Liputan6.com, Jakarta - Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, yakni berpisahnya antara jasad dan ruh. Kerapkali muncul pertanyaan, apa yang terjadi pada ruh setelah kematian?
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra' ayat 85: "Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, 'Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.'". Pada hakikatnya ruh adalah urusan Allah yang tidak sepenuhnya dapat dijangkau oleh akal manusia, terkecuali dari informasi dalam Al-Qur’an dan hadis.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab ar-Ruh, menjelaskan tentang perjalanan ruh setelah kematian hingga hari kiamat. Beliau membagi ruh setelah dicabut dari jasadnya menjadi dua golongan: ruh yang merasakan kenikmatan (al-arwah al-mun'amah) dan ruh yang mendapat siksa (al-arwah al-mu'adzdzabah).
Advertisement
Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah ulasan mengenai perjalanan ruh setelah kematian berdasarkan dalil dari Al-Qur'an, hadis, serta penjelasan para ulama.
Perjalanan Ruh Setelah Kematian
Dalam akidah Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan akhirat. Setelah ruh berpisah dari jasad, manusia memasuki alam barzakh, yaitu alam pemisah antara kehidupan dunia dan hari kebangkitan.
1. Fase Sakaratul Maut dan Pencabutan Nyawa
Sakaratul maut merupakan detik-detik terakhir kehidupan seseorang di dunia ketika ruh mulai dipisahkan dari jasad. Pada fase ini, manusia tidak lagi mampu menghindari kematian karena ajal telah tiba sesuai ketetapan Allah SWT.
Allah berfirman: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)
Hadits Al-Bara' bin 'Azib yang dikutip Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur dan Keadaan Penghuninya Sampai ke Hari Kebangkitan, sebelum Malaikat Maut mencabut nyawa, terlebih dahulu datang rombongan malaikat yang sesuai dengan keadaan amal seseorang.
Bagi orang beriman:
Malaikat turun dari langit dengan wajah putih bersinar seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Duduk mengelilingi calon mayit sejauh mata memandang.
Malaikat Maut kemudian duduk di sisi kepala sambil berkata, "Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya."
Ruh keluar dengan sangat lembut, diibaratkan seperti tetesan air yang mengalir dari mulut kendi. Proses tersebut menunjukkan kemuliaan seorang mukmin yang meninggal dalam keadaan beriman.
Bagi orang kafir atau durhaka:
Sebaliknya, malaikat turun dengan wajah hitam dan menyeramkan. Mereka membawa kain kasar dari neraka. Malaikat Maut berkata, "Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan Allah."
Ruh menolak keluar sehingga dicabut secara paksa, diibaratkan seperti besi bercabang yang ditarik dari bulu wol basah hingga memutus urat-urat dan pembuluh darah. Gambaran ini menunjukkan dahsyatnya sakaratul maut bagi orang yang meninggal dalam keadaan kufur atau membawa dosa besar tanpa taubat.
Para ulama menjelaskan bahwa berat atau ringannya sakaratul maut merupakan awal balasan sesuai keadaan iman dan amal seseorang.
2. Fase Perjalanan Ruh Menembus Langit
Setelah ruh keluar dari jasad, perjalanan berikutnya dimulai menuju langit bersama para malaikat. Pada tahap ini sudah tampak perbedaan perlakuan terhadap ruh mukmin dan ruh kafir.
Ruh Orang Mukmin
Menurut hadits Al-Bara' bin 'Azib: Ruh dibungkus menggunakan kain kafan dari surga. Ruh diberi wewangian terbaik dari surga. Malaikat membawa ruh naik melewati langit pertama hingga langit ketujuh.
Di setiap lapisan langit, para malaikat bertanya, "Ruh siapakah yang harum ini?"
Para malaikat pengiring menjawab dengan menyebut nama terbaik yang dahulu digunakan ketika hidup di dunia. Setiap pintu langit dibukakan sebagai bentuk penghormatan kepada ruh tersebut.
Sesampainya di langit tertinggi, Allah SWT berfirman: "Tuliskan catatan hamba-Ku di Illiyyin."
