Kesalahan Umum yang Dilakukan Jemaah Haji Saat Ambil Miqat Umrah Sunah

Demi menjaga kondisi fisik, jemaah haji dibatasi maksimal 3 kali umrah sunah.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 22:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat, banyak jemaah haji lupa membaca niat saat mengambil miqat umrah sunah. Kondisi itu terjadi karena sebagian jemaah datang tanpa pendamping dan belum memahami tata cara manasik dengan baik.

Ketua Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Erti Herlina menjelaskan, jemaah kerap datang ke lokasi miqat, seperti Tan’im, tepatnya di Masjid Sayyidah Aisyah, hanya untuk salat sebelum melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram. Namun, mereka lupa berniat umrah sejak dari lokasi miqat.

“Ketika mau melakukan umrah sunah, kita membaca niatnya dari sini. Tapi bagi para jemaah haji yang tidak memahami manasik, kadang ke sini hanya untuk salat, setelah itu berangkat ke Haram,” kata dia pada tim Media Center Haji di Tan’im, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menegaskan, niat umrah harus dibaca sebelum meninggalkan area miqat. Jika tidak, jemaah hanya memperoleh ibadah tawaf sunah saat tiba di Masjidil Haram.

“Jangan hanya karena dekat bolak-balik tanpa tahu ilmunya, akhirnya mereka tetap hanya tawaf sunah yang didapatkan, tidak mendapatkan niat umrahnya,” ujarnya.

Tan’im menjadi lokasi miqat favorit jemaah haji Indonesia karena jaraknya hanya sekitar 7,5 kilometer dari Masjidil Haram atau sekitar 15 menit dari hotel jemaah. Pemerintah Arab Saudi juga menyediakan bus gratis dari Tan’im menuju Masjidil Haram.

Kondisi tersebut membuat banyak jemaah memilih berulang kali mengambil miqat untuk melaksanakan umrah sunah. Namun, petugas mengimbau jemaah membatasi umrah sunah maksimal tiga kali demi menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Selain persoalan niat, jemaah tanpa pendamping juga kerap tersesat di area Tan’im, terutama saat kondisi mulai padat menjelang malam hari. Petugas menyebut, banyak jemaah kesulitan menemukan rombongan karena kawasan miqat dipenuhi pengunjung dari berbagai negara.

Tan’im merupakan lokasi miqat bagi penduduk Makkah dan jemaah yang hendak melaksanakan umrah. Tempat itu mulai digunakan sejak Aisyah mengambil miqat atas perintah Nabi Muhammad SAW saat Haji Wada.