Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal tak sebatas momen perayaan kemenangan pasca-Ramadan, melainkan titik awal untuk mempertahankan ritme ibadah bersama orang terdekat. Momentum liburan ini sangat ideal untuk menghidupkan berbagai amalan keluarga muslim di bulan Syawal yang mampu memperkuat keimanan. Sayangnya, euforia Idul Fitri dan Syawal terkadang membuat target ibadah kolektif ini sedikit terabaikan.
Merujuk ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal, terbitan Qur'an Pro Academy Islam sangat menganjurkan pemeliharaan ukhuwah secara komunal. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi" (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan amal kebaikan bersama keluarga, sekaligus menjauhi larangannya secara bersama-sama pula. Berikut ini adalah 15 amalan keluarga muslim di bulan Syawal yang memperkuat iman, sekaligus mempererat hubungan dan menciptakan keharmonisan dalam keluarga.
Advertisement
Berikut adalah amalan-amalan yang dapat dilakukan keluarga muslim sepanjang bulan Syawal, mulai dari malam Idulfitri hingga akhir bulan:
Amalan Menjelang dan Hari Raya Idulfitri:
1. Bertakbir Bersama Keluarga Sejak Malam Raya
Takbir Idulfitri adalah syiar Islam yang paling menonjol di awal Syawal. Sayangnya, banyak keluarga yang melewatkan momen ini tanpa menghidupkannya bersama.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:Â "...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (hari Ramadan) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur."Â Ayat ini menjadi landasan pensyariatan takbir di Hari Raya.
Hadits Rasulullah SAW: "Hiasilah hari raya kamu dengan takbir." (HR. Thabrani)
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa maksud "mengagungkan Allah" dalam ayat tersebut adalah dengan bertakbir dan membesarkan nama-Nya atas nikmat petunjuk yang diberikan. Ini adalah bentuk syukur atas selesainya ibadah Ramadan.
Galakkan keluarga, terutama anak-anak, untuk bertakbir bersama-sama bagi memupuk semangat Hari Raya. Aktivitas ini bisa dilakukan sejak Maghrib tanggal 1 Syawal (malam takbiran) hingga pagi sebelum shalat Id.
Hikmah untuk Keluarga:
- Menanamkan kecintaan kepada syiar Islam sejak dini
- Membangun memori indah kebersamaan dalam ibadah
- Mengajarkan anak-anak lafal takbir dan maknanya
Â
2. Mandi Sunat Hari Raya Bersama Keluarga
Mandi sunat Hari Raya adalah sunnah yang sering dianggap sepele, padahal memiliki keutamaan besar.
Ibnu Umar RA berkata: "Rasulullah SAW biasa mandi pada Hari Raya sebelum keluar untuk solat." (HR. Bukhari No. 948). Ebook "Panduan Amalan Syawal" menambahkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib RA yang menyebutkan bahwa mandi yang disunnahkan antara lain mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Aidiladha, dan Aidilfitri (HR. Al-Baihaqi).
Praktik Keluarga:
Imam Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra menjelaskan bahwa waktu mandi sunat Idulfitri dimulai dari pertengahan malam raya hingga sebelum berangkat shalat Id. Yang utama adalah melakukannya di pagi hari sebelum berangkat.
Tips untuk Keluarga:
- Mandi sebelum Subuh agar memiliki waktu cukup bersiap ke masjid
- Gunakan pakaian bersih dan wangi-wangian
- Ajar anak-anak tentang niat mandi sunat: "Niat aku mandi sunat Hari Raya Aidilfitri kerana Allah Ta'ala".
Hikmah untuk Keluarga:
- Membersihkan fisik dan mental sebelum menghadap Allah di hari kemenangan
- Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kebersihan dalam Islam
- Membiasakan niat dalam setiap aktivitas
Â
Advertisement
3. Memakai Pakaian Terbaik dengan Tetap Menjaga Aurat
Sunnah memakai pakaian terbaik pada Hari Raya mengajarkan keseimbangan antara ekspresi kegembiraan dan kepatuhan pada syariat.
Ibnu Abbas RA berkata: "Rasulullah SAW memakai pakaian terbaik pada Hari Raya." (HR. Ibnu Majah). Allah SWT berfirman: "Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah di setiap kali (memasuki) masjid." (Surah Al-A'raf: 31).