Illiyyin dipahami para ulama sebagai tempat tertinggi bagi catatan amal orang-orang saleh sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 18–21.
Ruh Orang Kafir
Ruh mengeluarkan bau yang sangat busuk. Para malaikat langit mengenali bau tersebut. Ketika hendak memasuki langit, pintu-pintu langit tidak dibukakan. Keadaan ini sesuai firman Allah:
"Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit." (QS. Al-A'raf: 40). Allah kemudian memerintahkan: "Tuliskan catatannya di Sijjin."
Sijjin dijelaskan sebagai tempat catatan amal orang-orang durhaka yang berada pada kedudukan sangat rendah sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muthaffifin ayat 7–9.
Setelah itu ruh dilempar kembali menuju bumi untuk memasuki alam kubur.
3. Fase Kembalinya Ruh ke Jasad dan Fitnah Kubur
Tahapan berikutnya dimulai setelah proses pemakaman selesai.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa mayit bahkan masih mendengar suara sandal orang-orang yang meninggalkan pemakaman.
Pada saat itulah Allah mengembalikan hubungan antara ruh dengan jasad dalam bentuk yang hanya diketahui oleh Allah. Hubungan ini bukan seperti kehidupan dunia, tetapi cukup untuk menjalani kehidupan alam barzakh.
Selanjutnya datang dua malaikat yang dikenal dengan nama Munkar dan Nakir. Mereka mengajukan tiga pertanyaan pokok:
• Siapa Rabbmu?
• Apa agamamu?
• Siapa nabimu?
Menurut Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dalam Ebook Siksa Kubur Sebuah Aqidah yang Absolut, pertanyaan ini bukan sekadar ujian hafalan.
Jawaban seseorang merupakan buah dari akidah yang benar, keimanan yang kokoh, amal saleh, dan istiqamah selama hidup. Karena itu, orang yang sekadar mengetahui Islam secara teori tetapi tidak mengamalkannya bisa saja gagal menjawab.
Adapun orang beriman akan diberikan keteguhan oleh Allah sehingga mampu menjawab dengan benar. Allah berfirman, yang artinya: "Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh..." (QS. Ibrahim: 27)
4. Fase Keputusan: Nikmat atau Azab Barzakh
Sesudah interogasi selesai, keputusan langsung diberikan tanpa menunggu hari kiamat.
Bagi Orang Beriman
Berdasarkan hadits Al-Bara' bin 'Azib, kuburnya dilapangkan sejauh mata memandang, dipenuhi cahaya, diberi permadani dari surga, dibukakan pintu menuju surga, memperoleh hembusan angin dan aroma surga, amal salehnya datang dalam rupa seorang lelaki yang tampan, berpakaian indah, dan berbau harum.
Lelaki itu berkata, "Akulah amal salehmu."
Ruh mukmin kemudian berharap agar kiamat segera datang karena telah melihat balasan yang dijanjikan Allah.
Bagi Orang Kafir atau Pendosa
kuburnya disempitkan hingga tulang-belulang saling berhimpitan, dibukakan pintu menuju neraka, merasakan panas dan bau neraka, amal buruk menjelma menjadi sosok yang buruk rupa dan berbau busuk, dipukul dengan palu besi sehingga menjerit keras; jeritannya didengar seluruh makhluk kecuali manusia dan jin.
Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan adanya berbagai bentuk azab kubur sesuai dosa yang dilakukan ketika hidup, meskipun rincian bentuk-bentuk azab tersebut berbeda tingkat kesahihannya sehingga perlu merujuk pada hadits-hadits yang sahih.
5. Fase Menyaksikan Tempat Kembali Setiap Hari
Tahapan terakhir di alam barzakh berlangsung hingga Allah membangkitkan seluruh manusia pada hari kiamat. Selama masa penantian tersebut, ruh terus diperlihatkan tempat tinggal akhirnya.
Berdasarkan hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, setiap pagi dan petang, ruh mukmin diperlihatkan tempatnya di surga, adapun ruh orang kafir diperlihatkan tempatnya di neraka.
Bagi orang beriman, pemandangan itu menjadi kabar gembira yang terus menumbuhkan kerinduan bertemu Allah dan memasuki surga secara sempurna.
