Liputan6.com, Jakarta Pendidikan mendapat perhatian yang besar dalam Islam, karena pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk peradaban manusia. Dalam Al Quran dan hadist terdapat banyak ayat tentang pendidikan yang tidak hanya menekankan pentingnya menuntut ilmu, namun juga memberikan panduan yang lengkap tentang tujuan, metode dan etika dalam dunia pendidikan.
Melalui berbagai ayat tentang pendidikan yang ada dalam Al Quran dan hadist, Allah SWT menunjukan bahwa pendidikan adalah kunci yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat. Ayat tentang pendidikan ini juga menjadi motivasi bagi para pendidik, peserta didik dan orang tua, yang juga mengajarkan bagaimana proses pendidikan harus dilakukan dengan penuh hikmah dan kesabaran serta tanggung jawab.
Berikut ini telah Liputan6 rangkum ayat-ayat tentang pendidikan yang menunjukan bagaimana perspektif Islam dalam melihat dan menerapkan pendidikan, pada Selasa (25/11).
Advertisement
Landasan Fundamental Pendidikan dalam Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5023974/original/049887000_1732613716-quote-mendidik-anak-dalam-islam.jpg)
Dalam Islam, pendidikan merupakan pilar utama yang membangun peradaban manusia. Bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca, hal ini sebagaimana telah diterangkan dalam Surat Al Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-'Alaq: 1-5)
Ayat ini menunjukan bahwa membaca adalah cara utama dalam pendidikan. Allah SWT juga menyebutkan diri-Nya sebagai yang Maha Pemurah, setelah menyebutkan perintah membaca, hal ini menunjukan bahwa kemurahan Allah SWT untuk umatnya, salah satunya diwujudkan dalam bentuk pemberian ilmu yang baik dan bermanfaat. Sedangkan Qalam atau pena yang juga turut disebutkan, dijelaskan sebagai alat untuk menyebarkan ilmu, sehingga menulis juga merupakan bagian dalam proses pendidikan.
Kemudian dalam surat Al Mujadalah ayat 11, Allah SWT menerangkan kedudukan yang mulia bagi mereka yang beriman dan juga berilmu, berikut ini bunyi lengkapnya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: 'Berlapang-lapanglah dalam majelis', maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: 'Berdirilah kamu', maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah: 11)
Ini menunjukan bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu mendapatkan kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT. Tidak hanya itu, mereka juga diangkat derajatnya di dunia dan akhirat. Lalu dalam surat Thaha ayat 114, dimana Allah SWT turut mengajarkan doa untuk menambah ilmu:
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'" (QS. Thaha: 114)
Advertisement
Metode dan Pendekatan Pendidikan Islami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060294/original/054554300_1734755977-1734751852009_tips-mendidik-anak-dalam-islam.jpg)
Tidak hanya kebaikannya, Islam juga mengajarkan metode yang sebaiknya digunakan dalam proses pendidikan, yaitu secara holistik dan humanis. Tepatnya dalam surat An Nahl ayat 125, dimana Allah SWT memberikan panduan tentang cara mendidikan dan mengajar:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl: 125)
Ayat ini menerangkan bahwa ada tiga metode utama dalam pendidikan: hikmah (kebijaksanaan), mau’izhah hasanah (pelajaran yang baik), dan mujadalah bil-lati hiya ahsan (berdialog dengan cara yang baik). Ketiga metode ini menunjukkan bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat pemahaman peserta didik.
Dalam surat lainnya dalam Al Quran, tepatnya pada surat Shad ayat 29, Allah juga menjelaskan tujuan Al Quran sebagai sumber pembelajaran yang baik dan benar:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." (QS. Shad: 29)
Dalam ayat ini dijelaskan penekanan akan pentingnya tadabbur (perenungan mendalam) dalam proses pembelajaran yang baik. Pendidikan tidak hanya tentang transfer informasi, tetapi juga tentang pengembangan kemampuan berpikir kritis dan reflektif.
Tanggung Jawab dalam Pendidikan dan Pembelajaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573773/original/021416200_1694591354-20230913111830__fpdl.in__quran-being-held-hands-close-up_23-2148444089_normal.jpg)
Tanggung jawab menjadi aspek yang penting dalam pembelajaran dan pendidikan dalam Islam yang juga penting dipahami. Hal ini dijelaskan dalam surat Al Isra ayat 36, dimana Allah SWT mengingatkan umatnya tentang tanggung jawab terhadap ilmu yang dimilikinya:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al-Isra: 36)
Ayat dalam surat ini mengajarkan pentingnya verifikasi dan validasi dalam pembelajaran. Dimana setiap individu bertanggung jawab untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima dan akan disebarkannya.