Imam Syafii dalam kitabnya Al-Umm berkata: "Aku lebih menyukai seseorang memakai pakaian terbaik yang dimilikinya pada hari-hari raya, iaitu pada hari Jumaat, dua hari raya iaitu Aidiladha dan Aidilfitri dan tempat diadakan majlis. Dia hendaklah memakai baju yang bersih dan memakai wangi-wanigan."
Panduan khusus bagi setiap anggota keluarga:
- Untuk ayah dan anak laki-laki: Memakai pakaian terbaik, bersih, dan wangi-wangian sesuai sunnah.
- Untuk ibu dan anak perempuan: Memakai pakaian terbaik namun tetap menutup aurat dengan sempurna, tidak memakai wangi-wangian yang menyolok yang dapat menarik perhatian pria lain.
- Untuk anak-anak: Mereka boleh memakai pakaian yang paling bagus yang dimilikinya, baik lelaki mahupun perempuan dan mereka juga boleh memakai perhiasan emas atau apa sahaja perhiasan.
Hikmah untuk Keluarga:
- Mengajarkan bahwa ekspresi kegembiraan harus dalam koridor syariat
- Membiasakan anak-anak tampil bersih dan rapi sebagai cerminan iman
- Membedakan batasan aurat laki-laki dan perempuan sejak dini.
Â
4. Makan Sebelum Berangkat Shalat Id
Sunnah makan sebelum shalat Id mengandung hikmah yang dalam untuk keluarga.
Anas bin Malik RA berkata:Â "Bahawasanya Rasulullah SAW tidak akan keluar rumah pada hari raya Aidilfitri melainkan setelah Baginda memakan beberapa biji tamar, dan Baginda memakannya dalam bilangan yang ganjil." (HR. Bukhari) [Ebook]
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hikmah makan sebelum shalat Id adalah untuk menunjukkan bahwa hari itu adalah hari berbuka (tidak berpuasa) sekaligus menepis anggapan bahwa puasa masih boleh dilakukan pada hari raya. Adapun bilangan ganjil (3, 5, 7) adalah sunnah yang dicontohkan langsung oleh Nabi.
Praktik Keluarga:Â
Orang tua dapat menyiapkan hidangan ringan seperti kurma atau makanan manis lainnya untuk dinikmati bersama sebelum berangkat ke masjid. Ini bisa menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan.
Hikmah untuk Keluarga:
- Mengajarkan pentingnya mengikuti sunnah dalam hal sekecil apapun
- Membangun kebiasaan sarapan bersama sebelum aktivitas ibadah
- Memperkuat bonding keluarga di pagi hari raya.
Â
Advertisement
5. Berangkat dan Pulang Shalat Id dengan Jalan Berbeda
Sunnah ini mungkin jarang diketahui dan dipraktikkan oleh keluarga muslim, padahal memiliki keutamaan.
Jabir bin 'Abdullah RA berkata:Â "Nabi SAW melalui jalan yang berlainan ketika pergi dan balik pada hari raya." (HR. Bukhari).
Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa hikmah di balik sunnah ini: agar kedua jalan tersebut menjadi saksi di hari kiamat, untuk menampakkan syiar Islam di berbagai tempat, dan untuk menyapa lebih banyak orang dengan salam dan kebaikan.
Praktik Keluarga:
Ayah sebagai pemimpin keluarga dapat merencanakan rute perjalanan yang berbeda saat pulang. Manfaatkan momen ini untuk berjalan kaki jika masjid dekat, atau jika jauh, pilihlah jalan alternatif yang memungkinkan keluarga melihat lebih banyak pemandangan dan bertemu lebih banyak orang.
Hikmah untuk Keluarga:
- Mengajarkan anak-anak bahwa ibadah bisa dilakukan dalam berbagai aktivitas, termasuk perjalanan
- Memperluas kesempatan bersilaturahmi dengan tetangga dan kerabat
- Meneladani Nabi dalam hal sekecil apapun.
Â
6. Tradisi Halal Bihalal dan Saling Memaafkan
Salah satu tradisi terindah di bulan Syawal adalah saling memaafkan antar anggota keluarga, kerabat, dan tetangga.
