Sukses

6 Fakta Sosok Nike Ardilla yang Perlu Diketahui Milenial

Liputan6.com, Jakarta - Sudah 24 tahun Nike Ardilla meninggalkan keluarga dan para penggemarnya. Ia adalah sosok melegenda di dunia permusikan Indonesia hingga Asia Tenggara yang tiada pada 19 Maret 1994 silam.

Nike Ardilla lahir di Bandung, 27 Desember 1975. Ia mengawali karier sebagai pemain film diumur 11 tahun, lalu debut sebagai penyanyi setahun kemudian. Album kompilasi pertamanya bertajuk Bandung Rock Power yang rilis pada 1987.

Tak hanya itu, berikut enam fakta Nike Ardilla yang perlu diketahui kaum milenial yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Meninggal Saat di Puncak Karier

Kejadian nahas pada 19 Maret 1995 masih teringat di benak masyarakat. Melansir dari video akun Instagram penggemar @nikeardilaofficial, pagi itu Nike sedang menyetir mobil di Jalan RE Martadinata, Bandung.

Kala itu, Nike hendak menyalip mobil di depannya yang sedang berjalan pelan. Saat hendak menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil yang melaju kencang. Akhirnya, Nike membanting setir mobilnya, menabrak pohon dan terpental ke pagar beton bak sampah.

Sehari sebelumnya, Nike masih menjalani syuting sinetreon Warisan Darah Biru II di Rumah Keluarga Suryo Kusumo Jalan Atletik Bogor.

2. Album Laris Manis

Dilansir dari biografiku.com, album pertama Nike "Seberkas Sinar" yang rilis tahun 1989 terjual hingga 500 ribu kopi. Tahun selanjutnya, album "Bintang Kehidupan" terjual hingga 2 juta kopi.

Nike Ardilla yang memiliki genre musik slow rock itu dijuluki sebagai Ratu Rock Indonesia atau lady rocker. Hingga kini masih banyak orang yang memutar lagu Nike. Akun YouTube Indo Music Platinum mengungah kompilasi lagu terbaik Nike dua tahun lalu dan telah disaksikan lebih dari 16 juta kali.

2 dari 3 halaman

3. Fanbase yang Besar dan Luas

Walaupun telah tiada, penggemar Nike Ardilla setiap tahun masih merayakan hari meninggalnya legenda genre rock itu. Penggemar datang dari berbagai penjuru daerah seperti Padang, Jakarta, Banten, Bandung, Samarinda, hingga Medan.

Penggemar bahkan harus mendaftar ke Nike Ardilla Fans Club untuk mengunjungi makam Nike di Ciamis. Dari beberapa daerah bahkan memesan bus untuk berangkat bersama.

Nike memiliki akun fanbase di Instagram @nikeardillaofficial yang pengikutnya mencapai lebih dari 68 ribu. Unggahannya mencapai lebih dari 2500 foto maupun video.

4. Bermain Film dan Sinetron

Tak hanya terjun di dunia tarik suara, Nike juga memiliki bakat seni peran. Salah satu film-nya berjudul "Ricky" yang rilis 1990. Film itu dilakoni Nike sebagai pemeran utama yang memerankan tokoh Sita sekaligus Lita.

Salah satu sinetron yang dibintanginya sekaligus terakhirnya ialah Warisan Darah Biru II yang tayang pada 1995.

3 dari 3 halaman

5. Mendapatkan Penghargaan Sejak Usia Muda

Melansir dari nike-ardilla.chemical.web.id, karier Nike dalam dunia tarik suara dan seni peran diapresiasi banyak orang. Di ajang internasional, Nike pernah mewakili Indonesia di Asia Song Festival 1991 di Shanghai, China. Ia meraih juara sebagai penyanyi pop terbaik se-Asia pada usia 15 tahun.

Di Indonesia sendiri, Nike mendapatkan penghargaan pertamanya 1st Champion "Lagu Pillihanku" pada 1980. Sepanjang karier, ia mendapatkan deretan penghargaan. Bahkan setelah meninggal dunia, penghargaan terakhirnya ialah Triple Platinum Awads untuk Koleksi Komplet Album pada 2010 yang terjual 500 ribu kopi dalam dua hari.

6. Jiwa Sosial Tinggi

Sosok Nike ternyata sudah menginspirasi sejak muda. Diumurnya yang masih remaja, Nike membantu pembangunan SLB di Bandung. Melansir dari akun Instagram @nikeardillaofficial, awalnya sekolah itu berdiri di pinggir Jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Nike membantu membeli tanah yang berlokasi di Jalan Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung. Sekolah itu akhirnya dinamai SLB BC Nike Ardilla. Sampai sekarang, sekolah itu banyak membantu anak berkebutuhan khusus untuk mengenyam pendidikan. (Fairuz Fildzah)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenang Nike Ardilla Lewat Angka 19
Artikel Selanjutnya
MySpace Kehilangan 50 Juta Data Musik Lebih dari Satu Dekade