Sebaliknya, bagi orang kafir dan orang yang mendapat azab, pemandangan tersebut menjadi penyesalan yang terus berulang. Mereka mengetahui secara pasti tempat kembali mereka, tetapi tidak memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki amal.
Abu Asma Andre menjelaskan bahwa keadaan ini menunjukkan bahwa alam barzakh bukan sekadar masa penantian pasif. Ruh telah mulai merasakan konsekuensi dari kehidupan dunia, baik berupa kenikmatan maupun siksaan, hingga datang hari kebangkitan. Inilah sebabnya para ulama menyebut alam barzakh sebagai awal dari kehidupan akhirat, tempat setiap manusia mulai menuai hasil dari iman, amal, dan pilihan hidupnya ketika masih berada di dunia.
Hikmah Mengetahui Apa yang Terjadi Pada Ruh Setelah Kematian
1. Menebalkan Keyakinan pada Hal Gaib: Mengimani rute gaib perjalanan ruh ini adalah manifestasi keimanan yang paripurna terhadap kebenaran Al-Qur'an dan sunnah Nabi.
2. Membangkitkan Semangat Bertaubat (Taubatan Nasuha): Mengetahui bahwa siksaan bisa langsung terjadi akibat dosa yang tertumpuk membuat hamba menyegerakan permohonan ampun sebelum maut tiba.
3. Melatih Diri untuk Istiqamah Beribadah: Menyadari bahwa shalat, puasa, dan zakat kelak akan hidup dan menjaga ruh dari siksa kubur, sehingga mendorong disiplin spiritual yang tinggi.
4. Menghancurkan Sifat Materialistis (Hubbud Dunya): Harta, jabatan, dan kekuasaan tidak akan menemani ruh saat naik ke langit maupun saat berada di dalam liang lahat, sehingga melatih sifat zuhud.
5. Merajut Ukhuwah Lintas Dimensi: Memotivasi umat Islam untuk terus berbakti kepada orang tua atau sahabat yang telah tiada melalui sedekah jariyah, ziarah kubur, dan doa berkelanjutan yang sangat dinantikan oleh para arwah.
Â
Pertanyaan Seputar Perjalanan Ruh Setelah Meninggal
1. Ke mana perginya ruh setelah seseorang meninggal?
Ruh yang telah dicabut akan dibawa naik melintasi langit untuk dicatat amalannya (ke 'Illiyyin bagi mukmin atau ditolak ke Sijjin bagi kafir), lalu dikembalikan ke jasadnya di alam kubur (barzakh) untuk menjalani ujian pertanyaan dari malaikat.
2. Apakah ruh orang yang meninggal bisa mendengar?
Ya. Berdasarkan hadits sahih, sesaat setelah dikuburkan, ruh yang telah dikembalikan ke jasad mampu mendengar dengan jelas derap langkah kaki atau suara sandal orang-orang yang beranjak meninggalkannya di pemakaman.
3. Bagaimana kondisi ruh orang jahat atau kafir saat dicabut?
Malaikat maut turun dengan wujud menakutkan, membentak dengan keras, lalu mencabut nyawanya dengan sangat kasar dan menyakitkan, layaknya mencabut besi berduri dari bulu domba yang basah, hingga memutus urat-urat nadinya.
4. Apakah arwah-arwah di alam barzakh saling bertemu?
Ya, arwah orang-orang yang beriman diberikan kelonggaran oleh Allah SWT untuk saling berkunjung dan akan menyambut dengan gembira ruh kerabatnya yang baru saja meninggal dunia untuk saling bertukar kabar.
5. Apa yang bisa membantu ruh melewati masa-masa sulit di alam kubur?
Selain tauhid yang bersih, amalan sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, rutinitas membaca Surah Al-Mulk, serta doa, tahlil, dan hadiyuwan (hadiah pahala bacaan Qur'an) dari orang hidup sangat efektif melapangkan dan menenangkan ruh di sana.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5018343/original/061776200_1732336344-apa-itu-alam-kubur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306058/original/007260600_1784855925-403291.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306045/original/057827700_1784848693-20260723_170042.jpg)