Allah SWT berfirman: "Orang yang memaafkan kesalahan orang lain, baginya pahala besar daripada Allah." (Surah Asy-Syura: 40). Rasulullah SAW bersabda: "Tidak halal bagi seorang Muslim meninggalkan (memutuskan hubungan) dengan saudaranya lebih dari tiga hari." (HR. Bukhari No. 6077 dan Muslim No. 2560) [Ebook]
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menyebutkan bahwa memaafkan adalah akhlak para nabi dan orang-orang shaleh. Beliau mengutip perkataan Al-Hasan Al-Bashri: "Sebaik-baik akhlak adalah memaafkan orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu, dan menyambung orang yang memutuskan hubungan denganmu."
Praktik Keluarga:
- Mulakan dengan ahli keluarga terdekat dan pohon maaf atas segala kesilapan
- Gunakan ucapan ringkas seperti "Maaf zahir dan batin" yang disertai senyuman ikhlas
- Latih anak-anak untuk memohon dan memberi maaf kepada orang tua dan saudara-mara
Hikmah untuk Keluarga:
- Membersihkan hati dari dendam dan iri hati
- Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya meminta dan memberi maaf
- Membangun keluarga yang lapang dada dan saling menghargai.
Â
7. Menjamu dan Berkunjung (Silaturahmi) dengan Adab
Silaturahmi di bulan Syawal adalah tradisi yang sudah mengakar. Namun, Islam mengajarkan adab-adab tertentu yang sering terlewat.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menghubungkan silaturahim." (HR. Bukhari No. 5986 dan Muslim No. 2557).
Dalam hadits lain: "Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah dia memuliakan tetamunya." (HR. Bukhari No. 6136 dan Muslim No. 47) [Ebook]
Adab Bertamu dan Menerima Tamu
Ebook "Panduan Amalan Syawal" menyebutkan adab-adab yang perlu diperhatikan saat bersilaturahmi:
Adab bagi yang bertamu:
- Memberitahu terlebih dahulu (jika memungkinkan) tentang kedatangan dan jumlah orang yang akan datang
- Memilih waktu yang tepat (tidak terlalu pagi, tidak terlalu malam)
- Tidak duduk dan singgah terlalu lama sehingga membuat tuan rumah tidak nyaman
- Menerima hidangan dengan baik dan segera memakannya jika dihidangkan
- Tidak meminta-minta hidangan atau hal-hal yang merepotkan tuan rumah
Adab bagi tuan rumah:
- Menyambut tamu dengan wajah ceria dan senyuman
- Menghidangkan makanan halal dan berkhasiat
- Menjaga kebersihan rumah dan hidangan
- Tidak memaksa tamu jika mereka menolak hidangan karena alasan tertentu.
Hikmah untuk Keluarga:
- Melatih anak-anak bersosialisasi dengan sopan santun
- Mengajarkan pentingnya menghargai waktu dan privasi orang lain
- Membangun jaringan silaturahmi yang kuat dalam masyarakat.
Â
Advertisement
8. Puasa Sunnah Enam Hari di Bulan Syawal
Ini adalah amalan paling utama di bulan Syawal yang sayang jika dilewatkan oleh keluarga muslim.
Abu Ayyub Al-Ansari RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:Â "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164) [Ebook]
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan keutamaan ini dengan perhitungan: satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan 30 hari = 300 hari. Puasa Syawal 6 hari = 60 hari. Total 360 hari, setara dengan satu tahun Hijriyah.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menambahkan bahwa puasa Syawal juga menjadi penanda bahwa ibadah seseorang tidak bersifat musiman. Ia membuktikan bahwa ketaatan kepada Allah tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi berlanjut sepanjang tahun.
Praktik Keluarga:
- Rancang jadwal puasa bersama keluarga, apakah dilakukan berturut-turut atau berselang hari
- Niat puasa sunat pada malam sebelumnya atau sebelum waktu Zohor jika belum makan/minum
- Tingkatkan amal ibadah sepanjang hari puasa dengan zikir dan membaca Al-Quran
- Untuk keluarga, bisa dibuat kompetisi kecil siapa yang paling konsisten berpuasa, atau jadwal puasa bergantian agar tetap bisa menjamu tamu yang datang.
Hikmah untuk Keluarga:
- Melatih istiqamah dalam beribadah setelah Ramadan
- Membiasakan anak-anak berpuasa sunnah dengan suasana menyenangkan
- Mendapatkan pahala berjamaah dalam keluarga.
Â
9. Membaca Al-Qur'an Bersama Keluarga
Kebiasaan membaca Al-Qur'an yang terbangun di Ramadan sebaiknya dilanjutkan di bulan Syawal.
Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Quran, kerana ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang yang membacanya." (HR. Muslim No. 804) [Ebook]
Praktik Keluarga:
- Tetapkan masa khusus setiap hari, seperti selepas solat Subuh atau sebelum tidur
- Baca dengan tadabbur (memahami makna) dan perbaiki bacaan tajwid
- Amalkan bacaan surah-surah yang disunatkan seperti Al-Kahfi pada hari Jumaat
- Keluarga bisa membuat program "Tadarus Keluarga" 15-30 menit setiap hari, bergiliran membaca ayat dan menjelaskan maknanya secara sederhana untuk anak-anak.
Hikmah untuk Keluarga:
- Membangun kedekatan dengan Al-Qur'an sejak dini
- Menciptakan suasana rumah yang dipenuhi lantunan ayat suci
- Mengajarkan anak-anak tentang makna Al-Qur'an secara praktis.
Â
Advertisement
10. Sholat Berjemaah di Masjid dan di Rumah
Syawal adalah momentum untuk membiasakan solat berjemaah, baik di masjid bagi laki-laki maupun di rumah bersama keluarga.
Rasulullah SAW bersabda: "Solat berjemaah itu lebih baik daripada sholat sendirian dengan dua puluh tujuh darjat." (HR. Bukhari No. 645 dan Muslim No. 650)
Praktik Keluarga
- Jadikan sholat berjemaah sebagai rutin dengan mula menghadiri solat Subuh atau Maghrib di masjid berdekatan
- Ajak keluarga untuk sholat berjemaah bersama-sama
- Gunakan aplikasi azan untuk peringatan waktu sholat
Untuk ibu dan anak perempuan di rumah, ayah bisa memimpin sholat berjemaah sebelum berangkat ke masjid, atau setelah pulang dari masjid.
Hikmah untuk Keluarga:
- Menanamkan disiplin waktu solat sejak dini
- Membangun kebersamaan dalam ibadah wajib
- Mendapatkan pahala berjemaah yang berlipat.
Â
11. Bersedekah Secara Konsisten Bersama Keluarga
Semangat bersedekah di bulan Ramadan jangan sampai pudar di Syawal.
Allah SWT berfirman: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji." (Surah Al-Baqarah: 261).
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api." (HR. Tirmidzi No. 614)
Praktik Keluarga:
- Sediakan tabung sedekah di rumah dan galakkan ahli keluarga menyumbang
- Bantu fakir miskin di sekitar anda atau derma kepada badan kebajikan
- Amalkan sedekah kecil setiap hari, walaupun hanya RM1, dengan niat ikhlas karena Allah
- Keluarga bisa membuat "Tabung Sedekah Keluarga" yang diisi setiap hari oleh semua anggota keluarga, lalu dibuka bersama di akhir bulan untuk disalurkan.
Hikmah untuk Keluarga:
- Mengajarkan anak-anak tentang kepedulian sosial
- Membiasakan berbagi sejak dini
- Membersihkan harta dan mendatangkan keberkatan.
Â
Advertisement
12. Ziarah Kubur Keluarga dan Mendoakan Leluhur
Syawal juga waktu yang tepat untuk mengajak keluarga ziarah kubur, mengingat kematian, dan mendoakan yang telah mendahului.
Rasulullah SAW bersabda: "Ziarahilah kubur kerana ia akan mengingatkan kamu kepada kematian." (HR. Muslim No. 976)
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menziarahi kubur:Â "Assalamu'alaikum, wahai penghuni kubur, kaum mukminin dan muslimin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan untuk kami dan kalian." (HR. Muslim No. 975) [Ebook]
Praktik Keluarga
- Sebelum menziarahi kubur, pastikan menjaga adab seperti berpakaian sopan dan menundukkan suara
- Elakkan amalan yang tidak diajarkan Rasulullah, seperti menyiram air ke atas kubur atau membawa makanan
- Bacalah surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan doa untuk arwah dengan penuh khusyuk
- Orang tua bisa menjelaskan kepada anak-anak tentang makna kematian dan pentingnya mendoakan orang yang telah tiada.
