Sukses

Potret Ibu Negara dari Masa ke Masa

Liputan6.com, Jakarta Di belakang pria hebat selalu ada peran seorang wanita hebat, pepatah tersebut nampaknya mampu menggambarkan potret ibu negara yang dimiliki Indonesia. Lebih dari sekadar ibu, istri para kepala negara ini memiliki banyak peran penting dalam kemajuan bangsa, menyokong kinerja presiden, dan tak jarang menjadi teman diskusi presiden dalam langkah-langkah membuat kebijakan yang menyangkut rakyat.

Berikut 6 potret ibu negara Indonesia dari masa ke masa seperti yang disusun Liputan6.com, Kamis (11/5/2017).

Fatmawati

Fatmawati merupakan ibu negara pertama yang mendampingi Presiden Sukarno dalam kurun waktu 1945 hingga1967. Dari hasil pernikahannya, Fatmawati dikaruniai lima anak, yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Fatmawati kerap menjadi teman diskusi Sukarno tentang ide-ide kebangsaan, dan berjasa besar dalam upaya mempersiapkan detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia.

Sri Hartinah/ Tien Soeharto



Pemilik nama lengkap Fatimah Siti Hartinah ini merupakan ibu negara, istri dari presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Ibu negara yang akrab disapa Ibu Tien ini pernah bergabung dengan Laskar Putri Indonesia, sejenis organisasi wanita yang bertujuan mengumpulkan kekuatan demi mendukung pasukan tentara Indonesia. Gagasan Ibu Tien yang masih dikenang hingga saat ini adalah pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Lebih dari sekadar taman, ikon yang menggambarkan kemajemukan Indonesia ini juga menjadi destinasi wisata keluarga dan tempat belajar tentang kebinekaan Indonesia.

Hasri Ainun Besari/ Ainun Habibie



Ibu negara yang akrab disapa Ainun Habibie ini merupakan sosok ibu negara yang sederhana. Kepeduliannya kepada masyarakat dituangkannya dengan membentuk beberapa yayasan sosial, seperti Bank Mata bagi penyandang tunanetra dan Yayasan Beasiswa Orbit. Bahkan kisah cinta abadi ibu negara dengan Presiden Habibie menginspirasi lahirnya film yang ditonton jutaan orang.

Sinta Nuriyah



Ibu negara ke-4 Republik Indonesia selama periode 1999 hingga 2001 ini merupakan aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Pernah bergabung menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan anggota National Commission on the Status of Women, Sinta Nuriyah sangat vokal menyuarakan Hak Asasi Manusia, kebebasan berpendapat, dan konsen dengan pemberdayaan perempuan. Pada tahun 2000, istri dari Presiden Abdurrahman Wahid ini mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati, yang juga menjadi “pesantren” bagi gerakan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Ani Yudhoyono



Ibu negara istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono, ini memiliki hobi forografi. Karya-karya fotografinya kerap mendapat sambutan hangat dari para pencinta foto. Ibu negara pemilik nama asli Kristiani Herrawati ini juga berandil besar bagi kemajuan bangsa dengan aktif di berbagai organisasi, antara lain Nasional Women Internasional Club, Dewan Kerajinan Nasional, hingga Persatuan Istri Purnawirawan.

Iriana Jokowi



Kesan sederhana selalu terpancar dari ibu negara, istri dari Presiden Joko Widodo. Aktif dalam kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Iriana Jokowi sangat peduli terhadap isu-isu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan. 

Loading