Sukses

6 Fakta Keren Rahmat Hidayat, Desainer Difabel yang Dikunjungi Anne Avantie

Liputan6.com, Jakarta - Di bawah atap rumah sederhana di Desa Sindangkerta, Bandung Barat, Rahmat Hidayat memupuk mimpi di tengah keterbatasan. Tampak jelas bahwa lelaki yang merupakan tulang punggung keluarga itu menaruh minat di dunia desain busana.

Atas inspirasi yang diberikan, Rahmat menerima kunjungan, tak hanya dari Hengky Kurniawan yang sekarang menjabat sebagai Wakil Bupati Bandung Barat, beserta istri, namun juga desainer kondang Anne Avantie.

Walau awalnya tak berencana datang, tapi karena tersentuh melihat perjuangan Rahmat lewat unggahan di akun Instagram Hengky, Anne rela menempuh perjalanan 2,5 jam dari pusat kota Bandung menuju kediaman lelaki penyandang disabilitas tersebut.

Sebelumnya, kisah Rahmat viral di media sosial, lantaran gambar yang merupakan hasil desainnya tersebar. Sampai menginspirasi tak sedikit orang, berikut deretan fakta sang desainer difabel, seperti dikutip dari berbagai sumber, Rabu (28/11/2018).

Belajar gambar secara otodidak

Berbagai model, mulai dari gaun, pakaian pengantin, kebaya, hingga busana muslim, semua dibuatnya dengan detail dan teliti di atas kertas HVS. Dengan rupa yang sebegitu cantik, Rahmat mengaku belajar menggambar secara otodidak.

Tertarik desain pakaian karena nonton drama Korea

Rahmat Hidayat menuturkan, keinginan mendesain muncul setelah menonton drama Korea berjudul King of Fashion. Alur drama tersebut membuatnya tertarik pada dunia desain. Ia pun mulai mencoba menggambar berbagai rancangan pakaian.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Tak Pernah Sekolah

Jual hasil desain lewat Facebook

Tidak hanya dipamerkan, Rahmat Hidayat memang bermaksud menjual hasil desain dengan mengunggah deretan gambar hasil rancangan tersebut di akun Facebook-nya. Ia juga membuka jasa membuat desain sesuai permintaan bagi siapa saja yang berminat.

Terlahir dengan keterbatasan fisik

Sejak lahir, Rahmat sudah memiliki keterbatasan fisik, kedua tangan dan kakinya tidak berkembang secara sempurna. Untuk berjalan, lelaki yang sudah ditinggal sang ayah sejak kecil ini harus ngesot dengan bantuan kedua tangannya.

Tidak pernah sekolah

Dengan bakat yang dimiliki, Rahmat Hidayat mengaku sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi keluarga yang tergolong tidak mampu. Namun atas bantuan bibinya, Rahmat masih bisa membaca dan menulis.

Tulang punggung keluarga

Ibunda Rahmat menikah tiga kali. Suaminya yang terakhir sudah meninggal dunia. Dengan kondisi itu, Rahmat lah yang sekarang jadi tulang punggung bagi tiga adiknya yang tak bersekolah dan sang ibu.