Menyusuri Sudut Kota Biru yang Eksotis di Maroko

Bersiaplah untuk menambah daftar destinasi wisata Anda tahun ini. Pasalnya, kota yang setiap sudut bangunan berwarna biru akan memesona Anda

Diterbitkan 24 Maret 2016, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mungkin Anda harus menambahkan sedikit ruang untuk daftar destinasi travel tahun 2016 ini. Pasalnya sebuah kota di Maroko bernama Chefchaouen akan memesona mata Anda dengan arsitektur dan warna bangunan yang senada, yakni biru.

Secara geografis kota Chefchaouen berada tengah lembah dengan pemandangan lereng ngarai bukit yang indah. Warna biru tersebut mendominasi hampir di setiap sudut bangunan yang ada di kota tersebut.

Kota Chefchaouen di Maroko diciptakan oleh pengungsi Yahudi pada tahun 1930 (sumber. Lostateminor.com)

Baca Juga

  • Kota Cinta yang Memang Bertabur Cinta
  • Maroko Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Terbesar Dunia
  • Kota Ini Mengganti Ikon Lampu Lalu Lintas dengan Gambar LGBT

Seperti dilansir dari Lostateminor.com pada Kamis (24/3/2016), bangunan-bangunan di Chefchaouen tersebut memiliki arsitektur yang siap membawa Anda ke suasana kota tua Spanyol. Menurut sejarawan, kota tersebut menjadi biru karena kedatangan pengungsi Yahudi pada tahun 1930-an.

Orang Yahudi yang mulai banyak pindah dan menetap di kota tersebut menganggap biru sebagai simbol dari warna langit. Mereka mempercayai warna biru tersebut juga memiliki manfaat untuk mengusir nyamuk.

Kota Chefchaouen di Maroko diciptakan oleh pengungsi Yahudi pada tahun 1930 (sumber. Lostateminor.com)

Tak jarang para pelancong menganggap bahwa warna biru pada setiap sudut bangunan di Kota Chefchaouen tersebut merupakan simbol dari air yang bergerak. Namun, ternyata pandangan itu keliru ketika sudah menanyakan pada masyarakat setempat.

Kota Chefchaouen di Maroko diciptakan oleh pengungsi Yahudi pada tahun 1930 (sumber. Lostateminor.com)

Kota Chefchaouen di Maroko diciptakan oleh pengungsi Yahudi pada tahun 1930 (sumber. Lostateminor.com)

Kota Chefchaouen di Maroko diciptakan oleh pengungsi Yahudi pada tahun 1930 (sumber. Lostateminor.com)