Apakah Munculnya Gunung Emas Tanda Kiamat? Ketahui Penjelasan dan Hadistnya

Fenomena gunung emas kerap dikaitkan dengan akhir zaman. Apakah munculnya gunung emas tanda kiamat?

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Apakah Munculnya Gunung Emas Tanda Kiamat? Ya, munculnya gunung emas merupakan salah satu tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits sahih. Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai tanda-tanda kiamat.

Munculnya gunung emas dari Sungai Efrat merupakan salah satu tanda kiamat sughra (kecil) yang disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Melansir dari buku Dasar‑Dasar Memahami Iman, Islam, dan Ihsan oleh Ipnu Rinto Noegroho, disebutkan bahwa seseorang yang beriman tidak sekadar menyebut syahadat.  Akan tetapi keyakinan itu harus meresap hingga menggugah jiwa dan perilaku. 

Maksudnya, ketika membicarakan tanda kiamat seperti munculnya gunung emas di dasar Sungai Eufrat, seorang Muslim harus menanggapi peringatan besar semacam itu dengan iman yang matang dan bukan sekadar respons emosional. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (20/10/2025).

Apakah Munculnya Gunung Emas Tanda Kiamat?

Kemunculan gunung emas memang merupakan salah satu tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Tanda ini secara spesifik merujuk pada mengeringnya Sungai Eufrat yang kemudian akan menyingkapkan perbendaharaan emas di dasarnya.

Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam haditsnya bahwa ketika Sungai Efrat mengering, akan tersingkap perbendaharaan emas yang selama ini tersembunyi di dalamnya. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda: "Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Efrat akan menjadi surut airnya, lalu tampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu."

Larangan Rasulullah ini menunjukkan bahwa kemunculan gunung emas tersebut bukanlah berkah, melainkan fitnah besar yang akan menyebabkan pertumpahan darah. Disebutkan bahwa manusia akan saling berperang untuk memperebutkan emas tersebut.

Munculnya gunung emas dari Sungai Efrat ini dikategorikan sebagai tanda kiamat sughra atau tanda-tanda kecil menjelang hari kiamat. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak tergiur oleh harta dunia yang dapat membawa kehancuran dan menyebabkan perpecahan di antara manusia.

 

Hikmah dari Hadits Munculnya Gunung Emas

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai makna "gunung emas" dalam hadits tentang Sungai Efrat. Sebagian ulama memahaminya secara literal sebagai emas dalam bentuk sebenarnya, sementara yang lain menafsirkannya sebagai kiasan untuk sumber daya alam lainnya.

Mengutip buku The Future of Islam: masa depan islam, ada yang berpendapat nubuat ini hanya dapat dipahami secara literal, yaitu merujuk pada emas sebagaimana mestinya. Pandangan ini berpegang pada makna tekstual hadits tanpa mencari interpretasi lain di luar redaksi yang tersurat.

Hadits tentang munculnya gunung emas dari Sungai Efrat mengandung berbagai hikmah dan pelajaran penting bagi umat Islam. Peringatan Rasulullah SAW dalam hadits ini bukan sekadar prediksi masa depan, tetapi juga panduan moral bagi kehidupan umat.

Kondisi Sungai Efrat di Masa Kini

Sungai Efrat yang disebutkan dalam hadits kini mengalami berbagai perubahan yang menarik untuk dicermati dalam konteks tanda-tanda kiamat. Sungai bersejarah ini memiliki panjang sekitar 2.800 kilometer dan mengalir melalui tiga negara: Turki, Suriah, dan Irak.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sungai Efrat mengalami penurunan debit air yang signifikan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kondisi ini termasuk perubahan iklim, pembangunan bendungan, dan penggunaan air yang berlebihan untuk pertanian dan kebutuhan manusia. Fenomena ini menjadi perhatian para pengamat hadits yang melihat kemiripannya dengan apa yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.

Melansir dari berbagai sumber berita internasional dan laporan lingkungan, debit air Sungai Efrat telah menurun drastis dibandingkan beberapa dekade lalu. Beberapa bagian sungai bahkan mengalami kekeringan parah, terutama di wilayah Suriah dan Irak yang terdampak konflik dan krisis air. Masyarakat yang bergantung pada sungai ini menghadapi kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian.

Meskipun kondisi saat ini menunjukkan penurunan debit yang mengkhawatirkan, para ulama mengingatkan untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa ini adalah pemenuhan hadits secara sempurna. Hadits menyebutkan bahwa sungai akan mengering hingga menyingkap gunung emas, dan peristiwa ini belum terjadi hingga saat ini. Umat Islam tetap diperintahkan untuk bersiap dengan memperbanyak amal saleh, bukan dengan berspekulasi tentang waktu terjadinya tanda-tanda kiamat.

