Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, waktu Subuh bukan sekadar permulaan hari, melainkan momen yang sarat dengan keberkahan dan keistimewaan spiritual. Terdapat berbagai keutamaan mencari rezeki setelah subuh menurut hadits.
Rasulullah SAW sendiri secara langsung mendoakan umatnya agar mendapatkan keberkahan di waktu pagi, sebagaimana termaktub dalam hadis sahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Doa ini menjadi landasan keyakinan umat Islam bahwa memulai aktivitas, termasuk mencari rezeki, di waktu pagi adalah tindakan yang sangat dianjurkan dan penuh dengan kebaikan.
Merujuk ebook Waktu Subuh Perspektif Empat Imam Madzhab, Ruslan Fariadi AM, S.Ag, M.S.I, Jurnal Analisis keistimewaan shalat subuh perspektif al-qur‘an dan kesehatan, Muhammad Farhan Athallah dan Studi Komparatif Living Hadis Larangan Tidur setelah Subuh, Alwi Shobri dan Siti Maisyaroh serta berbagai literatur klasik lainnya, artikel ini akan mengupas keutamaan mencari rezeki setelah Subuh berdasarkan sejumlah hadis Nabi, dipadukan dengan pandangan para ulama dari berbagai mazhab.
Advertisement
1. Hadis tentang Al-Bukur dan Doa Rasulullah untuk Umatnya
Terminologi al-bukûr (البكور) dalam literatur Islam merujuk pada waktu pagi atau awal hari. Keistimewaan waktu ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi memiliki landasan dalil yang kuat dari Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Shakhr al-Ghamidi, beliau bersabda:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
Artinya: "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah; dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Shakhr al-Ghamidi sendiri, yang meriwayatkan hadis ini, adalah seorang pedagang yang sukses. Kebiasaannya mengirimkan barang dagangan di awal pagi membuatnya menjadi kaya raya. Dalam periwayatan disebutkan: "Shakhr adalah seorang pedagang yang sukses dan kaya raya sebab dirinya memiliki kebiasaan mengirim barang dagangan pada pagi hari."
Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa doa Rasulullah ﷺ bagi umatnya yang aktif di waktu pagi benar-benar dikabulkan oleh Allah SWT.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan makna hadis ini secara mendalam. Beliau berkata: "Doa Nabi ﷺ agar Allah memberkahi umatnya di waktu pagi, dini hari, waktu permulaan siang. Karena siang adalah waktu mencari nafkah (ma'asy), maka barangsiapa yang memulai pekerjaannya di awal siang niscaya akan mendapatkan keberkahan di dalamnya. Ini adalah perkara yang dapat disaksikan secara nyata, bahwa seseorang yang bekerja di awal siang akan merasakan keberkahan dalam pekerjaannya."
Hanya saja, kebanyakan manusia di zaman ini justru tidur di awal siang dan baru bangkit setelah matahari meninggi, sehingga kehilangan keberkahan yang terkandung pada permulaan hari itu. Al-'Utsaimin juga menyebutkan ungkapan bijak, "Pemimpinnya siang adalah awalnya," yang berarti bahwa kesuksesan suatu hari sangat ditentukan oleh bagaimana ia dimulai dari awal.
Hadis ini juga menegaskan praktik Rasulullah ﷺ yang selalu mengirimkan pasukannya di awal pagi, sebagaimana diriwayatkan: "Beliau jika mengutus ekspedisi atau pasukan, beliau memberangkatkannya di pagi hari." Kebiasaan ini menunjukkan bahwa memulai segala aktivitas—baik yang bersifat spiritual, perang, maupun ekonomi—di waktu pagi adalah sunnah yang dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Advertisement
2. Hadis tentang Larangan Tidur yang Melalaikan dari Mencari Rezeki
Salah satu hadis yang paling eksplisit dalam mendorong umat Islam untuk aktif setelah Subuh diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن طَلَبِ أرزاقكم
Artinya: "Apabila kalian telah selesai melaksanakan salat fajar (Subuh), janganlah kalian tidur yang menyebabkan kalian lalai dari mencari rezeki kalian." (HR. Thabrani).
Dari hadis ini, Syaikh al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa kebiasaan Rasulullah ﷺ setelah salat Subuh adalah berzikir dan beristighfar hingga matahari terbit, kemudian barulah beliau berjalan mencari rezeki.
Ini menunjukkan bahwa waktu setelah Subuh, sebelum matahari terbit, diisi dengan ibadah dan zikir, sementara aktivitas mencari rezeki secara fisik dimulai setelah matahari terbit. Namun, esensinya adalah bahwa waktu pagi secara keseluruhan tidak boleh disia-siakan dengan tidur.
Peringatan agar tidak tidur setelah Subuh juga ditemukan dalam nasihat para ulama dan praktik para sahabat. 'Urwah bin az-Zubair meriwayatkan bahwa ayahnya, az-Zubair bin al-'Awwam, melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi, dan 'Urwah sendiri mengatakan: "Sungguh jika aku mendengar bahwa seseorang tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya." (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih).
3. Hadis tentang Keutamaan Berzikir hingga Matahari Terbit
Salah satu hadis yang paling dahsyat keutamaannya adalah tentang pahala orang yang mengisi waktu setelah Subuh dengan zikir dan ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Artinya: "Barang siapa yang melaksanakan salat Subuh secara berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu melaksanakan salat dua rakaat (Dhuha), maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (HR. at-Tirmidzi, no. 586)
Hadis ini memiliki beberapa jalur periwayatan yang tidak bermasalah, sehingga statusnya adalah hasan li ghairihi (baik karena didukung oleh jalur-jalur lain). Beliau juga menjelaskan bahwa salat dua rakaat setelah matahari terbit (yaitu salat Dhuha) disunnahkan setelah matahari naik kira-kira setinggi tombak, sekitar 15 hingga 20 menit setelah terbit.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin ditanya tentang bagaimana mungkin pahala yang begitu besar bisa diperoleh dari amalan yang tampak sederhana. Beliau menjawab dengan prinsip fundamental.
