Bacaan Dzikir yang Diucapkan ketika Ada Musibah, Pelipur Hati Meraih Berkah

Bacaan dzikir yang diucapkan ketika ada musibah menjadi sarana pelipur lara, memohon pertolongan Allah dan mendapatkan hikmah di baliknya

Diterbitkan 16 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dan musibah dalam hidupnya. Karena itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan dzikir yang diucapkan ketika ada musibah, baik yang menimpa diri maupun orang lain.

Musibah itu berupa berupa sakit, kehilangan harta, kematian orang yang dicintai, maupun berbagai cobaan lainnya. Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan dzikir dan doa tertentu yang tidak hanya menjadi pelipur lara, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah serta meraih pahala dan keberkahan.

Berikut ini adalah bacaan-bacaan dzikir ketika menghadapi musibah, berdasarkan tiga literatur rujukan, yaitu Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-BadrBuku Kumpulan Doa Sehari-hari, Kementerian Agama RI, Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, karya Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani, dan sumber relevan lainnya.

1. Kalimat Istirja’ (Bacaan Kembali kepada Allah)

Kalimat istirja’ berasal dari kata raja’a yang berarti “kembali”. Ia adalah bacaan yang diucapkan seorang muslim ketika tertimpa musibah, sebagai bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

Bacaan Pertama (Paling Utama)

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn

Arti: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.”

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 156 yang menerangkan sifat orang-orang yang sabar ketika ditimpa musibah: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn’.” (QS. Al-Baqarah: 156)

Imam al-Qurtubi dalam kitab Al-Jāmi‘ li Ahkām al-Qur’an menjelaskan Allah SWT menjadikan kalimat ini sebagai sandaran bagi orang yang ditimpa musibah, dan perlindungan bagi mereka yang sedang menjalani ujian. Kalimat ‘Innā lillāh’ adalah tauhid dan pengakuan terhadap ubudiyyah dan kekuasaan Allah. Sedangkan kalimat ‘Wa innā ilaihi rāji‘ūn’ adalah pengakuan bahwa kita akan binasa dan akan dibangkitkan dari alam kubur, serta keyakinan bahwa semua urusan kembali kepada-Nya.

Allah menjanjikan balasan bagi mereka yang mengucapkan istirja’: “Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157).

Bacaan Lengkap Istirja dengan Tambahan Doa

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn, Allāhumma ajurnī fī musībatī wa akhlif lī khayran minhā

Arti: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Dzikir ini mengandung pengagungan terhadap Allah dengan menyebut keagungan, keluhuran, dan kekuasaan-Nya atas seluruh alam semesta, sehingga hati menjadi tenang dan tawakal.

2. Dzikir Nabi Muhammad SAW ketika Tertimpa Kesusahan dan Musibah

Doa dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Latin: Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul halīm, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīm, lā ilāha illallāhu rabbus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīm

Arti: “Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pemilik ‘Arsy yang agung. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pencipta langit, Pencipta bumi, Pemilik ‘Arsy yang mulia.”

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW ketika tertimpa kesusahan mengucapkan dzikir tersebut.

Dzikir ini mengandung pengagungan terhadap Allah dengan menyebut keagungan, keluhuran, dan kekuasaan-Nya atas seluruh alam semesta, sehingga hati menjadi tenang dan tawakal.

3. Doa Kesembuhan untuk Orang Tertimpa Musibah Sakit

Sakit merupakan salah satu bentuk musibah yang paling sering dialami. Islam mengajarkan doa-doa khusus untuk memohon kesembuhan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Bacaan 1: Doa Nabi untuk Keluarga

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfī. Lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yughādiru saqaman

Arti: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”📖 DalilHadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah ﷺ membacakan doa ini ketika menjenguk keluarganya yang sakit.

Bacaan 2: untuk Sahabat (Ruqyah)

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta

Arti: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mulah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

Bacaan 3: Doa untuk Orang Sakit – Dianjurkan Dibaca 7 Kali

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Latin: As’alullāhal ‘azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yasyfiyaka

Arti: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang megah, agar menyembuhkanmu.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAWQ menganjurkan doa ini dibacakan sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit.

Dzikir untuk Perlindungan Diri dan Keluarga

Al-Mu’awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) untuk Perlindungan dari Musibah

1. Surah Al-Ikhlas (3× pada pagi dan petang)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu ahad. Allāhus shamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad

Arti: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”b.

