Sunnah Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Qiyamul Lail, Amalan dan Keutamaannya

Sunnah menghidupkan malam Ramadhan dengan qiyamul lail perlu diketahui, mengingat berbagai keutamaan menghidupkan malam bulan suci dengan berbagai ibadah

Diterbitkan 06 Maret 2026, 03:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sunnah menghidupkan malam Ramadhan dengan qiyamul lail merupakan ajaran mulia yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Keutamaannya sangat besar, sebagaimana sabda Nabi SAW:

"Barangsiapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi dasar pensyariatan qiyamul lail di bulan suci. Dalam kitab Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah  ditegaskan bahwa menghidupkan malam (ihya' al-lail) dapat dilakukan dengan berbagai bentuk ibadah, bukan hanya sholat.

Ebook Qiyamul Lail dan Ramadhan, karya Isnan Ansory, Lc, M.Ag, menjelaskan makna mendalam qiyamul lail dan amalan-amalannya. Mengamalkan sunnah qiyamul lain artinya meneladani Nabi SAW. Dengan memahami makna dan keutamaan qiyamul lail, seorang muslim dapat memaksimalkan ibadah di bulan suci ini.

Pengertian Qiyamul Lail dan Ihya' al-Lail

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Ia adalah satu-satunya bulan yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 185). Di bulan ini, Allah mensyariatkan dua ibadah utama: puasa di siang hari dan qiyam (menghidupkan malam dengan ibadah) di malam harinya. Rasulullah ï·º bersabda:

"Sesungguhnya Allah - tabaraka wa ta'ala - telah memfardhukan puasa Ramadhan atas kalian, dan mensunnahkan qiyam-nya. Maka siapa pun yang berpuasa dan berqiyam pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap ganjaran dari Allah, dosa-dosanya akan terampuni hingga ia seperti seorang anak yang baru dilahirkan oleh ibunya." (HR. Nasa'i)

Isnan Ansory dalam bukunya menjaskan, secara bahasa berarti "berdiri di malam hari". Dalam istilah syar'i, qiyam al-lail merujuk secara khusus pada ibadah sholat yang dilakukan di waktu malam.

Setiap shalat yang dilakukan setelah matahari terbenam hingga terbit fajar merupakan qiyamul lail. Ini mencakup shalat fardhu Maghrib dan Isya', shalat rawatib, shalat Tarawih, shalat Tahajjud, dan shalat Witir.

Sementara, Ihya' al-Lail bermakna "menghidupkan malam". Maksudnya adalah memakmurkan malam dengan berbagai bentuk ibadah, tidak terbatas pada shalat saja. Cakupan Ibadahnya lebih luas, meliputi membaca Al-Qur'an, berdzikir, belajar ilmu, bersedekah, dan segala bentuk ketaatan lainnya.

"Ihya' al-lail dilakukan pada setiap malam (bukan hanya malam Ramadhan) dan dapat berbentuk berbagai macam ibadah, bukan hanya khusus dalam bentuk shalat." (Sumber: Al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, juz 27, hlm. 136).

Amalan-Amalan Utama Qiyamul Lail

Qiyamul Lail dalam istilah syariat, ia merujuk pada semua ibadah yang dilakukan di waktu malam, terutama shalat. Sebagaimana dijelaskan oleh Isnan Ansory, Lc., M.Ag. dalam bukunya Qiyamul Lail dan Ramadhan, secara bahasa, qiyam bermakna berdiri dan al-lail berarti malam. Jadi, qiyamul lail adalah semua ibadah shalat yang dilakukan pada malam hari.

Berikut adalah amalan-amalan utama dalam Qiyamul Lail:

1. Shalat (Tahajjud, Tarawih, dan Witir)

Ini adalah inti dari Qiyamul Lail. Bentuknya bisa beragam, tergantung waktu dan keutamaannya.

a. Shalat Tahajjud

Shalat malam yang dilakukan setelah tidur, meskipun hanya tidur sebentar. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' ayat 79:

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." Shalat ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan menjadi kebiasaan orang-orang saleh .

b. Shalat Tarawih

Shalat malam yang khusus dilakukan pada bulan Ramadhan. Hukumnya adalah sunnah mu'akkad (sangat dianjurkan) berdasarkan kesepakatan para ulama . Hal ini merujuk pada hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim). Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzzab menjelaskan bahwa shalat Tarawih 20 rakaat dengan 10 kali salam adalah sunnah, dan berjamaah lebih utama daripada sendirian.

c. Shalat Witir

Shalat penutup malam dengan bilangan rakaat ganjil. Hukumnya adalah sunnah yang sangat ditekankan (sunnah muakkad). Dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Wahai ahli Al-Qur'an, shalat witirlah, karena sesungguhnya Allah itu Witir (Maha Esa) dan menyukai bilangan yang ganjil." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Nasa'i). Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzzab juga menjelaskan bahwa waktu afdhal shalat witir adalah di akhir malam bagi yang mampu bangun, namun bagi yang khawatir tidak bisa bangun, dapat melakukannya di awal malam setelah shalat Isya'.

