Sukses

Alasan Mengejutkan Kenapa Tas-tas Mewah Harganya Tak Masuk Akal

Liputan6.com, Jakarta Coba hitung berapa tas label ternama yang Anda miliki? Bagi sebagian banyak masyarakat, tas-tas mewah rancangan desainer top mungkin hanya ada satu atau dua di lemari pakaian. Harga tas-tas tersebut memang mahal dan sebagaimana dilansir dari dailymail.co.uk dikutip Senin (31/3/2014), harga tas-tas itu semakin meroket.

 

Disebutkan bahwa harga Large Classic Flap Bag dari Chanel meningkat 70 persen menjadi  2.740 poundsterling (sekitar Rp 51,7 juta) dalam waktu 5 tahun. Tas kulit Bayswater dari Mulberry yang pada tahun 2012 berharga 650 poundsterling (sekitar Rp 12,2 juta) tahun ini berharga 895 poundsterling (Rp 16,9 juta). Pada tahun 2012 Clutch Alexander McQueen berharga 845 poundsterling (sekitar Rp 15,9 juta), kini dibandrol dengan harga 995 poundsterling (Rp 18,8 juta).

 

Jika tas-tas high-fashion tersebut berlapis emas, kita mungkin masih bisa memakluminya. Namun jika tidak, apa alasan yang masuk akal dari kenaikan harga tas-tas mewah tersebut?

 

Alasannya adalah bahwa ketika tas-tas tersebut menjadi terjangkau bagi kelas menengah maka tas-tas itu jadi kurang diminati oleh masyarakat kelas atas. Sungguh alasan yang mengejutkan, karena kenaikan harga itu bukan masalah tingginya biaya produksi tapi karena menyelamatkan gengsi kelas menengah super.

 

Masyarakat kelas atas menginginkan sesuatu yang lebih eksklusif dan hal inilah yang berusaha dihadirkan oleh label-label high fashion. Oleh karena itulah harga tas-tas mewah tersebut meroket, yakni untuk menghadirkan eksklusifitas yang dicari oleh para konsumen super kaya.

 

“Ada banyak orang super kaya di China dan Rusia. Di bagian barat sendiri, kekayaan orang-orang kelas atas meningkat cepat dibanding lapisan masyarakat lainnya. Mereka adalah konsumen yang tidak berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang lebih dari 1000 poundsterling (sekitar 18,8 juta) untuk sebuah tas dan menggantinya setiap musim,” ucap konsultan bisnis ritel fashion Sandra Halliday.

 

 

 

Label-label fashion mewah tersebut dengan sengaja “menelantarkan” pasar kelas menengah yang hanya ingin mendapat barang berkualitas baik dengan harga menengah. Alasan seperti ini tentu tidak akan dikatakan oleh label-label tersebut. Alasan yang diberikan adalah bahwa harga kulit dan biaya-biaya produksi meningkat.

 

Seorang pensiunan administrator, Jilly Hope (67 tahun), yang setiap tahunnya membeli tas-tas mewah mengaku bahwa kini ia harus mengorbankan hobinya itu. “Saya memang menghabiskan cukup banyak uang untuk membeli tas-tas itu. Namun saya menggunakannya setiap hari dan tas-tas itu tetap terlihat bagus,” ucap Jilly.

 

Lanjutnya, “Sebuah tas bagus akan menaikkan level tampilan meski saat itu kita hanya mengenakan busana kasual. Tapi saya harus benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk membayar 900 poundsterling (sekitar Rp 17 juta) untuk sebuah tas. ”

 

Kenaikan harga ini bukan hanya terjadi pada label-label fashion super eksklusif. Merek-merek highstreet fashion juga menaikkan harga jual. Beberapa tahun lalu kita mungkin dapat menemukan tas-tas high street fashion dengan harga 60 poundsterling (sekitar Rp 1,1 juta). Tetapi kini Hobbs, Ted Baker, Zara dan Topshop menaikkan harga tas-tas hingga 150 poundsterling sampai 300 poundsterling (sekitar Rp 2,8 juta sampai 5,6 juta).

 

Melihat kenaikan harga tas-tas tersebut, tak salah jika dikatakan bahwa satu fungsi dari membeli tas-tas mewah itu adalah untuk investasi. Pada Mei 2012, sebuah tas birkin kulit buaya dari Hermes terjual dengan harga 40.000 poundsterling (sekitar Rp 755 juta) pada sebuah lelang.

 

Sah-sah saja bila Anda menyukai, menginginkan dan berniat membeli tas-tas mewah tersebut. Yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat menentukan prioritas pengeluaran secara bijak dan memiliki pemahaman yang dalam tentang fashion.

 

Kehidupan Fashion Anda tidak akan runtuh hanya karena tidak adanya fashion item branded di lemari. Anda bahkan bisa tampil lebih fashion dari konsumen tas-tas mewah asal pandai memilih model tas dan memadu-padankannya dengan busana. Pertanyaanya, mana yang lebih Anda nikmati, style atau label?

Loading