Berdasarkan pandangan yang mengatakan hadis ini sahih, maka (ketahuilah bahwa) pahala itu tidak boleh dikiaskan (dengan logika manusia). Bisa jadi seseorang melakukan amalan yang sedikit tetapi diberikan pahala yang banyak. Hal ini karena pahala tersebut merupakan kurniaan Allah SWT, dikurniakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Hadis ini dengan jelas menunjukkan bahwa mengisi waktu antara Subuh dan terbit matahari dengan zikir dan ibadah adalah amalan yang sangat utama, bahkan setara dengan ibadah haji dan umrah. Dampaknya, waktu tersebut jelas tidak diisi dengan tidur yang melalaikan.
Advertisement
4. Hadis Waqtun Ghanimah
Salah satu ulama yang paling tegas dalam menyatakan makruhnya tidur setelah Subuh adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyah (wafat 751 H).
Dalam kitab Madarij as-Salikin (1:369), beliau menulis: "Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah salat Subuh hingga matahari terbit, karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (rampasan perang, yaitu waktu untuk meraih kebaikan yang banyak)."
Penggunaan istilah waqtun ghanimah (waktu rampasan perang) oleh Ibnu Qayyim menggambarkan betapa berharganya waktu tersebut.
Sebagaimana seorang pejuang tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil rampasan perang, demikian pula seorang muslim tidak boleh menyia-nyiakan waktu pagi yang penuh dengan kebaikan, keberkahan, dan peluang untuk meraih rezeki.
Dalam kitabnya yang lain, Zad al-Ma'ad fi Hadyi Khair al-'Ibad, Ibnu Qayyim juga menegaskan, tidur setelah Subuh mencegah rezeki, karena waktu Subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki.
Keistimewaan Waktu Subuh dalam Perspektif Islam
Para ulama dari berbagai mazhab memberikan perhatian besar terhadap waktu Subuh dan keberkahannya. Berikut adalah ringkasan pandangan mereka berdasarkan berbagai sumber:
1. Subuh sebagai Waktu yang Disaksikan Malaikat
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' [17]: 78: "Dirikanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelap malam, dan laksanakan pula salat Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."
Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian, dan mereka berkumpul saat salat Subuh dan Asar." (HR. Bukhari dan Muslim). Kehadiran para malaikat pada waktu Subuh menunjukkan betapa mulianya waktu ini.
2. Subuh sebagai Penyelamat dari Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk neraka seseorang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari (salat Subuh) dan sebelum tenggelamnya matahari (salat Ashar)." (HR. Muslim, no. 634)
Hadis ini memberikan jaminan keselamatan dari api neraka bagi mereka yang menjaga kedua salat tersebut dengan konsisten.
3. Keutamaan Salat Sunah Fajar (Qabliyah Subuh)
Dari Aisyah RA, Rasulullah ﷺ bersabda: "Dua rakaat fajar (salat sunah sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim, an-Nasa'i, at-Tirmidzi)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada salat sunah yang lebih diperhatikan Nabi SAW daripada dua rakaat salat sunah fajar." (Muttafaq 'alaih) Beliau juga bersabda: "Janganlah engkau tinggalkan kedua rakaat sunah fajar itu meskipun engkau dikejar oleh tentara berkuda." (HR. Abu Dawud dan Baihaqi)
4. Subuh sebagai Waktu Turunnya Keberkahan Rezeki
Syekh Abdul Ra'uf al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa sebagian orang-orang yang makrifat kepada Allah berkata, rutin salat Subuh berjamaah dapat memudahkan urusan dunia yang sulit. Rezeki zahir itu dibagikan setelah Subuh, sementara rezeki batin dibagikan setelah Asar dan Isya.
5. Subuh sebagai Waktu yang Penuh Kebaikan (Waktu Ghanimah)
Sebagaimana telah dikutip dari Ibnu Qayyim, waktu setelah Subuh hingga terbit matahari disebut sebagai waqtun ghanimah, waktu memanen kebaikan yang banyak.
Para ulama salaf sangat membenci tidur di waktu ini karena mereka memahami betapa berharganya setiap detik yang berlalu di pagi hari. Zubair bin al-'Awwam, sahabat Nabi yang terkenal, melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi.
Advertisement
People also Ask:
Setelah sholat subuh baca surat apa agar rezeki lancar?
Ringkasan AISetelah shalat Subuh, amalan utama untuk melancarkan rezeki adalah membaca Surat Al-Waqi'ah. Selain itu, sangat dianjurkan membaca Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta memperbanyak Dzikir Pagi dan doa memohon rezeki yang berkah.
3 Keutamaan sedekah subuh?
Ada banyak keutamaan sedekah subuh yang luar biasa apabila kita bisa mengamalkannya. Tidak hanya untuk kelancaran rezeki, tetapi juga keberkahan dan ketenangan hati. “Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Qur'an bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntunmu”.
Apa hadist yang menunjukkan bahwa shalat rawatib 2 rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya?
Hadis yang kedua tentang Sunnah Rawatib sebelum Subuh, “Dua rakaat sunnah sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Shahih Muslim, Hadits No. 725).
Apakah benar tidur setelah subuh menghambat rezeki?
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata, . “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4455529/original/001258300_1686047210-20230602_131014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5607554/original/072347400_1778178275-Kakorlantas_Media.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5597710/original/035212500_1778159192-IMG-20260507-WA0002_1.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4437659/original/087344800_1684829069-5452136.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)