NU Care dan BPKH Salurkan Bantuan untuk Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta

Sarana inovasi pembelajaran untuk FDI UIN Jakarta merupakan realisasi kemaslahatan di bidang pendidikan dan dakwah

Diterbitkan 04 Desember 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - NU Care-LAZISNU kembali bersinergi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI dalam penyaluran bantuan sarana prasarana inovasi pembelajaran untuk Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Seremoni penyerahan digelar di Aula Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta dan dihadiri oleh Anggota Dewan Pengawas BPKH, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Dekan FDI UIN Jakarta beserta jajaran, serta perwakilan mahasiswa.

Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari dua fasilitas utama yakni satu unit ruang siniar (podcast) lengkap dengan instalasi dinding kedap suara dan perangkat pendukung, serta satu paket fasilitas smartclass berupa interactive/smartboard, rotating camera, mic dan audioset, serta media penyimpanan data elektronik.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh menegaskan bahwa dukungan terhadap sarana pembelajaran berbasis media digital sangat penting untuk akselerasi proses pendidikan.

“Podcast merupakan media strategis untuk pengajaran dan dakwah Islam. Tidak hanya bagi civitas akademik UIN, tetapi juga untuk menjangkau masyarakat dunia. Melalui medium ini, publik dapat melihat bahwa keilmuan Islam yang dikembangkan Indonesia, khususnya dari Fakultas Dirasat Islamiyah, memiliki kompetensi dan kapasitas yang kuat,” ujar Riri dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi pilar NU Care Cerdas (Pendidikan), yang melengkapi pilar-pilar lainnya seperti NU Care Sehat (Kesehatan), NU Care Berdaya (Ekonomi), NU Care Damai (Dakwah & Kemanusiaan), dan NU Care Hijau (Lingkungan).

Anggota Dewan Pengawas BPKH, Hamka Hasan menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pemanfaatan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dijalankan sesuai PP No. 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan UU No. 34 Tahun 2014 mengenai Pengelolaan Keuangan Haji serta PBPKH No. 7 tentang prioritas kegiatan kemaslahatan di bidang pendidikan dan dakwah.

“Pengelolaan dana haji di BPKH kami jalankan secara proporsional, amanah, dan sesuai prinsip syar’i. Saat ini total dana yang kami kelola mencapai Rp 171 triliun, berasal dari setoran awal jamaah serta nilai pengembangan Dana Abadi Umat. Nilai pengembangan inilah yang menopang subsidi biaya haji, termasuk menutup kekurangan dari total biaya Rp88 juta per jamaah, di mana jamaah hanya membayar Rp53 juta dan sisanya Rp35 juta ditanggung dari nilai manfaat,” jelas Hamka.

Dirinya juga menambahkan bahwa bantuan sarana inovasi pembelajaran untuk FDI UIN Jakarta merupakan realisasi kemaslahatan di bidang pendidikan dan dakwah yang mendukung capaian SDGsdan berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

 

Dukung Penyampaian Ide dan Dakwah

Sementara itu, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, Yuli Yasin menyampaikan apresiasi kepada BPKH dan NU Care-LAZISNU atas terealisasinya bantuan ini. Ia menjelaskan bahwa fasilitas ruang podcast dan smartclass sangat dibutuhkan untuk mendukung penyampaian ide, dakwah, dan materi pembelajaran lebih kreatif serta menjangkau audiens lebih luas.

“Podcast memberikan ruang baru bagi mahasiswa dan dosen untuk berdakwah, tidak hanya dari mimbar kelas. Sementara smartclass menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan dapat meningkatkan kemampuan bahasa Arab mahasiswa,” jelasnya.

Yuli berharap bantuan ini dapat semakin meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta.