Dzikir Pagi Petang Sesuai Sunnah Lengkap: Arab, Latin dan Artinya

Dzikir pagi petang sesuai sunnah dengan bacaan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menjaga hati, menenangkan jiwa, dan memperkuat iman setiap hari.

Diterbitkan 21 November 2025, 02:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Amalan dzikir pagi petang sesuai sunnah merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam sebagai bentuk pengingat diri kepada Allah SWT di setiap waktunya. Dzikir pagi petang sesuai sunnah ini dicontohkan secara langsung oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, sebagai bagian dari rutinitas seorang muslim.

Tidak hanya sekedar bacaan, dzikir pagi petang sesuai sunnah merupakan bentuk ikhtiar untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT. Setiap bacaan yang terkandung dalam dzikir pagi petang sesuai sunnah ini memiliki makna yang mendalam dan manfaat yang luar bisa. Dimana terdapat juga banyak keutamaannya didalamnya.

Berikut ini telah Liputan6 rangkum bacaan dzikir pagi petang sesuai sunnah lengkap dalam Arab, latin dan artinya, beserta dengan keutamaannya pada Kamis (20/11).

Dzikir Pagi Sesuai Sunnah

Waktu pagi merupakan waktu yang penuh dengan berkah dan awal memulai aktivitas baik untuk menjalani hari. Dzikir pagi ini bertujuan untuk memohon perlindungan, keberkahan, dan petunjuk Allah SWT dalam menjalani hari yang baru. Berikut urutan dan bacaan lengkapnya:

1. Ayat Kursi

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ

Allāhu lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm, lā ta'khużuhū sinatuw wa lā nawm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żallażī yashfa'u 'indahū illā bi-iżnih. Ya'lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi shay'im min 'ilmihī illā bi mā shā'. Wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā. Wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di depan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar."

2. Doa Pagi

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ

Aṣbaḥnā wa aṣbaḥal mulku lillāhi wal ḥamdu lillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā sharīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli shay'in qadīr. Allāhumma as'aluka khayra mā fī hāżal yawmi wa khayra mā ba'dah, wa a'ūżubika min sharri mā fī hāżal yawmi wa sharri mā ba'dah

"Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan pada hari ini dan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan setelahnya."

3. Sayyidul Istighfar

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana 'abduka, wa ana 'alā 'ahdika wa wa'dika mastata'tu, a'ūżubika min sharri mā ṣana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya, wa abū'u biżanbī faghfir lī fa innahū lā yaghfiruż żunūba illā anta

"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui dosaku. Ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

4. Dzikir Perlindungan 

بِسْمِ اللَّهِ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ  

Bismillāhil lażī lā yaḍurru ma'asmihi shay'un fil arḍi wa lā fis-samā'i wa huwas-samī'ul 'alīm (Dibaca 3 kali)

"Dengan nama Allah yang jika disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

5. Doa Memohon Keselamatan 

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ  

Allāhumma 'āfinī fī badanī, Allāhumma 'āfinī fī sam'ī, Allāhumma 'āfinī fī baṣarī, lā ilāha illā anta (Dibaca 3 kali)

"Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah, selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau."

6. Dzikir Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ 

Subḥānallāhi wa biḥamdih (100 kali)

"Maha Suci Allah sambil memuji-Nya."

7. Doa Memohon Ilmu dan Rezeki

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلا

Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan ṭayyiban, wa 'amalan mutaqabbala

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."

Dzikir Petang Sesuai Sunnah

Pada petang atau sore hari, menjadi momentum untuk menutup aktivitas sehari dengan syukur dan dzikir kepada Allah SWT. Dzikir petang memiliki fungsi sebagai evaluasi diri, permohonan ampun, dan perlindungan pada malam hari. Berikut bacaan dzikir petang pada dasarnya mirip dengan dzikir pagi, namun dengan beberapa penyesuaian:

1. Ayat Kursi 

Sama dengan dzikir pada pagi hari, ayat Kursi juga dibaca pada waktu petang dengan bacaan dan makna yang sama untuk bisa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

2. Doa Petang

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هُذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا

Amsaynā wa amsāl mulku lillāhi wal ḥamdu lillāh, lā ilāha illallāhu waḥdahū lā sharīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli shay'in qadīr. Allāhumma as'aluka khayra hāżihil laylati wa khayra mā ba'dahā, wa a'ūżubika min sharri hāżihil laylati wa sharri mā ba'dahā

"Kami memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan setelahnya."

3. Surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas

Membaca ketiga surat pendek ini masing-masing tiga kali menjadi bentuk perlindungan komprehensif dari berbagai gangguan yang bisa terjadi. 

4. Doa Berlindung dari Kejahatan Malam

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 

A'ūżu bikalimātillāhit-tāmmāti min sharri mā khalaq (3 kali)

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."

5. Doa Penutup Hari 

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Amsaynā 'alā fiṭratil-islāmi wa 'alā kalimatil-ikhlāṣi, wa 'alā dīni nabiyyinā Muḥammadin ṣallallāhu 'alayhi wa sallam, wa 'alā millati abīnā Ibrāhīm, ḥanīfam muslimaw wa mā kāna minal-mushrikīn

"Pada waktu petang kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad SAW, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan bukan termasuk orang-orang musyrik."

