Liputan6.com, Jakarta - Doa berbuka puasa Nisfu Syaban ini bisa diamalkan. Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang memiliki keutamaan dalam Islam. Nisfu Syaban berarti pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Pada malam dan siangnya, banyak umat Muslim meningkatkan ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta melaksanakan puasa sunnah.
Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah puasa Nisfu Syaban, kemudian ditutup dengan doa berbuka puasa. Doa berbuka bukan sekadar ucapan sebelum makan, tetapi merupakan bentuk penghambaan, pengakuan iman, dan rasa syukur atas nikmat Allah setelah menahan lapar dan dahaga.
Dalam praktiknya, terdapat beberapa versi doa berbuka puasa yang lazim dibaca oleh umat Islam, termasuk saat berbuka puasa Nisfu Syaban. Berikut selengkapnya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (2/2).
Advertisement
Hukum dan Keutamaan Puasa Nisfu Syaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
Puasa Nisfu Syaban termasuk dalam puasa sunnah. Secara umum, Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Syaban. Hal ini menunjukkan bahwa berpuasa di bulan tersebut, termasuk pada pertengahannya, merupakan amalan yang dianjurkan.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah selain di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan dasar ini, puasa Nisfu Syaban dipahami sebagai bagian dari puasa sunnah di bulan Syaban. Ketika berbuka, dianjurkan membaca doa sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.
Advertisement
Bacaan Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
1. Doa Berbuka Puasa yang Paling Masydur (Diriwayatkan Hadis)
Arab:
ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya:
“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan semoga pahala telah ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Dalil:
Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ membaca doa tersebut ketika berbuka puasa.
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai hasan oleh sebagian ulama. Inilah doa berbuka puasa yang paling kuat dalilnya dan dianjurkan untuk dibaca, termasuk saat berbuka puasa Nisfu Syaban.
Makna doa ini sangat dalam. Rasulullah ﷺ tidak hanya menyebut hilangnya dahaga secara fisik, tetapi juga menggantungkan harapan pahala kepada kehendak Allah, menunjukkan adab tawaduk dan keikhlasan dalam ibadah.
2. Doa Berbuka Puasa yang Populer di Tengah Masyarakat
Arab:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin:
Allaahumma laka shumtu wabika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”
Doa ini sangat populer di Indonesia dan sering dibaca saat berbuka puasa, termasuk puasa Nisfu Syaban. Secara makna, doa ini sangat baik karena mengandung unsur tauhid, iman, syukur, dan pengakuan bahwa rezeki berbuka berasal dari Allah.
Catatan Dalil:
Sebagian ulama menyebutkan bahwa redaksi doa ini memiliki riwayat yang diperselisihkan derajatnya. Namun, karena isinya baik dan tidak bertentangan dengan akidah maupun syariat, banyak ulama membolehkannya sebagai doa.
3. Doa Berbuka Puasa Lainnya
Arab (tanpa harakat):
اللهم إني لك صمت وبك آمنت وعليك توكلت وبك أسلمت وعلى رزقك أفطرت
Latin:
Allahumma inni laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alayka tawakkaltu wa bika aslamtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, aku berserah diri kepada-Mu, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini menegaskan sikap totalitas seorang hamba dalam beribadah: puasa, iman, tawakal, dan kepasrahan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Waktu dan Adab Membaca Doa Berbuka Puasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275101/original/053459500_1672216526-islamic_prayer.jpg)
Doa berbuka puasa dibaca ketika matahari terbenam dan sebelum makan atau minum. Rasulullah SAW menganjurkan untuk segera berbuka dan memulai dengan kurma atau air.
Selain itu, waktu berbuka merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka terdapat doa yang tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah)
Oleh karena itu, selain membaca doa berbuka, sangat dianjurkan untuk menambahkan doa pribadi, memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan, terlebih pada momentum Nisfu Syaban yang penuh keutamaan.
Advertisement
Keutamaan Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446720/original/005510800_1620032928-pexels-photo-2112049.jpeg)
Doa berbuka puasa Nisfu Syaban memiliki keutamaan karena dibaca pada waktu mustajab, yaitu saat berbuka puasa, sekaligus di bulan Syaban yang penuh keberkahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak (HR. Ibnu Majah).
Doa ini menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah setelah menahan lapar dan dahaga, sekaligus penyempurna ibadah puasa sunnah Nisfu Syaban. Dalam lafaz doa berbuka juga terkandung harapan agar pahala puasa ditetapkan oleh Allah, menunjukkan sikap rendah hati dan keikhlasan seorang hamba.
Selain itu, doa berbuka puasa Nisfu Syaban menjadi momentum memohon ampunan dan persiapan spiritual menjelang bulan Ramadan. Dengan memanjatkan doa di waktu ini, seorang Muslim berharap mendapatkan rahmat, keberkahan, serta kesiapan iman untuk menyambut bulan suci.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah ada doa sahur khusus untuk Nisfu Syaban?
Tidak ada doa sahur spesifik dari Rasulullah SAW untuk Nisfu Syaban, namun umat Islam dianjurkan membaca doa umum sebelum makan, seperti 'Bismillah' atau doa memohon keberkahan rezeki.
2. Apa hukum puasa Nisfu Syaban?
Puasa Nisfu Syaban hukumnya sunah dan sangat dianjurkan bagi umat Muslim, mengingat keutamaan bulan Syaban di mana amalan-amalan diangkat kepada Allah SWT.
3. Kapan waktu yang tepat untuk berniat puasa Nisfu Syaban?
Niat puasa Nisfu Syaban dapat dilakukan sejak malam hari sebelum terbit fajar, atau pada siang hari sebelum waktu zawal asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
4. Apa saja keutamaan bulan Syaban dan malam Nisfu Syaban?
Bulan Syaban adalah waktu di mana amalan diangkat kepada Allah, sementara malam Nisfu Syaban adalah malam istimewa di mana Allah membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya, kecuali bagi yang bermusuhan atau berbuat syirik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