2. Surah Al-Falaq (3× pada pagi dan petang)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a‘ūdzu birabbil falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin idzā waqab. Wa min sharrin naffātsāti fil ‘uqad. Wa min sharri hāsidin idzā hasad

3. Surah An-Naas (3× pada pagi dan petang)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Dalam Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, dijelaskan:

“Sungguh telah datang banyak hadits yang menunjukkan besarnya keutamaan ketiga surah ini, lebih-lebih apabila penyakit tersebut disebabkan oleh sihir, ‘ain, atau yang semisal.” (Syaikh Abdurrazzaq al-Badr)

Beliau juga mengutip Ibnu Qayyim rahimahullah:

“Sesungguhnya kebutuhan hamba untuk meminta perlindungan dengan kedua surah ini (Al-Falaq dan An-Naas) lebih besar daripada kebutuhannya kepada udara, makanan, minuman, dan pakaian.” (Ibnu Qayyim, Badā’i‘ul Fawā’id).

Dzikir Perlindungan dari Kejahatan Diri, Setan, dan Makhluk

Berlindung dengan Kalimat Allah yang Sempurna

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min sharri mā khalaq

Arti: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3× pada pagi dan petang)

Berlindung dari Kejahatan Diri dan Setan

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Arti: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dari Buku Dzikir Pagi dan Petang)

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baaz.

Doa Memohon Kebaikan dan Keselamatan di Dunia dan Akhirat

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam kitabnya mengutip beberapa doa yang sangat dianjurkan bagi siapa pun yang tertimpa musibah:

Bacaan Pertama

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

Arti: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku.”

Bacaan Kedua

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Arti: “Ya Allah, tutupilah auratku (aibku) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak disambar dari bawahku.”

Hikmah dan Keutamaan Dzikir saat Ada Musibah

Para ulama juga menjelaskan hikmah mendalam mengapa Allah menakdirkan musibah. Imam Ibnu Qayyim, misalnya, menegaskan bahwa musibah bukanlah akhir segalanya, melainkan sarana untuk melatih kesabaran, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Musibah juga dapat menghindarkan seseorang dari sifat sombong dan ujub, serta menjadi pengingat bahwa kehidupan akhirat adalah yang utama. Bahkan, doa dan dzikir itu sendiri adalah obat yang paling bermanfaat untuk menangkal dan menghilangkan musibah.

1. Keutamaan-Keutamaan Dzikir Saat Musibah

Perlindungan dan Ketenangan: Salah satu keutamaan utama dzikir, terutama yang dibaca di pagi dan petang, adalah menjadi benteng perlindungan dari berbagai keburukan, gangguan setan, sihir, dan musibah yang tak terduga.

Dzikir pagi petang adalah amalan yang agung, dan barangsiapa menjaganya, ia akan terjaga dengan izin Allah dari bencana yang tiba-tiba datang. Di saat musibah, dzikir juga menjadi sumber ketenangan hati yang sangat dibutuhkan.

2. Pengampunan Dosa dan Pengangkatan Derajat

Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, sekecil apapun, dapat menjadi penghapus dosa-dosanya. Sebagaimana sabda Nabi SAW, tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau lebih dari itu, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapuskan satu kesalahannya karenanya. Ini menunjukkan bahwa musibah sekaligus menjadi penghapus dosa masa lalu dan penambah pahala di sisi Allah.

3. Ganjaran Pahala yang Besar

Orang yang sabar dan mengucapkan dzikir istirja' saat mendapat musibah akan mendapatkan pahala yang sangat besar, bahkan tanpa batas. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan "maiyatullah" atau kebersamaan dari Allah, serta balasan berupa surga. Secara khusus, membaca dzikir "Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah..." dapat memberikan pahala seperti membebaskan sepuluh budak, dicatat 100 kebaikan, dan dihapus 100 dosa.

4. Pengganti yang Lebih Baik dan Keberkahan

Bagi yang mengamalkan doa ketika tertimpa musibah, Allah akan memberikan ganti yang lebih baik dari apa yang hilang, serta keberkahan hidup. Keutamaan ini juga meliputi ampunan dosa dan pengabulan doa. Bahkan dalam kondisi kritis, seperti sakaratul maut, dzikir dapat membantu meringankan dosa.

People also Ask:

Apa yang dibaca ketika terkena musibah?

Doa Terkena Musibah

Innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji'un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ. Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali.

Apa bacaan meminta perlindungan kepada Allah?

Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya, tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).

Doa apa yang dibaca ketika sedang mengalami kesusahan agar dimudahkan Allah?

saat menghadapi kesulitan: اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

“Ya Allah, tidak ada yang mudah.

Apa doa yang diajarkan Rasulullah saat menghadapi musibah?

قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

“Ini taqdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan. Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.