Cara Mudah Jemaah Haji Kirim Langsung Oleh-oleh dari Makkah ke Indonesia

Tapi perlu diingat ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi dan tarif yang dibayarkan.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 00:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jemaah haji Indonesia kini tidak perlu lagi memadati koper dengan oleh-oleh sebelum pulang ke Tanah Air. Pasalnya, Pos Indonesia mulai mengoperasikan layanan kargo haji di Arab Saudi untuk melayani pengiriman barang langsung dari Makkah maupun Madinah ke Indonesia.

Layanan tersebut menawarkan tarif mulai 23 riyal per kilogram dengan estimasi pengiriman 7 hingga 14 hari melalui jalur udara. Kehadiran layanan itu menjadi solusi bagi jemaah yang membawa banyak barang bawaan atau khawatir melebihi batas bagasi pesawat saat kepulangan.

Koordinator Bisnis Petugas Kargo Haji Pos Indonesia 2026, Tangkas Wibowo, mengatakan layanan kargo haji disiapkan khusus untuk membantu jemaah mengirim oleh-oleh khas Tanah Suci tanpa harus repot membawa sendiri.

“Kami hadir di musim haji 2026 melayani jemaah haji untuk pengiriman barang-barang, mungkin oleh-oleh, ke Indonesia dengan waktu 7 sampai 14 hari,” kata Tangkas saat diwawancarai Media Center Haji 2026, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan, tarif 23 riyal per kilogram berlaku untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, terdapat penyesuaian harga untuk sejumlah daerah dengan jalur distribusi lebih jauh.

Pengiriman ke Sulawesi Utara dan Gorontalo dikenakan tarif 25 riyal per kilogram, sedangkan Ambon dan Papua sebesar 30 riyal per kilogram.

Menurut Tangkas, Pos Indonesia saat ini telah membuka layanan pengiriman di Madinah dan mulai memperluas layanan di Makkah seiring meningkatnya kedatangan jemaah dari Madinah maupun kloter gelombang kedua dari Indonesia.

Pos Indonesia menargetkan setiap sektor pemondokan jemaah di Makkah memiliki titik layanan sendiri agar jemaah lebih mudah mengakses pengiriman barang.

Selain membuka titik layanan di sektor pemondokan, Pos Indonesia juga menyediakan layanan penjemputan barang langsung dari hotel jemaah sesuai kesepakatan dengan petugas lapangan. Layanan tersebut disiapkan untuk membantu jemaah lanjut usia maupun mereka yang kesulitan membawa barang ke lokasi pengiriman.

 

Bebas Bea Masuk dengan Ketentuan

Tangkas mengatakan, tidak ada batas minimal berat barang yang dapat dikirim. Namun, Pos Indonesia menyarankan satu koli tidak melebihi 35 kilogram agar proses distribusi lebih aman dan mudah ditangani selama penerbangan.

Ia juga menjelaskan jemaah memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk untuk maksimal dua koli barang per nomor paspor dengan nilai kiriman di bawah 2.500 dolar Amerika Serikat. Fasilitas itu dinilai dapat membantu jemaah menghemat biaya tambahan saat barang tiba di Indonesia.

“Untuk nilai kiriman di bawah itu jemaah mendapatkan kuota dari Bea Cukai untuk free biaya masuk,” katanya.

Sejauh ini, barang yang paling banyak dikirim jemaah berupa makanan kering, kurma, sajadah, karpet kecil, air zamzam kemasan resmi, serta berbagai cenderamata khas Makkah dan Madinah. Untuk menjaga keamanan barang selama proses pengiriman, seluruh paket akan diperiksa ulang sebelum diberangkatkan.

“Kami di setiap titik pemberangkatan selalu mengecek kemasannya. Nanti kami kemas ulang atau kami perkuat kemasannya,” ujar Tangkas.

Pos Indonesia juga menyiapkan mekanisme klaim apabila ditemukan kerusakan atau kehilangan barang setelah paket diterima di Indonesia. Layanan kargo haji beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 waktu Arab Saudi, sementara contact center tetap bisa dihubungi di luar jam operasional.

Hingga pertengahan Mei 2026, layanan pengiriman dari Madinah telah berjalan sekitar 10 hari dengan total kiriman mencapai 60 hingga 70 ton. Sementara layanan penuh di sektor-sektor Makkah mulai beroperasi sejak 8 Mei 2026 bersamaan dengan meningkatnya arus kedatangan jemaah haji Indonesia ke Kota Suci.