Tanda-Tanda Kiamat Sughra (Kecil)

Tanda-tanda kiamat dalam Islam dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu tanda kiamat sughra (kecil) dan tanda kiamat kubra (besar). Munculnya gunung emas dari Sungai Efrat termasuk dalam kategori tanda kiamat sughra yang akan terjadi sebelum datangnya tanda-tanda besar.

Tanda kiamat sughra adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi secara bertahap dan dapat diamati oleh manusia sepanjang sejarah hingga menjelang hari kiamat. Beberapa tanda kiamat kecil sudah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW, seperti diutusnya beliau sebagai nabi terakhir, sementara tanda lainnya masih akan terjadi di masa mendatang.

Mengutip dari berbagai sumber hadits sahih, tanda-tanda kiamat sughra meliputi berbagai aspek kehidupan manusia. Ada yang berkaitan dengan perubahan moral dan sosial masyarakat, seperti merebaknya kemaksiatan, hilangnya amanah, dan anak yang durhaka kepada orang tua. Ada pula yang berkaitan dengan peristiwa alam dan politik, seperti mengeringnya Sungai Efrat hingga menyingkap gunung emas.

Tanda kiamat kecil berfungsi sebagai peringatan bagi umat manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi hari akhir. Berbeda dengan tanda kiamat kubra yang datang secara tiba-tiba dan berurutan, tanda kiamat sughra terjadi secara bertahap dan memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertaubat dan memperbaiki diri sebelum datangnya kiamat yang sebenarnya.

Tanda-Tanda Kiamat Kubra (Besar)

Tanda kiamat kubra adalah peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi menjelang hari kiamat secara berurutan dan dalam waktu yang relatif berdekatan. Setelah tanda-tanda kiamat besar ini muncul, pintu taubat akan ditutup dan kiamat sudah sangat dekat.

Berbeda dengan tanda kiamat sughra, tanda kiamat kubra belum satupun terjadi hingga saat ini. Para ulama berdasarkan hadits-hadits sahih menyebutkan bahwa terdapat sepuluh tanda kiamat besar yang akan muncul secara berurutan sebelum datangnya hari kiamat.

Melansir dari berbagai kitab hadits dan tafsir, sepuluh tanda kiamat kubra tersebut meliputi: munculnya Imam Mahdi, keluarnya Dajjal (Al-Masih Ad-Dajjal), turunnya Nabi Isa AS, munculnya Ya'juj dan Ma'juj, terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang melata dari bumi (Dabbatul Ardh), dan tiga kali gempa besar di timur, barat, dan Jazirah Arab. Tanda terakhir adalah munculnya api besar dari Yaman yang akan menggiring manusia ke tempat pengumpulan (Mahsyar).

Ketika tanda-tanda besar ini mulai muncul, maka tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat bagi orang-orang yang belum beriman. Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk selalu bersiap dan memperbanyak amal saleh sebelum datangnya tanda-tanda tersebut, karena tidak ada yang mengetahui kapan tepatnya hari kiamat akan tiba kecuali Allah SWT.

FAQ

1. Apakah munculnya gunung emas tanda kiamat? Ya, munculnya gunung emas dari Sungai Efrat yang mengering merupakan salah satu tanda kiamat sughra (kecil) yang disebutkan dalam hadits sahih.

2. Di mana lokasi munculnya gunung emas tersebut? Gunung emas akan muncul di Sungai Efrat yang mengalir dari Turki melalui Suriah hingga Irak ketika sungai tersebut mengering.

3. Apakah boleh mengambil emas yang muncul dari Sungai Efrat? Tidak boleh, Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya untuk mengambil emas tersebut karena akan menyebabkan fitnah dan pertumpahan darah.

4. Berapa banyak korban yang akan tewas memperebutkan gunung emas? Menurut hadits, akan terbunuh 99 orang dari setiap 100 orang yang memperebutkan gunung emas tersebut.

5. Apakah gunung emas itu benar-benar emas atau minyak bumi? Mayoritas ulama memahaminya secara literal sebagai emas, meskipun sebagian menafsirkannya sebagai minyak bumi (emas hitam).

6. Apakah Sungai Efrat sudah mulai mengering sekarang? Sungai Efrat memang mengalami penurunan debit air, tetapi belum mengering total dan belum menyingkap gunung emas seperti yang disebutkan hadits.

7. Apa hikmah dari hadits munculnya gunung emas? Hikmahnya adalah peringatan agar umat Islam tidak terbutakan oleh harta dunia yang dapat membahayakan diri sendiri dan menyebabkan perpecahan.Â