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran wisatawan dengan menjual makanan atau souvenir khas lainnya.

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

“Destinasi Batu Posok berada di kawasan Desa Wisata Penyeladi. Hal ini sangat bagus. Karena, bukan hanya destinasinya saja yang bisa terangkat. Desa Wisata Penyeladi juga akan terkena dampak positif. Oleh karena itu, masyarakat pun harus menjaga destinasi Batu Posok sebagai sumber penghasilan mereka,” kata Adella.

Acungan jempol diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya terhadap Sanggau. Karena, daerah ini mulai memperlihatkan eksistensinya di sektor pariwisata.

“Sanggau adalah wilayah crossborder. Wilayah yang setiap hari dilintasi wisatawan perbatasan kehadiran destinasi seperti Batu Posok tentu bagus untuk menggoda wisatawan. Namun, promosi harus dilakukan dengan benar agar dampaknya bisa cepat terasa,” katanya.

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
Rangking 3 IMTI 2019, Pemprov Riau Keluarkan Pergub Pariwisata Halal
Artikel Selanjutnya
Kemenpar Angkat Potensi MICE Indonesia di INAMICE 2019