Keutamaan dan Manfaat Dzikir Pagi Petang

Dzikir pagi petang menjadi amalan yang istimewa dalam Islam karena banyaknya keutamaan dan manfaat yang dijanjikan Allah SWT dan Rasulullah. Berbagai hadits shahih telah menyebutkan secara khusus berbagai keutamaan zikir dan manfaat yang memberikan perlindungan dan keberkahan hidup. Berikut beberapa bentuk keutamaannya:

1. Mendapat Perlindungan Allah 

Salah satu keutamaan utama dari dzikir pagi petang adalah mendapatkan perlindungan khusus dari Allah SWT sepanjang hari dan malam. Mereka yang rutin membaca dzikir pagi akan dilindungi dari berbagai bahaya, musibah dan gangguan hidup waktu sore. Begitu pula dengan dzikir petang yang memberikan perlindungan hingga waktu pagi hari berikutnya. Perlindungan ini mencakup aspek fisik, mental dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

2. Diingatkan oleh Allah SWT

Tidak hanya itu, keistimewaan luar biasa dari berdzikir adalah Allah SWT akan mengingat hamba-Nya yang senantiasa selalu mengingat-Nya. Ini merupakan bentuk hubungan timbal baik yang sangat mulia antara hamba dengan Allah SWT. Ketika seseorang menyebut nama Allah dengan penuh ketulusan, maka Allah juga akan mengingat dan menyebut nama hamba tersebut di sisi-Nya. Hal ini tentu menjadi kehormatan yang tidak ternilai bagi seorang Muslim.

3. Menghapus Dosa dan Penambahan Pahala

Dzikir pagi petang sesuai sunnah juga memiliki kekuatan luar biasa dalam menghapus kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia. Setiap kalimat dzikir yang diucapkan dengan ikhlas akan menjadi penghapus dosa dan sekaligus sebagai penambah pahala kebaikan. Bahkan dzikir sederhana seperti tasbih yang dibaca seratus kali dapat memberikan pahala seribu kebaikan atau menghapus seribu kejelekan. Ini juga menjadi bukti betapa besar karunia Allah bagi hamba-Nya yang gemar berdzikir.

4. Ketenangan Jiwa 

Dalam kehidupan yang penuh lika-liku dan halangan, rasa cemas dan tidak tenang sering kali menghampiri. Dzikir bisa menjadi obat untuk jiwa yang ampuh menenangkan hati, mengurangi stress dan menghilangkan kegelisahan. Mereka yang terbiasa berdzikir akan merasakan kedamaian dalam hatinya dan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan hati tenang dan sabar. 

5. Perlindungan dari Setan

Dzikir pagi petang khususnya saat membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas memiliki manfaat khusus untuk melindungi diri dari gangguan setan dan jin. Setan tidak menyukai suara dzikir dan akan menjauh dari mereka yang senantiasa selalu mengingat Allah SWT. Rutin berdzikir akan menjauhkan seseorang dari bisikan jahat, godaan maksiat dan berbagai gangguan gaib yang dapat merusak keimanan dan ketaqwaan.

6. Mengangkat Derajat dan Martabat

Dzikir ini merupakan amalan yang dapat mengangkat derajat manusia di sisi Allah SWT. orang yang banyak berdzikir akan memiliki kedudukan yang mulia dan terpandang di mata Allah SWT baik di dunia dan akhirat.

Adab dalam Berdzikir

Untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari dzikir pagi petang sesuai sunnah, dalam islam juga diajarkan beberapa tata cara atau adab yang perlu diperhatikan. Adab-adab ini bukan hanya formalitas, namun cara untuk meningkatkan kualitas spiritual dan mendapatkan ridha Allah SWT. 

1. Bersuci

Meskipun tidak diwajibkan, sangat dianjurkan untuk berwudhu sebelum berdzikir. Kebersihan jasmani akan mempengaruhi kejernihan hati dan konsentrasi dalam berdzikir.

2. Menghadap Kiblat

Sangat dianjurkan untuk menghadap kiblat saat berdzikir untuk bentuk penghormatan dan untuk meningkatkan konsentrasi. Ini juga menunjukan kesatuan umat Islam di seluruh dunia.

3. Khusyu’

Bagian penting dalam dzikir adalah dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan. Hindari berdzikir sambil melakukan aktivitas lain yang bisa mengganggu fokus. 

Tanya Jawab (QnA)

Q: Kapan waktu yang tepat untuk membaca dzikir pagi dan petang?

A: Dzikir pagi dibaca setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari, sedangkan dzikir petang dibaca setelah shalat Ashar hingga maghrib. Namun, jika terlewat, masih boleh dibaca kapan saja dengan niat qadha.

Q: Apakah dzikir pagi petang harus dibaca dalam bahasa Arab?

A: Sangat dianjurkan membaca dalam bahasa Arab karena itulah bahasa aslinya dan memiliki keutamaan khusus. Namun, boleh juga dibaca terjemahannya sambil berusaha mempelajari bahasa Arab secara bertahap.

Q: Bagaimana jika tidak hafal semua bacaan dzikir pagi petang?

A: Mulailah dengan bacaan yang sudah hafal, kemudian secara bertahap menambah hafalan. Yang terpenting adalah konsistensi dalam mengamalkannya, meskipun dengan bacaan yang sedikit.

Q: Apakah boleh membaca dzikir pagi petang sambil melakukan aktivitas lain?

A: Lebih baik membaca dengan fokus dan khusyu. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, boleh dibaca sambil aktivitas ringan asalkan tetap memperhatikan adab dan tidak mengurangi konsentrasi.