Tidak hanya itu, di surat lainnya, tepatnya dalam surat At Taubah ayat 122, Allah SWT juga menerangkan pentingnya spesialisasi dalam pendidikan agama, berikut bunyi lengkapnya:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Tawbah: 122)
Dalam ayat ini juga dijelaskan pentingnya sistem pendidikan yang terstruktur dan spesialisasi ilmu. Jadi sebagian orang harus mendalami ilmu agama untuk kemudian mengajarkannya kepada umat lainnya.
Dalam surat Az Zumar ayat 9, Allah SWt membandingkan orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu, berikut lengkapnya:
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar: 9)
Advertisement
Pendidikan Karakter dan Moral
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5024175/original/098956900_1732614328-quote-sabar-dalam-islam.jpg)
Tidak hanya berupa ilmu teoritis, Islam juga sangat menekankan pada pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk kepribadian manusia yang baik dan mulia. Hal ini dijelaskan dalam surat Al Jumu’ah ayat 2, dimana Allah menjelaskan bahwa misi Rasulullah SAW dalam pendidikan sangatlah penting, berikut bunyi lengkapnya:
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS. Al-Jumu'ah: 2)
Ayat ini juga menunjukan empat aspek penting dalam pendidikan, yaitu: membacakan ayat-ayat Allah (tilawah), menyucikan jiwa (tazkiyah), mengajarkan Al-Qur'an (ta'lim al-kitab), dan mengajarkan hikmah (ta'lim al-hikmah). Keempat aspek ini menunjukan pada umat Islam bahwa pendidikan bersifat holistik, yang mencakup aspek spiritual, moral, intelektual dan praktis nyata dalam kehidupan.
Hal ini sejalan dengan kisah Luqman dalam mendidik anaknya, dimana dijelaskan bagaimana contoh pendidikan karakter yang baik. Berikut dalilnya dalam surat Luqman ayat 13 yang berbunyi:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.'" (QS. Luqman: 13)
Ayat ini menunjukan pentingnya pendidikan akidah yang berfungsi sebagai pondasi utama dalam pembentukan karakter seorang muslim.
Ayat-ayat tentang pendidikan dalam Al Quran ini memberikan kita panduan lengkap tentang bagaimana sebaiknya sistem pendidikan dibangun, yaitu secara holistik dan bermakna. Karena pendidikan dalam Islam tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan aspek intelektual, namun juga untuk aspek spiritual, moral dan sosial.
Sehingga setiap muslim hendaknya menjadikan ayat-ayat tentang pendidikan ini sebagai pedoman dalam menjalani proses pembelajaran sepanjang hayatnya. Mengingat pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa memberikan manfaat berkelanjutan untuk kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga dengan memahami dan mengamalkan ayat-ayat tentang pendidikan, kita semua dapat menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan agama Islam.
Tanya Jawab (Q&A)
Q: Mengapa Al-Qur'an memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan?
A: Al-Qur'an memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan karena ilmu adalah kunci untuk mengenal Allah SWT dan menjalankan fungsi manusia sebagai khalifah di bumi. Sebagaimana dalam QS. Al-'Alaq: 1-5, wahyu pertama adalah perintah membaca yang menunjukkan pentingnya pendidikan dalam Islam. Pendidikan juga merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Q: Bagaimana Islam memandang pentingnya pendidikan karakter?
A: Islam sangat menekankan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Dalam QS. Al-Jumu'ah: 2, Allah menjelaskan misi Rasulullah SAW yang mencakup tazkiyah (penyucian jiwa) selain pengajaran ilmu. Pendidikan karakter dimulai dari penanaman nilai-nilai tauhid seperti yang diajarkan Luqman kepada anaknya dalam QS. Luqman: 13.
Q: Apa tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak menurut Al-Qur'an?
A: Orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mendidik anak-anaknya, terutama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Sebagaimana contoh Luqman yang mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang dan hikmah. Orang tua harus menjadi teladan pertama bagi anak-anaknya dalam menjalankan ajaran Islam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423538/original/034979000_1764066412-ayat_tentang_pendidikan.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8321222/original/082863400_1782190021-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303531/original/058987900_1782168483-AP26173793551298-Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295972/original/094968200_1783998125-063_2285118941.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295862/original/035555400_1783973067-Jude_Bellingham_celebrates_England_s_victory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295182/original/023994200_1783917328-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295153/original/012947000_1783916209-17803284825755724880.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290025/original/047022800_1783421361-4096-2731-max.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289273/original/032391200_1783396900-Diktisaintek.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620647/original/056020600_1782611291-pexels-muhaimin-abdul-aziz-101521657-19954774.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4067361/original/008587700_1656486727-000_32DE8CU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6464039/original/040417000_1779326608-SnapInsta.to_702232222_18607968847028417_617202786085571456_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8995722/original/054709100_1782992209-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_18.35.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782643/original/039212500_1782893117-Guru_Pesisir.jpeg)