2. Membaca Al-Qur'an (Tilawah)

Menghidupkan malam dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat utama. Allah SWT memuji orang-orang yang meninggalkan tempat tidur untuk beribadah, termasuk membaca Al-Qur'an.

Dalam QS. Az-Zariyat ayat 17-18, Allah berfirman:

"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).".

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini turun mengenai kaum yang rajin shalat malam dan membaca Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa tilawah adalah bagian tak terpisahkan dari Qiyamul Lail.

3. Zikir dan Doa

Malam hari, terutama sepertiga terakhir, adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan berzikir. Dalam sebuah hadits qudsi yang masyhur, Rasulullah SAW bersabda:

"Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni'." (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar, sangat menganjurkan untuk memperbanyak istighfar dan doa di waktu sahur (akhir malam), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.

4. Amalan Pelengkap dan Adab Qiyamul Lail

Amalan yang disunnahkan adalah sholat Iftitah. Disunnahkan untuk membuka sholat malam dengan dua rakaat yang ringan. Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah RA:

"Adalah Rasulullah SAW apabila akan melaksanakan shalat lail, beliau memulai (membuka) shalatnya dengan (shalat) dua rakaat yang ringan-ringan." (HR. Muslim).

Dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, dijelaskan bahwa dua rakaat ini (disebut shalat iftitah) dilakukan sebelum memulai qiyamul lail atau qiyam Ramadhan.

Semua amalan harus dilandasi niat karena iman dan mengharap pahala dari Allah (imanan wa ihtisaban), sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang keutamaan qiyam Ramadhan .

Islam mengajarkan keseimbangan. Dalam kitab Fathul Wahab karya Syaikh Zakariya Al-Anshari dijelaskan bahwa makruh hukumnya melakukan qiyamul lail yang dapat membahayakan diri sendiri, seperti shalat sepanjang malam terus-menerus hingga melalaikan hak tubuh untuk beristirahat.

Keutamaan Qiyamul Lail dan Ramadhan

Qiyamul lail memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Berikut beberapa di antaranya yang disarikan:

1. Penyebab Ampunan Dosa

Sebagaimana sabda Nabi ï·º yang menjadi fondasi utama risalah ini:

"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Kedekatan dengan Allah

Waktu qiyamul lail, terutama sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang sangat istimewa. Allah ï·» turun ke langit dunia dan berfirman:

"Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Pahala yang Besar dan Kedudukan Terpuji

Dalam Al-Qur'an, Allah memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa, salah satu cirinya adalah mereka yang menghabiskan malam dengan bersujud dan berdiri untuk-Nya (QS. Al-Furqan: 63-64). Allah juga menjanjikan kedudukan terpuji (maqaman mahmuda) bagi mereka yang rajin tahajjud (QS. Al-Isra': 79).

4. Semangat di Pagi Hari

Qiyamul lail juga memberikan dampak positif secara fisik dan mental. Rasulullah ï·º menjelaskan bahwa orang yang bangun malam, berdzikir, berwudhu, dan shalat akan melepaskan ikatan-ikatan setan, sehingga pagi harinya ia merasakan semangat dan kesegaran jiwa. (HR. Bukhari).

People Also Ask:

Apa itu qiyamul lail di bulan Ramadhan?

Apa Itu Qiyamul Lail? Qiyamul Lail adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Shalat malam ini mencakup berbagai jenis shalat yang dilakukan di waktu malam, seperti shalat Tahajud, Witir, dan shalat lainnya.

Apa yang dimaksud dengan qiyamul Ramadhan?

Para ulama besar sejak dahulu sudah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan adalah shalat Tarawih.

Kapan malam qiyamul lail 2025?

Rangkaian kegiatan qiyamul lail 10 malam terakhir Ramadan 1446 H dimulai pada malam 21 Ramadan 1446 H atau tanggal 20 Maret 2025.

Qiyamul lail apa saja?

Niat Sholat Qiyamul Lail, Lengkap Bacaan Latin dan ArtinyaSholat Qiyamul Lail adalah sholat sunnah di malam hari yang mencakup berbagai jenis salat, antara lain Tahajud, Witir (sebagai penutup), Tarawih (khusus Ramadan), Hajat, Istikharah, dan Tasbih, dengan waktu utama di sepertiga malam terakhir setelah Isya hingga menjelang Subuh, dan hukumnya sangat dianjurkan (sunah muakkad).