Sukses

Bekraf Dorong Bisnis Startup Kuliner di 10 Kota se-Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Food Startup Indonesia 2018. Setelah sukses menggelar pada 2017, tahun ini Bekraf ingin semakin meningkatkan potensi bisnis lokal dari sektor kuliner dengan kembali menggelar Food Startup Indonesia.

Food Startup Indonesia sendiri merupakan kegiatan yang digelar oleh Bekraf untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan kuliner kepada ekosistem kuliner terpadu serta meningkatkan akses permodalan non-perbankan.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan sektor kuliner memberikan kontribusi sebesar 6,31 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2016, atau memiliki nilai sebesar Rp 700 triliun pada 2016.

"PDB ekonomi kreatif di Indonesia angka di Rp 700-750 triliun di awal Bekraf berdiri. Informasi terakhir dari BPS, PDBB pada akhir 2017 angkanya hampir Rp 1000 triliun, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia. Sudah hampir mendekati bahkan melampaui ekspor migas. Dari Rp 1000 triliun itu 40 persennya adalah industri makanan," ujar Fadjar Hutomo selaku Deputi Akses Permodalan Bekraf dalam Kick Start FSI 2018 di Luminor Hotel, Jakarta, pada Jumat (26/1/2018).

Fadjar menambahkan bahwa kuliner menjadi salah satu subsektor unggulan yang kini dibina lebih intens karena memiliki potensi bisnis yang cukup besar. Sayangnya, produk yang dijual dalam ekonomi digital di Indonesia adalah 90 persen produk luar negeri. Sementara produk Indonesia hanya berkisar 10 persen. Oleh karena itu, Bekraf mengupayakan agar Indonesia bukan hanya sekedar pasar namun juga produsen yang mampu bersaing di pasar global.

1 dari 3 halaman

Luncurkan platform digital

Dalam Kick Start FSI 2018 yang menjadi pembukaan kegiatan Food Startup Indonesia 2018 pada Jumat (26/1/2018) di Luminor Hotel, Jakarta, Bekraf juga meluncurkan platform digital yang memungkinkan para startup kuliner Indonesia untuk terlibat dalam Food Startup Indonesia 2018. Para startup kuliner ini bisa mendaftarkan diri secara online di www.foodstartupindonesia.com.

Persyaratannya cukup mudah. Usaha kuliner yang bisa terlibat telah berusia satu hingga tiga tahun, memiliki kebutuhan pendanaan tahap awal maupun berkembang, memiliki inovasi, berbasis teknologi, dan memiliki dampak sosial.

Ada sejumlah proses yang nantinya akan diikuti oleh startup yang terlibat di FSI 2018, yakni expo, mentorship, dan final pitching. Bagi startup yang lolos kurasi akan menyajikan produk mereka dalam expo. Bekraf pun berupaya meningkatkan kapasitas startup kuliner melalui pertemuan dengan mentor yang ahli di bidang kuliner. Produk tersebut dipresentasikan, kemudian akan diberikan saran terkait model bisnis, produk, dan peningkatan untuk kemampuan bersaing. Nantinya Bekraf akan memilih 30 startup kuliner untuk menjalin jaringan dengan ekosistem startup kuliner Indonesia.

Pada final pitching, para startup kuliner terpilih akan bersaing untuk menjadi tiga besar FSI 2018 dan juga menarik minat investor yang hadir dalam acara tersebut.

Tahun ini, FSI 2018 akan diselenggarakan di 10 kota se-Indonesia, seperti Medan, Bandung, Makasaar, Belitung, Semarang, Banjarmasin, Malang, Yogyakarta, Surabaya, dan Mataram.

2 dari 3 halaman

Bekerja sama dengan swasta

FSI telah diinisiasi oleh Deputi Akses Permodalan Bekraf sejak akhir 2016 dan telah berhasil menjaring 2005 pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Sebanyak 150 startup kuliner Indonesia juga berhasil dikurasi melalui program ini. Tahun lalu, Bekraf mendapatkan tiga besar startup kuliner Indonesia dalam FSI 2017. Ketiga startup ini sudah memiliki kapasitas ekspor Indonesia, di mana 30 persen dari startup kuliner yang terkurasi telah terkoneksi dengan akses permodalan non perbankan.

Dalam acara Kick Start FSI 2018, Bekraf menandatangani perjanjian kerjasama dengan Foodlab Indonesia terkait digital platform FSI dan Salim Group tentang pendukungan akan pengembangan kapasitas dan investasi, khususnya di bidang kuliner. Salim Group menjadi salah satu pihak swasta yang memberikan dukungan kepada program Bekraf terkait startup kuliner.

Fadjar Hutomo mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Harus ada pihak swasta yang memiliki kapasitas untuk mendorong startup agar siap bersaing dengan bangsa lain.

"Dengan adanya keterlibaran penuh dari pihak swasta, maka perkembangan ekonomi kreatif akan berlangsung lebih cepat dan menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya," ujar Fadjar.

Konsistensi dan komitmen Bekraf mengembangkan ekonomi kreatif di subsektor kuliner di 2018 ditunjukkan dengan peluncuran platform digital yang memudahkan penjangkauan pelaki dan terhubung dengan ekosistem kuliner yang terintegrasi.

Artikel Selanjutnya
Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara Dorong Daya Saing Destinasi Wisata di Daerah
Artikel Selanjutnya
Surabaya KulineRUN Jadi Ajang Sosialisasi Asian Games 2018