Menhaj Bocorkan Kuota Haji Indonesia 2027

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) siap mengantisipasi penambahan kuota dari sisi operasional.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 00:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengungkap kuota haji Indonesia untuk 2027 berpeluang bertambah. Meski pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan angka resmi, dokumen awal yang diterima Indonesia mengindikasikan kuota tidak akan berkurang dari tahun ini.

Irfan mengatakan, Arab Saudi belum menyampaikan besaran kuota secara resmi pada setiap negara peserta haji. Namun, pemerintah diminta mulai mempersiapkan penyelenggaraan berdasarkan alokasi kuota yang berlaku saat ini.

“Kuota haji belum disampaikan secara jelas, tapi di dalam dokumen itu diperkirakan bahwa persiapkan haji sesuai dengan angka tahun ini secara negara,” kata Irfan pada tim Media Center Haji di Makkah, Minggu, 31 Mei 2026.

Berdasarkan petunjuk awal tersebut, pemerintah optimistis jumlah kuota jemaah Indonesia tetap terjaga. Bahkan, peluang penambahan kuota masih terbuka jika Arab Saudi melakukan penyesuaian kebijakan.

“Insya Allah nggak akan berkurang, bahkan ada kemungkinan (kuota) tiba-tiba muncul tambahan,” ujarnya.

Irfan menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) siap mengantisipasi penambahan kuota dari sisi operasional. Persiapan layanan, akomodasi, transportasi, dan pembinaan jemaah telah menjadi bagian dari perencanaan yang disusun jauh sebelum musim haji berikutnya.

Berdampak ke Anggaran Haji

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penambahan kuota akan berdampak pada kebutuhan anggaran penyelenggaraan haji. Karena itu, pemerintah juga harus memastikan dukungan pembiayaan yang memadai.

Irfan mengungkap, tim penyelenggara haji sudah mulai menyusun rancangan operasional untuk musim haji 2027. Pemerintah juga mulai menyiapkan gambaran besar penyelenggaraan haji 2028 mengingat proses perencanaan yang semakin panjang.

Menurut dia, tantangan terbesar saat ini bukan hanya kuota, namun juga kenaikan berbagai komponen biaya yang memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji. Upaya efisiensi telah dilakukan di sejumlah sektor, namun ruang penghematan dinilai semakin terbatas.

“Kita sudah mengefisienkan di beberapa titik, sepertinya efisiensinya sudah mentok,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara biaya yang dibebankan pada jemaah dan kualitas layanan yang diberikan. Fokus utama penyelenggaraan haji 2027, kata Irfan, adalah meningkatkan mutu pelayanan tanpa mengorbankan kenyamanan jemaah.

Selain membahas kuota tahun depan, pemerintah juga mulai mencermati dampak kebijakan Saudi Vision 2030 yang menargetkan peningkatan jumlah jemaah haji dunia hingga sekitar 5 juta orang. Jika target tersebut tercapai, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan kuota yang jauh lebih besar dibanding saat ini.

“Kalau kita anggap dua kali lipat, berarti kemungkinan bagian (kuota haji Indonesia) juga akan (bertambah) dua kali lipat,” tandasnya.