Liputan6.com, Jakarta - Di era modern, menjaga keikhlasan amal merupakan tantangan besar. Di era digital di mana pamer dan ujub di media sosial jadi hal yang mudah didapati, kultum singkat tentang sedekah diam-diam yang penuh keberkahan hadir sebagai pengingat berharga.
Bersedekah rahasia atau sedekah sirr adalah amalan mulia yang sangat dianjurkan. Praktik ini ampuh mematikan sifat pamer dan riya'. Hati menjadi tenang karena penilaian murni hanya bergantung pada ridha Sang Pencipta. Umat Islam diajak merenungi kembali esensi keikhlasan dalam memberi.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Madarij As-Salikin menjelaskan bahwa amal yang disembunyikan akan terbebas dari penyakit hati dan menjaga martabat penerima. Ini selaras dengan QS. Al-Baqarah ayat 271, di mana menyembunyikan sedekah bernilai jauh lebih baik dan menggugurkan dosa.
Advertisement
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah 6 contoh kultum singkat tentang sedekah diam-diam yang penuh keberkahan.
Contoh Kultum 1: Keutamaan Ikhlas di Tengah Badai Validasi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil 'alamin, washalatu wassalamu 'ala asyrofil anbiyaa-i wal mursalin, wa 'ala alihi washohbihi ajma'in. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Kaum muslimin rahimakumullah, kita hidup di era digital di mana hampir setiap detik kehidupan didokumentasikan. Kebiasaan pamer atau yang lazim disebut flexing di media sosial telah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat. Segala pencapaian, harta, hingga ibadah rentan dipajang demi sebuah pengakuan, pujian, atau sekadar meraih banyak tombol like.
Padahal, Islam mengajarkan sebuah amalan mulia yang justru mensyaratkan kerahasiaan untuk mencapai puncak keberkahan, yaitu sedekah diam-diam. Sedekah semacam ini adalah penawar dari racun pamer yang dapat menggerogoti dan merusak keikhlasan hati manusia.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 271:
إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ.
Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." Ayat ini menegaskan bahwa sedekah yang dirahasiakan memiliki derajat kebaikan yang jauh lebih tinggi.
Keutamaan terbesar dari sedekah diam-diam adalah kemampuannya dalam menjaga kemurnian niat dan melatih keikhlasan tingkat tinggi. Saat kita beramal tanpa ada satu pun manusia yang tahu, kita sedang mematikan ego dan hawa nafsu yang selalu merasa haus akan pujian.
Di era modern ini, mempraktikkan sedekah diam-diam sebenarnya sangat dimudahkan oleh teknologi. Kita bisa mentransfer donasi tanpa mencantumkan nama, mengisi kotak amal masjid tanpa merekamnya, atau membelikan makanan secara anonim untuk orang lain melalui aplikasi daring.
Kesimpulannya, mari kita jadikan sedekah diam-diam sebagai investasi rahasia yang murni antara kita dengan Sang Pencipta. Biarlah dunia maya tidak mengenal kita sebagai sosok dermawan, asalkan nama kita dielu-elukan oleh penduduk langit.
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari sifat riya' dan pamer, jadikanlah setiap sedekah dan amal ibadah kami murni semata-mata mengharap ridha-Mu, serta jadikanlah hal tersebut sebagai penggugur dosa-dosa kami. Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Advertisement
Kultum 2: Mendapat Naungan Allah di Hari Kiamat
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.
Hadirin yang dirahmati Allah, di tengah tren membuat konten berbau sedekah yang sering viral di media sosial, banyak orang berlomba-lomba membagikan momen berbaginya. Meski dengan dalih ingin menginspirasi, hal ini perlahan bisa menggeser niat tulus menjadi hasrat untuk mencari followers dan popularitas semu semata.
Islam memiliki solusi indah untuk menjaga hati kita tetap lurus, yakni melalui amalan sedekah yang disembunyikan rapat-rapat. Amalan ini bukan sekadar tentang besaran harta yang diberi, tetapi tentang kesungguhan membuktikan cinta kepada Allah tanpa butuh saksi dari manusia.
Rasulullah SAW bersabda mengenai tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat, yang salah satunya adalah:
وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ.
Artinya: "...dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu ia menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Penjelasan kiasan ini sangat luar biasa, menunjukkan betapa rahasianya amal tersebut hingga anggota tubuhnya sendiri diibaratkan tidak tahu.
