Liputan6.com, Jakarta - tata cara sholat tarawih 11 rakaat sering menjadi perbincangan setiap kali bulan Ramadhan tiba. Ya, bulan suci Ramadan adalah waktu istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan selama bulan penuh berkah ini adalah sholat Tarawih yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadan. Ibadah ini menjadi sarana penting untuk meraih pahala berlimpah dan ampunan dosa.
Pelaksanaan sholat tarawih 11 rakaat merupakan salah satu yang populer dan banyak diamalkan. Formasi ini memiliki landasan dalil dan menjadi pilihan bagi banyak umat Muslim untuk menghidupkan malam-malam Ramadan. Memahami niat dan tata cara sholat tarawih 11 rakaat dengan benar akan membantu umat Muslim melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan sempurna.
Artikel ini akan mengupas memaparkan sholattarawih 11 rakaat, termasuk pengertian, keutamaan, dasar hukum, bacaan niat, hingga tata cara pelaksanaannya. Berikut informasi selengkapnya dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (16/2/2026)
Advertisement
Bacaan Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990580/original/032364700_1730716355-cara-sholat-hajat.jpg)
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk sholat Tarawih. Niat diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram, meskipun melafalkannya juga diperbolehkan untuk memantapkan hati. Berikut adalah lafaz niat untuk shalat Tarawih dan Witir dalam formasi 11 rakaat:
Niat Sholat Tarawih (2 Rakaat) Sendiri
Ushalli sunnatat tarāwīḥi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Tarawih (2 Rakaat) sebagai Imam
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT."
Niat Sholat Tarawih (2 Rakaat) sebagai Makmum
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.
Advertisement
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tarawih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769433/original/063568300_1710217572-masjid-pogung-dalangan-nr_317_vn-I-unsplash.jpg)
Tata cara shalat tarawih 11 rakaat secara umum mirip dengan shalat fardhu atau shalat sunah lainnya, diawali dengan niat, takbiratul ihram, dan diakhiri dengan salam. Penting untuk menjaga tuma'ninah dan kekhusyukan dalam setiap gerakan ibadah.
Tata Cara Shalat Tarawih (8 Rakaat)
Shalat Tarawih 8 rakaat umumnya dilakukan dengan formasi 2 rakaat salam, diulang sebanyak 4 kali. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Niat dalam Hati: Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
- Takbiratul Ihram: Mengucap takbir "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca Doa Iftitah
- Membaca Surat Al-Fatihah:
- Membaca Surat Pendek Al-Qur'an: misalnya dari juz 30 seperti Al-Takatsur, Al-Ashr, atau Al-Humazah.
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud Pertama
- Duduk di Antara Dua Sujud
- Sujud Kedua
- Duduk Istirahat (Duduk Sejenak): Sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Mengerjakan Rakaat Kedua: Dengan gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
- Salam: Pada rakaat kedua.
- Ulangi: Langkah-langkah ini diulangi hingga 8 rakaat selesai (total 4 kali salam).
Setelah selesai sholat tarawih, dianjurkan membaca doa kalimin:
Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ'I râdlîn. Wa lin na'mâ'I syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ'irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ'i wash shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Sholat Witir
Niat Sholat Witir
Berikut niat sholat witir:
Niat Sholat Witir Berjamaah: Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaan ma'muuman lillahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat sholat Witir Sendiri
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.
Artinya: Saya niat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah Ta'alaa."
Tata Cara Shalat Witir (3 Rakaat)
Setelah menyelesaikan shalat Tarawih, dilanjutkan dengan shalat Witir 3 rakaat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Witir dapat dilakukan 3 rakaat sekaligus dalam satu salam, atau 2 rakaat salam kemudian dilanjutkan 1 rakaat salam.
Jika dilakukan 3 rakaat sekaligus dalam satu salam:
- Mengucapkan Niat: Niat shalat Witir 3 rakaat.
- Takbiratul Ihram:
- Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek: Dianjurkan membaca Al-A'la pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas pada rakaat ketiga.
- Rukuk, I'tidal, Sujud: Seperti shalat biasa.
- Qunut: Pada rakaat terakhir (ketiga) setelah ruku' dan sebelum sujud, disunahkan membaca doa qunut.
- Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua pada rakaat ketiga.
- Salam: Dengan menoleh ke kanan dan kiri.
Bacaan Setelah Sholat Witir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)
Dilansir dari Buku Tuntunan Praktis Ibadah Sholat, berikut adalah doa sesudah sholat witir yang dikutip dari Buku Tuntunan Praktis Ibadah Sholat
,أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ
Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi'an. Wanas-aluka 'ilman naafi'an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka 'amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal 'afwa wal 'aafiyah. Wanas-aluka tamaamal 'aafiyah. Wanas-alukasy syukra 'alal 'aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a 'anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu'anaa watadharru'anaa wata'abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaah yaa allaah yaa allaah yaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu 'alaa khairi khalqihii muhammadin wa 'alaa aalihii wasahbihii ajma'iina walhamdu lillaahi rabbil 'aalamiina.
Artinya: Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: sholat, puasa, ibadah, kekhusyu'an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Mahapengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.
Waktu shalat Tarawih cukup fleksibel, bisa dikerjakan di awal malam, tengah malam, atau menjelang akhir malam setelah shalat Isya hingga terbit fajar. Namun, shalat Witir lebih utama dikerjakan pada tengah hingga akhir malam, atau di awal malam setelah Isya jika khawatir tidak terbangun.
Melaksanakan shalat tarawih 11 rakaat, baik sendiri di rumah maupun berjamaah di masjid, merupakan ibadah sunah yang penuh berkah. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas, tuma'ninah dalam setiap gerakan, dan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan memahami panduan ini, semoga ibadah Ramadan kita semakin sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholat Tarawih 11 Rakaat
1. Apa itu shalat Tarawih?
Shalat Tarawih adalah ibadah shalat sunah yang khusus dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan, dimulai setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh.
2. Berapa jumlah rakaat shalat Tarawih 11 rakaat?
Shalat Tarawih 11 rakaat terdiri dari 8 rakaat shalat Tarawih dan 3 rakaat shalat Witir.
3. Apa dasar hukum pelaksanaan shalat Tarawih 11 rakaat?
Pelaksanaan shalat Tarawih 11 rakaat didasarkan pada hadits riwayat Aisyah RA yang menyebutkan Nabi SAW tidak pernah shalat lebih dari sebelas rakaat di bulan Ramadan.
4. Kapan waktu pelaksanaan shalat Tarawih?
Waktu shalat Tarawih dimulai setelah shalat Isya hingga terbit fajar (waktu Subuh), meskipun paling utama di sepertiga malam terakhir jika sanggup.
5. Apa keutamaan shalat tarawih di bulan Ramadan?
Keutamaannya adalah mendapat ampunan dosa yang telah lalu jika dilakukan dengan iman dan mengharap pahala, serta memperoleh pahala seperti shalat semalam penuh jika berjamaah hingga selesai.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3965834/original/043222700_1647500264-Ilustrasi_sholat_tasbih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428249/original/078718400_1618374148-053339400_1559536727-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1607368/original/074451200_1496028031-LIP6_LOGO2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1619105/original/061499300_1496997418-ramadan-main.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2815541/original/062443200_1558775153-iStock-698697244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3121589/original/054389800_1588827933-3482841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540376/original/062198200_1774719387-Kondisi_arus_balik_di_Pelabuhan_Merak_Banten.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)