Unik, Furnitur Ini Terbuat Dari Rumput Laut

Selain kayu, bambu, dan rotan yang digunakan untuk membuat furnitur. Rumput laut ternyata, juga bisa sebagai furnitur.

Diterbitkan 25 Juli 2016, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Furnitur terbuat dari kayu, bambu, rotan atau logam, sepertinya sudah terlalu biasa digunakan. Namun, pernahkah terpikir untuk menggunakan furnitur berbahan rumput laut?

Rumput laut ternyata bisa juga diolah menjadi bahan furnitur. Dua desainer Jonas Edvard dan Nikolaj Steenfatt adalah beberapa di antara orang-orang yang mulai melirik rumput laut sebagai bahan furnitur.

Sepintas, furnitur rumput laut ini mirip dengan furnitur yang terbuat dari rotan atau akar-akaran yang dijalin.

Jenis tipe rumput laut yang dipilih bernama Algae. Tipe rumput laut tersebut kerap ditemukan di pantai Denmark yang benar-benar murni tanpa melalui proses pengeringan dan proses menjadi bubuk.

Agar lebih merekat, Edvard dan Steenfatt mencampurkan rumput laut dengan bubuk kertas. Tujuannya agar membantu rumput laut menjadi tahan lama dan padat.

Cara Cerdik Mengecat Area Sulit DijangkauBagaimana Cara Memilih Furnitur Ramah Lingkungan?Paris Hilton Rambah Bisnis Jaringan Hotel MewahUniknya, menurut Edvard seperti dikutip dari Rumah.com, setiap orang yang duduk di kursi bermaterialkan rumput laut kali pertama, selalu mencium aroma air yang segar.

“Setelah kami memberitahu mereka, barulah mereka terkejut. Karena mereka kira, rumput laut dengan aroma yang menyengat dan tidak bermanfaat dapat dibuat mejadi furnitur yang berkelanjutan,” kata Edvard.

Dibuat dari rumput laut, bukan berarti daya tahan furnitur ini mudah lapuk dan rusak. Sebaliknya, kursi ini ternyata mampu menahan berat tubuh manusia yang duduk.

Warna dari rumput laut tipe Algae ini juga khas. Terkadang tampak berwarna cokelat, namun seketika juga terlihat hijau terang.

Dalam pembuatan kursi dan lampu kedua desain lulusan dari Akademi Royal Danish mengedepankan bentuk dan bayangan hitam dengan tetap fokus terhadap detail material baik permukaan dan gradasi warna.

Rumput laut mengandung garam yang tinggi dan mampu menjadi pengawet dan tahan dari api. Selain itu, rumput laut ini juga mudah didaur ulang menjadi pupuk.Jika berjumlah besar, berpotensi berperan sebagai nitrogen, iodium, magnesium dan kalsium.

Feature picture: pixabay.com