Keutamaan luar biasa dari amalan ini adalah mendapatkan naungan langsung dari Allah di Padang Mahsyar kelak. Saat matahari didekatkan sejengkal dan manusia tenggelam dalam keringat kepanasan, orang yang istiqamah bersedekah diam-diam akan berteduh dengan nyaman atas izin-Nya.
Oleh karena itu, di zaman di mana screenshot bukti transfer donasi mudah sekali diunggah ke status WhatsApp atau Instagram, mari kita tahan jari-jari kita. Cukuplah riwayat transaksi itu menjadi rahasia di layar ponsel kita pribadi dan tercatat di buku amal malaikat.
Akhir kata, mari kita biasakan beramal dalam sunyi agar tidak mengurangi nilai pahalanya. Biarlah kebaikan kita tidak pernah masuk ke beranda atau FYP di media sosial, karena yang terpenting adalah ia mendapatkan tempat terbaik di hadapan Allah SWT.
Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk menyembunyikan amal kebaikan kami sebagaimana kami menyembunyikan aib-aib kami, dan lindungilah kami di hari di mana tiada naungan selain naungan-Mu. Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kultum 3: Meredam Murka Allah dengan Amal Rahasia
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji milik Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada kita, tak lupa shalawat serta salam senantiasa terlimpah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW.
Jamaah sekalian, media sosial saat ini dipenuhi dengan berbagai konten hiburan dan gaya hidup mewah yang terkadang melenakan kita dari mengingat Allah. Banyak orang menghabiskan waktunya berjam-jam untuk mencari pengakuan di dunia maya, hingga tanpa sadar terjerumus dalam maksiat yang memancing murka Ilahi.
Untuk meredam dosa-dosa yang mungkin tidak kita sadari setiap harinya di era digital ini, ada satu senjata rahasia yang sangat dianjurkan oleh agama. Senjata itu adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yang kehebatannya diakui secara langsung oleh lisan mulia Rasulullah.
Beliau bersabda dalam sebuah hadits yang mulia:
إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى.
Artinya: "Sesungguhnya sedekah secara rahasia dapat memadamkan murka Tuhan yang Maha Suci dan Maha Tinggi." (HR. At-Thabrani). Makna dari hadits ini adalah bahwa amal kebaikan yang jauh dari sorotan mata manusia memiliki daya tembus spiritual yang kuat untuk mendatangkan ampunan.
Keutamaan meredam murka Allah ini sangat logis, karena orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi telah berhasil menundukkan penyakit kesombongannya. Allah sangat membenci sifat sombong, dan sebaliknya, Allah sangat mencintai hamba yang tawadhu serta ikhlas dalam berbagi rezeki.
Praktik terbaik di masa kini adalah dengan mengirimkan bantuan kepada panti asuhan, yayasan, atau tetangga yang membutuhkan dengan sengaja menutupi identitas. Kita bisa menggunakan perantara kurir pesanan atau menaruh paket bantuan secara diam-diam di depan pintu rumah kerabat yang sedang kesusahan.
Semoga kita bisa menjadi pahlawan tak berwajah bagi mereka yang sedang terjepit kesulitan ekonomi. Ingatlah dengan sungguh-sungguh bahwa sebuah kebaikan tidak pernah membutuhkan panggung manusia untuk bisa mengantarkan pelakunya ke surga.
Ya Allah, padamkanlah murka-Mu kepada kami dengan setiap tetes sedekah rahasia yang kami keluarkan, dan bimbinglah langkah kami untuk terus istiqamah beramal dalam keheningan demi mengharap ridha-Mu. Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Advertisement
Kultum 4: Menjaga Kehormatan Penerima Sedekah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah wa syukurillah atas nikmat iman dan Islam, shalawat dan salam kita haturkan kepada panutan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Kaum muslimin wal muslimat, belakangan ini sangat marak konten kreator yang memberikan bantuan uang tunai atau sembako kepada masyarakat miskin di jalanan, namun dibarengi dengan sorotan kamera yang merekam ekspresi menangis sang penerima. Sadar atau tidak, tindakan ini seringkali melukai harga diri dan kehormatan mereka demi sebuah monetisasi tontonan.
Islam memandang setiap manusia dengan sangat mulia dan mengatur adab memberi agar kita tidak merendahkan martabat sesama ciptaan Tuhan. Sedekah diam-diam merupakan bentuk penghormatan paling tinggi kepada si miskin, karena membebaskan mereka dari rasa malu dan beban mental di hadapan publik.
