Pemkab Penajam Paser Utara Rangkai Kegiatan Safari Ramadan, Gelar Operasi Pasar

Pemkab Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merangkai kegiatan Safari Ramadan dengan gelaran operasi pasar.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemkab atau Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merangkai kegiatan Safari Ramadan dengan gelaran operasi pasar guna menjaga kestabilan harga bahan pangan saat Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Operasi pasar dilaksanakan untuk menekan kenaikan harga, terutama di hari besar keagamaan," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperidag) Kabupaten Penajam Paser Utara Margono Hadisusanto ketika ditanya menyangkut potensi kenaikan harga pangan di Penajam, melansir Antara, Rabu 25 Februari 2026.

Menurut dia, operasi pasar dilaksanakan sebagai upaya pemerintah kabupaten menjadi kestabilan harga pangan, lanjut dia, terutama sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri.

"Operasi pasar berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), asosiasi pedagang lokal dan penyalur (distributor), menyediakan bahan pangan seperti beras, gula pasir, telur, minyak goreng dan lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar," terang Margono.

Dia menjelaskan, operasi pasar bakal dilaksanakan di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Kecamatan Sepaku sebagai antisipasi potensi terjadi kenaikan harga pangan sepanjang bulan puasa hingga lebaran.

"Operasi pasar yang digelar sebagai rangkaian Safari Ramadan yang dijadwalkan pemerintah kabupaten. Operasi pasar rangkaian Safari Ramadan dimulai di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku pada 26 Februari 2026," kata Margono.

 

Harga Bahan Pangan Terjaga

Hingga saat ini, bahan pangan seperti beras, minyak goreng, garam, gula, daging sapi dan daging ayam, ikan, telur, susu, bawang merah dan bawang putih, juga kedelai masih tersedia di pasaran dengan harga stabil.

"Bahan pangan pada Ramadan relatif terjaga, kendati ada komoditas mengalami kenaikan harga, yakni daging sapi naik menjadi Rp 150 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 135 ribu per kilogram, serta cabai dari Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp80 ribu per kilogram," tutup Margono.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, memastikan harga pangan dan pasokannya dalam kondisi relatif stabil menjelang Lebaran. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta pengecekan langsung ke sejumlah daerah.

“Karena ini menghadapi Lebaran, kami sampaikan kepada masyarakat beberapa hari ini kami terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok melalui SP2KP dan juga kemarin kami melakukan pengecekan langsung ke Pidie di Aceh,” ujar Budi dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Selasa 24 Februari 2026.

 

Mendag Jamin Harga Pangan Jelang Lebaran Stabil

Budi menyebutkan, secara umum harga barang relatif stabil dan pasokan terjaga. Meski terdapat daerah tertentu dengan harga di atas atau sama dengan harga eceran tertinggi (HET), di wilayah lain harga masih berada di kisaran HET bahkan di bawahnya.

"Harga barang-barang relatif stabil, pasokan terjaga. Memang ada mungkin daerah tertentu yang harganya naik di atas HET atau sama dengan HET, tapi di daerah lain juga banyak yang sama dengan atau di bawah HET. Tetapi secara keseluruhan harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil dan sesuai dengan HET," katanya.

Menurut Budi, pemerintah terus berkoordinasi untuk memastikan daerah yang mengalami kenaikan harga tetap mendapatkan pasokan yang lancar agar tidak terjadi hambatan distribusi menjelang hari raya.

Ia juga menyinggung hasil kunjungan ke Pidie, Aceh, yang sebelumnya terdampak bencana. Dalam pengecekan tersebut, harga kebutuhan pokok dinilai tetap stabil dengan mayoritas berada di bawah harga acuan, seiring distribusi pasokan dari luar kota maupun luar provinsi yang sudah kembali berjalan baik.