Sukses

Slank Tebarkan Virus di Palu Saat Gerhana Matahari

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pariwisata dan Pemprov Sulawesi Tengah tak salah melibatkan grup rock Slank saat menyongsong Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016. Bukan hanya karena grup musik yang dibentuk Bimbim 26 Desember 1983 ini sudah punya massa fanatik di hampir seluruh penjuru negeri. Tapi juga, salah satu pentolan Slank, Abdee Negara, berasal dari Palu, ibu kota Sulteng.

"Karena itu, hebohnya pasti dua kali lipat. Punya fans fanatik. Juga punya kedekatan, atau proximity dengan publik di Palu. Sudah deh, pasti heboh di sana. Cek saja, kalau masih ada penerbangan menuju ke Palu? Cek juga kalau masih ada akomodasi Palu? Saya jamin sudah sold out semua," kata Menpar Arief Yahya.

Gerhana Matahari Total di Palu dimeriahkan Slank

Arief Yahya juga mengungkapkan sosok Slank sangat kuat sebagai dorongan semangat anak muda. "Bagi anak-anak muda, ucapan dan kata-kata Slank itu sangat dipercaya. Karena itu, branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia juga bisa disebarkan melalui mereka, termasuk di GMT 2016 ini," ungkapnya.

Satu hari sebelum kedatangan band asal Potlot itu, Kota Palu sudah kelewat heboh. Euforia penyambutan Slank sudah terlihat di mana-mana. Spanduk-spanduk ucapan selamat datang dari para Slankers, pendukung setia Slank sudah bertebaran di Kota Palu untuk menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total.

Ilustrasi Gerhana Matahari Total (iStockphoto)

Melihat hal ini, Slank pun ikut antusias menyongsong GMT. Bagi Slank, ini adalah peluang emas mengenalkan pariwisata Indonesia ke dunia. Hal yang rasa-rasanya tak berlebihan mengingat ribuan turis mancanegara dan wisatawan Nusantara sudah mengepung Kota Palu sejak jauh-jauh hari. Sekarang, tak ada lagi hotel yang bisa menampung tamu.

Saat black out pagi hari, Slank tidak akan menggelar konser. Mereka akan berada di tengah masyarakat bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif menunggu black out yang akan berlangsung lebih kurang 2 menit 48 detik

Loading