Allah memperingatkan kita dengan tegas dalam QS. Al-Baqarah ayat 264:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ.
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." Ayat ini melarang keras perbuatan memberi lalu mengungkitnya atau mempermalukan si penerima, yang kini sering terjadi melalui publikasi tanpa izin.
Keberkahan sedekah diam-diam terletak pada terjaganya ukhuwah atau persaudaraan dan terhindarnya si penerima dari rasa utang budi di hadapan masyarakat. Ketika kita memberi tanpa ada pihak lain yang mengetahui, si penerima hanya akan menggantungkan rasa syukur dan harunya kepada Allah semata.
Di era yang serba transparan ini, kita bisa menerapkan adab agung ini dengan cara membelikan token listrik tetangga diam-diam, melunasi utang orang lain tanpa sepengetahuannya, atau membayarkan SPP anak yatim langsung kepada pihak sekolah.
Mari kita renungkan dan perbaiki kembali adab kita dalam menyalurkan harta. Jangan sampai niat baik bersedekah justru mengalirkan dosa karena kita lebih mementingkan pembuatan konten viral daripada menjaga kehormatan saudara kita.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang mampu menjaga lisan dan sikap kami saat menyalurkan bantuan, serta muliakanlah saudara-saudara kami yang saat ini sedang diuji dengan kesulitan ekonomi. Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kultum 5: Terhindar dari Penyakit Riya' di Era Digital
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah yang menggenggam segala kebaikan. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada utusan-Nya yang mulia, Nabi Muhammad SAW.
Hadirin wal hadirat yang berbahagia, saat ini kita sedang menghadapi ujian peradaban berupa keterikatan yang luar biasa terhadap gawai pintar dan media sosial. Kebiasaan mengunggah segala aktivitas demi mendulang pujian virtual telah menyuburkan penyakit hati kuno namun sangat mematikan di era modern, yaitu riya' atau pamrih.
Riya' layaknya parasit tak kasat mata yang akan memakan habis pahala ibadah kita tanpa sisa, termasuk saat kita bersedekah. Oleh sebab itu, melatih diri bersedekah secara diam-diam menjadi tameng paling ampuh untuk mematikan bibit-bibit kesombongan dari niat kita.
Rasulullah SAW telah memperingatkan bahaya hal ini dalam sabdanya:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ، قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ.
Artinya: "Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya, 'Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Riya'." (HR. Ahmad). Riya' disebut sebagai syirik kecil karena pada saat kita beramal karena ingin dipuji manusia, kita sedang memalingkan niat yang seharusnya murni dipersembahkan untuk Allah.
Menyembunyikan amalan sedekah memiliki keutamaan sebagai terapi spiritual tingkat tinggi yang akan langsung mengobati hati dari sifat pamer. Dengan memaksa diri untuk merahasiakan amal, kita mengedukasi batin kita bahwa penilaian manusia itu sejatinya hampa dan tidak akan mendatangkan keselamatan di akhirat.
Saat jari-jemari kita tergoda untuk memfoto kuitansi donasi guna diunggah di status, segeralah beristighfar, urungkan niat tersebut, dan simpan ponsel Anda ke dalam saku. Biarkan malaikat Raqib saja yang sibuk mendokumentasikan kebaikan Anda ke dalam catatan amal, tanpa perlu pengakuan dari dunia maya.
Sebagai penutup kultum ini, marilah kita periksa dan bersihkan kembali setiap helaan niat ibadah kita. Cukupkanlah Allah Yang Maha Melihat sebagai satu-satunya pemirsa dan saksi tunggal atas sedekah yang kita dermakan.
Ya Allah, jauhkanlah relung hati kami dari penyakit riya', sum'ah, dan bangga diri, serta tetapkanlah hati kami dalam keikhlasan yang sesungguhnya setiap kali kami menafkahkan sebagian rezeki titipan-Mu. Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Advertisement
Kultum 6: Pahala Berlipat Ganda yang Tak Terduga
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu menyertai tuntunan hidup kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan seluruh pengikutnya.
Jamaah yang dirahmati Allah, seringkali godaan yang datang saat kita enggan memamerkan kebaikan di media sosial adalah munculnya bisikan bahwa amal kita sia-sia dan kurang diapresiasi. Kultur zaman sekarang seolah mendikte logika kita bahwa apa yang tidak diabadikan dan tidak viral, berarti peristiwa itu tidak pernah terjadi.