Hikmah untuk Keluarga:
- Mengingatkan bahwa hidup di dunia sementara
- Mengajarkan anak-anak untuk menghormati leluhur
- Memperkuat ikatan batin dengan keluarga yang telah tiada.
Â
13. Menjaga Lisan dan Akhlak dalam Pergaulan Keluarga
Syawal dengan banyaknya interaksi sosial menjadi ujian tersendiri bagi keluarga muslim untuk menjaga lisan dan akhlak.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari No. 6136)
Praktik Keluarga:
- Muhasabah harian: apa yang aku cakap hari ini?
- Menghindari berkumpul untuk ghibah
- Tukar topik jika perbualan negatif
- Keluarga bisa membuat kesepakatan untuk selalu berkata baik, tidak bergosip, dan saling mengingatkan jika ada yang mulai berbicara negatif.
Hikmah untuk Keluarga:
- Membangun lingkungan keluarga yang positif
- Melatih kontrol diri dalam berbicara
- Menghindari dosa-dosa lisan yang sering dianggap remeh.
Â
Advertisement
14. Berbelanja Secara Berhemat
Euforia Syawal sering menjebak keluarga pada pemborosan. Islam mengajarkan keseimbangan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara syaitan." (Surah Al-Isra': 27)
Praktik Keluarga
- Sediakan bajet khas Syawal dan patuhi
- Amalkan konsep "simpanan sebelum belanja"
- Elak berbelanja ikut emosi atau tekanan sosial
- Orang tua bisa mengajak anak-anak membuat daftar belanja bersama dan berdiskusi tentang prioritas kebutuhan.
Hikmah untuk Keluarga:
- Mengajarkan manajemen keuangan sejak dini
- Membiasakan hidup sederhana dan tidak konsumtif
- Menghindari hutang karena gaya hidup.
Â
15. Qiyamullail Berjamaah di Rumah
Malam-malam di bulan Syawal bisa dihidupkan dengan ibadah bersama keluarga. Rasulullah SAW bersabda: "Solat yang paling utama setelah solat fardu adalah solat malam." (HR. Muslim No. 1163).
Ebook "Panduan Amalan Syawal" menambahkan hadits: "Siapa yang menghidupkan malam raya dengan amal ibadat demi mengharapkan ganjaran pahala daripada Allah, nescaya hatinya tidak akan mati pada hari matinya segala hati." (HR. Ibnu Majah)
Praktik Keluarga:
Mulailah dengan solat sunnah 2 rakaat bersama setelah anak-anak tidur, atau jika anak sudah besar, bisa diajak bangun bersama 30 menit sebelum Subuh untuk solat tahajjud berjamaah.
Hikmah untuk Keluarga:
- Membangun kedekatan dengan Allah di waktu mustajab
- Melatih anak-anak bangun malam untuk ibadah
- Mendapatkan ketenangan jiwa bersama.
Advertisement
People Also Ask:
Amalan sunnah apa yang paling ditekankan di bulan Syawal?
Selain puasa, memperbanyak silaturahmi juga merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan di Bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda bahwa menjalin silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
Sedekah di bulan Syawal?
Sedekah di bulan Syawal menjadi lebih istimewa karena sebagai bentuk mensyukuri nikmat Allah Swt. karena kita berhasil menjalani puasa satu bulan penuh pada Ramadhan. Banyak keutamaan yang didapat dengan rajin bersedekah, salah satunya adalah sebagaimana hadits di atas saat Nabi Muhammad saw.
Apa saja hari-hari istimewa di bulan Syawal?
Setiap tanggal 1 Syawal, Idul Fitri dirayakan di seluruh dunia Muslim selama tiga hari pertama bulan ini (tetapi perayaan berlangsung hingga tanggal 29/30 sesuai dengan durasi musim perayaan). 07 Syawal 3 Hijriah, umat Muslim awal ikut serta dalam Perang Uhud. 10 Syawal, kelahiran Ahmed Raza Khan.
Apa saja kegiatan di bulan Syawal?
Selain merayakan Idul Fitri, pada bulan Syawal juga dituntunkan untuk melaksanakan puasa. Puasa Syawal hukumnya adalah sunnah muakadah yang dilaksanakan setelah berpuasa Ramadan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516873/original/095746600_1772357716-Silaturahmi_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)