Sukses

Bisnis Kuliner Berbasis Terigu Kian Menjamur. Tertarik Ikutan?

Liputan6.com, Jakarta Ilustrasi Foto Kue Lapis (iStockphoto)

Di tengah kondisi ekonomi yang tak stabil, pelaku bisnis kuliner kian menjamur. Bisnis kuliner menjadi salah satu solusi yang mampu diandalkan untuk menjadi alternatif jenis usaha.  Termasuk untuk kalangan anak muda yang kini tak ragu untuk terjun ke dapur dan mengolah beragam menu kuliner unik, inovatif dan seru. Dari mulai menu makan utama, hingga menu makanan penutup hadir bervariasi, biasanya bahan dasar yang pasti digunakan untuk memasak adalah tepung terigu

PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari selaku pabrik tepung terigu pertama di Indonesia yang telah hadir selama 45 tahun mencatat, 65% dari pelanggaanya adalah para pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah).

“Karena itulah Bogasari sangat concern dan komitmen dengan pertumbuhan usaha makanan berbasis tepung terigu, khususnya di sektor UKM. Dan Bogasari berkomitmen untuk terus menumbuhkembangkan UKM lewat berbagai program, termasuk di antaranya adalah Bogasari Expo yang sudah digelar sejak tahun 1999,” ucap Franciscus Welirang, Direktur Indofood didampingi Hans Ryan Aditio selaku Senior Vice President Commercial Bogasari dalam jumlah pers Bogasari Expo 2017 di pabrik Bogasari Jakarta, Kamis (15/12).

Dalam rangka ingin mendukung perkembangan bisnis kuliner di Indonesia bagi pelaku UKM, PT Indofood Sukses Makmur Tbk menggelar acara Bogasari Expo pada 16 sampai 18 Desember 2017 di Kartika Expo, Balai Kartini dengan tema “Warisan Boga Nusantara” .

Melalui rilis yang diterima oleh tim Liputan6.com pada Jumat (16/12/2017), Franky Welirang menambahkan, Bogasari Expo adalah perhelatan akbar kuliner berbahan dasar terigu yang ditujukan untuk memperkenalkan para pelaku UKM sekaligus menginspirasi masyarakat untuk berwirausaha.

 

1 dari 3 halaman

Wisata Kuliner

Ilustrasi Foto Wanita Memasak (iStockphoto)

Sesuai tema yang diusung, Bogasari ingin mengenalkan kepada masyarakat produk makanan berbahan dasar terigu dari berbagai daerah yang dikenal secara turun-temurun baik dari sisi produk maupun pelaku usahanya. Seperti Mie Aceh (Aceh), Surabi (Bandung), Martabak Kubang (Padang), Kue Balok (Bandung) dan masih banyak lagi.

Ada juga Roti Bogor Permai yang sudah ada sejak tahun 60 an berdiri dan kini pengelolaannya sudah dillanjutkan generasi ke-4.

Selain stan UKM, Bogasari juga menghadirkan produk-produk dari para Ibu PKK dari 5 wilayah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Provinsi DKI Jakarta. Para PKK dari 5 wilayah RPTRA di DKI ini merupakan perwakilan dari 1.470 orang dari 52 RPTRA yang sudah mengikuti pelatihan dari Bogasari.

Ada 4 Program Kelas Pelatihan yang sudah dilakukan Bogasari sebagai dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi melalui RPTRA yakni Basic 1 (Donut & Brownies), Basic 2 (Roti Manis & Cheese Stick), Intermediate (Mie Ayam & Kaastangel) dan tahapan terakhir kelas Advance (Batik Roll Cake & Walker Bread) yang akan segera berlangsung.

“Para UKM ini akan ikut meramaikan 60 UKM mitra Bogasari yang hadir di acara Bogasari Expo 2017,” ucap Franky. 

2 dari 3 halaman

Eksibisi, Edukasi dan Rekreasi

Seorang wanita asal New York mengenakan gaun yang terbuat dari roti yang sangat unik. (Foto: iStockphoto)

Bogasari Expo 2016 mengusung 3 konsep sekaligus yakni Eksibisi, Edukasi dan Rekreasi. Tak hanya dapat menikmati kuliner warisan boga nusantara, tapi juga berkesempatan mengikuti pelatihan mengolah makanan berbasis terigu.

Untuk kelas pelatihan ini, Bogasari sudah menyiapkan 6 ruang kelas pelatihan dan 5 sesi pelatihan per kelas per hari. Maka total ada 90 sesi pelatihan dengan kapasitas per kelas 20 orang. Total kapasitas keseluruhan kelas pelatihan mencapai 1.800 orang, dan tiap peserta hanya membayar Rp 50 ribu per sesi pelatihan yang akan dipandu langsung para baker handal dari Bogasari Baking Center (BBC).

Kelas-kelas ini juga akan memberikan gambaran pada masyarakan tentang Bogasari Baking Center (BBC), yang saat ini tesebar di 17 kota sebanyak 21 cabang. Dalam perkembangan 4 tahun terakhir ini (2013 s/d 2016), jumlah peserta kelas pelatihan di seluruh BBC terus meningkat. Tahun 2013 sebanyak 9.990 orang, tahun 2014 (17.363), 2015 (17.383), dan sampai akhir September 2016 sudah 10.938 orang.

“Para peserta pelatihan ini dibagi menjadi 2 kelompok besar yakni peserta UKM dan peserta kelompok hobi. Dari hasil penelusuran Bogasari, hampir 10 % dari peserta hobi akhirnya membuka usaha makanan berbasis terigu. Dan 88% peserta pelatihan adalah wanita,” ujar Franky.

Indikasi lain akan ketertarikan masyarakat belajar pengolahan makanan berbasis terigu adalah banyaknya peserta Lomba Cipta Kreasi Resep (LCKR) Anak SMK 2017 yang digelar Bogasari di 5 kota yakni Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, dan Purwokerto. LCKR di 5 kota ini diikuti 96 siswa SMK yang dibagi dalam 48 tim.

Dari setiap kota terpilih 3 juara, dan juara pertama berhak mengikuti Final LCKR 2017 di tingkat nasional yang akan digelar di Bogasari Expo 2017. Kelima SMK yang maju ke Final LCKR 2016 tingkat nasional adalah SMK 60 Jakarta, SMK ICB Cinta Wisata Bandung, SMKN Kebasen Purwokerto, SMKN 2 Cirebon dan SMKN 2 Depok–Bogor.

Franky menambahkan, selain wisata kuliner dan kelas pelatihan, di acara Bogasari Expo 2017 juga akan digelar Baking Demo, Boga Kitchen, Boga Entrepreneur, Boga Kids (ada 8 sesi Boga Kids gratis per hari dengan kapasitas per sesinya 20 anak), Food Treasure dan Food Tography. Khusus untuk acara Baking Demo, juga akan tampil sejumlah chef ternama seperti Chef Marinka, Chef Degan, Chef Chandra & Chef Fatma Bahalwan.

Pengujung cukup membayar tiket masuk seharga Rp 15 ribu dan mendapatkan potongan Rp5 ribu untuk kupon belanja makanan di tenda UKM Bogasari Expo 2017.

Artikel Selanjutnya
Laba Otomotif Astra Merosot 8 Persen, Ini Penyebabnya
Artikel Selanjutnya
Masuki Industri 4.0, Pasar Produk Makanan dan Minuman Diperluas