Sukses

Menpar Arief Yahya Luncurkan Pilot Project Pengembangan Wirausaha Pariwisata

Liputan6.com, Hambang Hasundutan Pemerintah melalui berbagai Kementerian/Lembaga terus menggenjot pemasukan Danau Toba dari bidang pariwisata. Destinasi di Sumatera Utara ini diharapkan mendukung pariwisata sebagai penghasil devisa.

Hal itu menjadi pembahasan dalam launching Pilot Project Wirausaha Pariwisata Homestay dan Tourist Guide di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Kamis (20/9/2018). Launching dilakukan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Guna memajukan pariwisata Danau Toba, perbaikan infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terus dilakukan. Akses dan infrastruktur ke destinasi di sekitar Danau Toba, seperti ke Tele dan Huta Ginjang, sudah bagus. Jalur daratnya sudah mulus, tak ada lagi jalan rusak.

Begitu juga dengan jalur udara. Bandara Silangit sudah melayani rute internasional, yaitu Silangit-Subang Malaysia. Pada Oktober 2018, rencananya hadir rute baru Silangit-Kuala Lumpur Malaysia.

Selain itu, sisi amenitasnya juga diperkuat. Salah satunya lewat pembuatan Pilot Project Homestay dan Tourist Guide. Proyek ini dilakukan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

“Danau Toba masuk dari 4 Destinasi Super Prioritas yang digenjot Bapak Presiden Jokowi. Bahkan, yang paling pertama itu Danau Toba. Kemenko Perekonomian bersama dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait telah menerbitkan Kebijakan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2017-2025. (Kebijakan) yang tidak hanya ditujukan untuk mengisi lapangan kerja, tetapi juga untuk menumbuhkan kewirausahaan,” ujar Arief Yahya.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan roadmap pengembangan wirausaha melalui pilot project Homestay dan Tourist Guide. Proyek yang bertujuan untuk memenuhi permintaan wisatawan asing dan domestik.

Selain itu, kebijakan tersebut dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk berwirausaha. Membangun usaha dengan modal yang tidak terlalu besar, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menyampaikan perminataan ke Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Ia berharap, Gubernur Sumut konsisten antara arah pengembangan daerah dengan kebijakan Pusat.

“Pak Gubernur, kalau nanti dipanggil Rapat Terbatas oleh Bapak Presiden, siapkan top 3 program Provinsi Sumatera Utara. Untuk di Pusat, saat ini top 3-nya adalah 1 Perikanan, 3 Pertanian, dan nomor 2-nya adalah Pariwisata,” ucap Arief.

Launching pilot project tersebut ditandai dengan pemukulan gondang oleh para pimpinan K/L terkait. Turut hadir dalam acara ini, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Rosdiana V Sipayung, dan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Soleh.

Hadir juga Plt Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa & PDTT Harlina, Direktur Edukasi BEKRAF Poppy Savitri, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, dan Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo.

Dalam pengembangannya, pilot project tersebut akan direalisasikan dengan konsep komprehensif dan terkoordinasi secara komprehensif dengan dikoordinasikan dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait. Adapun K/L terkait ialah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Badan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, pemilihan lokasi Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai pengembangan pilot project  berdasarkan potensi pariwisata yang dimiliki kabupaten ini. Humbang Hasundutan juga berada satu area dengan Danau Toba.

“Kita akan menjadikan tempat ini menjadi tempat berkunjung para wisatawan,” kata Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi.

 

 

(*)

Artikel Selanjutnya
Kemenpar Promosikan 7 Kota Unggulan untuk MICE di Pameran IT & CMA 2018
Artikel Selanjutnya
Sektor Pariwisata Dianggap Mampu Lestarikan Budaya Kain Ulos