Sukses

Ribuan Layang-layang Terbang di Langit Denpasar

Liputan6.com, Denpasar- Berbagai jenis layang-layang terbang di langit Kota Sanur, Denpasar. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 1.740 layang-layang. Lomba layang-layang ini merupakan acara untuk menyemarakkan hajatan tahunan Sanur Village Festival IX/2014.
 
Festival layang-layang ini diberi nama Sanur Kite Festival. Hajatan ini menjadi salah satu bagian utama agenda tahunan itu seolah menegaskan identitas desa di pinggir pantai yang memiliki tradisi layangan sejak lama. Aneka bentuk dan warna layang-layang merupakan atrakasi menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang tengah berkunjung ke Sanur.
 
Festival kali ini mengambil tema "Morning of the World", menegaskan bahwa paginya Sanur dengan beragam kegiatan adalah daya tarik menyambut matahari yang dapat dikemas menjadi ikon pariwisata. Layang-layang tradisional baik janggan, bebean, pecukan selama musim angin selalu menghiasi langit Sanur.
 
Ketua Panitia Sanur Kite Festival, Kadek Armika mengatakan, peserta bukan hanya berasal dari komunitas layang-layang lokal, tetapi juga datang dari Jakarta, Australia, Austria dan Swedia. Kata dia, pada Sabtu (23/8/2014) telah dikompetisikan 800 layang-layang dan Minggu pagi hingga sore 900-an layang-layang lainnya.
 
Kadek menuturkan, ada beberapa kategori yang dilombakan dalam festival layang-layang kali ini yaitu kategori tradisional, bebean khas Sanur, bebeban bebadungan, janggan, janggan buntut, pecukan, kreasi baru. "Ada pula penampilan dari anak-anak dengan bebean dan janggan yang terbuat dari plastik daur ulang. Penonton sangat membeludak dan membuat Pantai Mertasari tempat pelaksanan lomba kian padat," papar dia.

Pada lomba ini panitia memberikan kebebasan peserta untuk berkreasi. Animo peserta sangat luar biasa sehingga festival layang-layang yang bertempat di Pantai Mertasari benar-benar tumbah oleh lautan peserta dengan langit penuh warna, kadek menambahkan.
 
Ada hal yang menarik bila dicermati dari pelaksanaan festival layang-layang kali ini yakni semua peserta tidak diperkenankan membawa sound system yang biasanya mengiringi, dan hal ini memang terlihat sangat natural dan semakin mengesankan bagaimana suara alam yang dipadu dengan warna-warni serta gerak layang-layang di langit biru benar-benar sangat mempesona. Di samping itu, ada penggolongan umur peserta yaitu umur sampai 12 tahun kategori anak-anak, dan umur 12-20 tahun kategori remaja, serta umur diatas 20 tahun kategori dewasa.
 
Kadek Armika, sangat mengapresiasi kepada seluruh peserta, karena mampu menjaga ketertiban serta bersaing secara kompetitif dan sehat. Keriangan para peserta tampak terlihat bagaimana ketika layang-layang yang diusung dari tempat asalnya, diinstall ulang dengan tali penarik, kemudian terbang secara sempurna membelah langit Sanur.
 
Ida Bagus Anom Gunamanta, salah satu peserta dari Sanur yang menerbangkan 6 layang-layang bersama komunitasnya, menyampaikan rasa gembira atas cuaca cerah yang begitu mendukung dan semangat dari penoton yang begitu antusias. "Layang-layang sangat relevan sebagai pendukung penting untuk mencitrakan branding Morning of the World," ujarnya.

Reporter : Dewi Divianta

Loading