Tentu saja pemikiran tersebut sangat keliru dan berbahaya dalam kacamata akidah Islam. Berbuat baik dalam senyap, seperti bersedekah secara diam-diam, justru merupakan tabungan ganjaran super yang sedang dilipatgandakan pertumbuhannya oleh Allah dengan takaran yang tak terhingga.
Mari kita merenungi dan membedah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ.
Artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki." Ayat ini memaparkan skema matematika langit yang sangat luar biasa bagi jiwa-jiwa yang ikhlas berderma.
Amal yang dirahasiakan sepenuhnya ibarat benih unggul yang ditanam sangat dalam di tanah yang gembur nan subur. Meskipun keberadaannya tak tertangkap oleh mata manusia di atas permukaan tanah, ia akan tumbuh merambat dengan akar kuat, menyerap keberkahan diam-diam, hingga memanen pahala tujuh ratus kali lipat di akhirat kelak.
Di era modern ini, kita selalu dihadapkan pada dua simpang pilihan: menjadi selebritas kebaikan di dunia maya yang rawan riya', atau menjadi kekasih Allah yang disayangi di dunia dan akhirat tanpa harus terkenal. Memilih menyembunyikan sedekah adalah jalan pintas menuju ganjaran berlipat ganda karena kualitasnya murni tiada cela.
Oleh karena itu, mari ubah pola pikir kita mulai dari sekarang. Biarkan kebaikan itu mengendap menjadi rahasia, sebab sebaik-baik kejutan adalah ketika kita terperangah melihat tumpukan pahala raksasa di akhirat hasil dari sedekah kecil yang kita tutupi rapat-rapat di dunia.
Ya Allah, limpahkanlah keberkahan atas sedikit harta yang Engkau titipkan ini, jadikanlah kami hamba yang sangat gemar berinfak di jalan-Mu secara sembunyi-sembunyi, dan lipatgandakanlah ganjarannya sebagai bekal pulang kami kelak. Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Berbahayakah jika kita bersedekah diam-diam?
Para ulama menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan disebutkan bahwa sedekah yang dilakukan secara tersembunyi dapat dilipatgandakan pahalanya hingga 70 kali dibandingkan sedekah yang dilakukan secara terbuka.
3 sedekah yang paling utama?
Dari berbagai bentuk sedekah, terdapat 3 sedekah yang paling utama, yaitu sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir, sedekah yang diberikan secara sembunyi-sembunyi, serta sedekah yang dilakukan ketika kondisi sulit.
Menurut QS Al Baqarah ayat 264, apa yang merusak pahala sedekah?
Janganlah kamu merusak yaitu menghilangkan pahala sedekahmu de-ngan menyebut-nyebutnya di hadapan yang diberi dan menyakiti perasaan penerima, baik dengan ucapan maupun perbuatan.
Hadits tentang sedekah diam-diam?
Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu.
3 Contoh sedekah yang Tidak Diterima Allah?
Jenis Sedekah yang Tidak Dibolehkan Dalam IslamSedekah Orang Memiliki Hutang. Sedekah berarti memberikan sesuatu kepada orang lain, baik dalam bentuk barang maupun harta. ...2. Sedekah Dari Harta Haram. Dilarang bersedekah menggunakan uang hasil curian, Sumber: pikiran-rakyat.com. ...3. Sedekah Selain Untuk Allah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4388517/original/001234500_1681082879-volunteer-giving-box-with-donations-another-volunteer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9133935/original/022673500_1783073947-AP26184046344844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246766/original/006828700_1669910509-AP22335568653043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187902/original/089581000_1595477323-eid-al-fitr-concept-with-people-eating-table_23-2147799467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243317/original/021005100_1749101371-20250605-Wukuf_di_Arafah-AFP_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6196071/original/033486800_1779075609-Gemini_Generated_Image_qgai7cqgai7cqgai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510371/original/062995600_1771826998-medium-shot-people-celebrating-eid-al-fitr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6140208/original/041212600_1779022943-Foto_tenda-tenda_jemaah_di_Mina_saat_dilihat_pada_27_April_2026.__Liputan6.com_Asnida_Riani_Media_Center_Haji_2026__.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2335808/original/046475500_1534762020-Jamaah-Haji8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)