Sukses

Serunya Berburu Kuliner di Kota Batik Pekalongan

Liputan6.com, Jakarta Anda pernah berkunjung ke Pekalongan? Ya benar sekali, Pekalongan terkenal dengan julukan sebagai kota Batik.

Namun tahukah Anda, bahwa Pekalongan tidak hanya memiliki Batik sebagai ikonnya. Pekalongan juga mempunyai kekayaan kuliner yang menggugah selera. Sebut saja Megono, makanan yang terbuat dari nangka muda kukus ini selalu dicari wisatawan saat berkunjung ke kota Batik.

Nah, bagi Anda yang penasaran kuliner apa lagi yang dapat Anda temukan di Kota Pekalongan, dan menyantapnya usai berkeliling melihat pesona batik pekalongan dan memborong batik untuk di bawa pulang, Liputan6.com merangkum kuliner berikut ini sebagai referensi, seperti dilansir dari situs Pemerintah Pekalongan, Jumat (2/10/2015).

 

Sego Megono

Foto: Dok. Pemerintah Pekalongan

Sego megono atau nasi megono merupakan makanan khas Pekalongan yang paling populer. Masyarakat sekitar biasa menyantapnya saat pagi dan malam hari. Kuliner khas pekalongan yang satu ini terbuat dari nangka muda kukus yang telah dicincang halus kemudian dibumbui rempah-rempah yang dicampur kelapa muda.

Sekilas mirip urap tetapi aromanya yang khas membuatnya berbeda. Biasa megono disajikan dengan lauk ayam goreng, dendeng sapi, telur atau bahkan gorengan. Anda dapat menemukan nasi megono di penjuru Pekalongan dan Batang. Sebagai rekomendasi untuk nasi megono yang terkenal lezat, anda bisa mengunjungi RM. Fatimah di sebelah barat alun alun Batang. Harga yang ditawarkan juga bervariasi mulai Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per porsinya, tergantung lauk yang Anda pilih.

 

Lontong Lemprak

Foto: Dok. Pemerintah Pekalongan

Lontong Lemprak Pekalongan merupakan sajian yang terdiri dari lontong dan opor. Aroma lontong di sini sangat khas, karena dibungkus dengan daun pisang hijau, yang menjadikan aromanya wangi. Opor dibuat dari ayam kampung dengan kuah santan yang kental dan bumbu rempah-rempah yang menggugah selera.

Sajian ini dapat dengan mudah anda temukan di jejeran kaki lima alun-alun Pekalongan, depan Masjid Jami Kauman. Untuk satu porsi lontong lemprak, Anda hanya cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 9.000 hingga Rp 20.000 tergantung lauknya.

 

Soto Tauco

Foto: Dok. Pemerintah Pekalongan

Soto Pekalongan sedikit berbeda dengan daerah lainnya. Jika biasanya soto disajikan dengan kuah kuning segar, soto Pekalongan justru berwarna coklat keruh. Hal ini karena campuran tauco yang menjadi bumbu utama dan yang membuat soto Pekalongan jadi khas.

Terdiri dari daging sapi atau kerbau, bihun, irisan daun bawang dan lontong. Untuk referensi, Anda dapat mengunjungi soto Pekalongan yang terkenal di antaranya Soto PPIP atau soto Carlam. Harga sekitar Rp. 10.000 per porsinya.

 

Sate Hayam Wuruk

Foto: Dok. Pemerintah Pekalongan

Sate memang tidak menjadi makanan ikonik di Pekalongan layaknya sate Padang atau sate Madura. Hanya saja sate yang satu ini cukup populer di masyarakat Pekalongan. Sate terdiri dari potongan daging ayam, dibalur saus kacang dan kecap, kemudian disajikan dengan acar mentimun.

Sate Hayam Wuruk jadi khas karena biasanya sate disajikan malam hari, namun sate di Pekalongan ini disajikan untuk menu sarapan pagi. Sate ini dapat Anda temui di sepanjang jalan Hayam Wuruk Pekalongan, Anda akan menemukan banyak gerobak sate yang mengeluarkan aroma menggoda. Meskipun hanya diracik di gerobak, tetapi jangan khawatir dengan rasanya, nikmatt sekali. Untuk satu porsi sate hayam wuruk dibanderol dengan harga Rp. 10.000 per porsi.

 

Selamat berwisata kuliner di kota batik.

 

(Mit/Nad)