Liputan6.com, Jakarta Ekspedisi Buhran merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW, yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir tahun ke-3 Hijriah, atau setahun setelah perang Badar (2 H). Peristiwa ini bukan sekadar gerakan militer, melainkan bagian dari strategi Rasulullah SAW dalam menjaga keamanan dan kestabilan umat Islam di Madinah.
Merujuk Buku Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Rasulullah SAW memimpin langsung ekspedisi ini, menuju wilayah Buhran yang berjarak sekitar 160 km dari Madinah. Tujuan utama ekspedisi tersebut adalah menghadapi potensi serangan dari suku Quraisy yang bersekutu dengan Bani Sulaim.
Advertisement
Buhran sendiri terletak di lembah Furu’, di antara Makkah dan Madinah. Wilayah ini dikenal sebagai daerah tambang kaya sumber daya alam, terutama logam mulia, yang memiliki nilai strategis tinggi dalam menopang kekuatan ekonomi dan militer.
Meski tak sampai terjadi pertempuran, ekspedisi Buhran memperkuat reputasi Islam di Jazirah Arab. Mari simak kisah dan pelajaran dari ekspedisi Buhran.
Pemicu Ekspedisi Buhran
Salah satu pemicu utama ekspedisi Buhran adalah meningkatnya ancaman dari suku Quraisy yang bersekutu dengan Bani Sulaim. Rasulullah SAW memandang ekspedisi ke Buhran sebagai langkah preventif untuk menghalangi potensi ancaman sekaligus menunjukkan kekuatan umat Islam yang kian berkembang.
Dalam Buku Ar-Rahiq Al-Makhtum Sirah Nabawiyah karya Saifur Rahman Al-Mubarakpuri, kedua suku tersebut tengah merencanakan serangan ke wilayah Madinah untuk melemahkan posisi kaum Muslimin setelah kekalahan Quraisy dalam Perang Badar.
Rasulullah SAW mendapatkan kabar tentang konsolidasi kekuatan musuh di sekitar Buhran, sehingga beliau segera memutuskan untuk melakukan ekspedisi ke wilayah tersebut sebelum ancaman berkembang menjadi serangan nyata.
Faktor ekonomi juga menjadi pemicu penting. Buhran merupakan daerah tambang yang dikuasai oleh al-Hujjaj bin ‘Iladz al-Bahdzi, tokoh terkemuka dari Quraisy. Tambang ini menghasilkan logam berharga yang dapat memperkuat kekuatan ekonomi pihak Quraisy.
Rasulullah SAW memahami bahwa menguasai atau mengamankan wilayah strategis seperti Buhran berarti menekan sumber daya ekonomi lawan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Madinah.
Ekspedisi Buhran juga bertujuan memperlihatkan kehadiran nyata kekuatan Islam di wilayah luar Madinah. Ini merupakan langkah politik untuk menunjukkan bahwa umat Islam bukan kelompok lemah, melainkan kekuatan baru yang disegani di Jazirah Arab. Dengan demikian, ekspedisi ini berfungsi sebagai langkah pencegahan, demonstrasi kekuatan, dan pengamanan ekonomi sekaligus.
Advertisement
Strategi Brilian Rasulullah SAW dalam Ekspedisi Buhran
Merujuk catatan dalam Buku Rasulullah Sang Panglima: Meneladani Strategi & Kepemimpinan Nabi SAW dalam Berperang, karya Mahmud Syait Khaththab, Rasulullah SAW menerapkan strategi yang matang dan penuh perhitungan dalam ekspedisi Buhran.
Beliau memimpin langsung pasukan sebanyak 300 orang, namun tetap memastikan keamanan internal Madinah dengan menunjuk Abdullah bin Ummi Makhtum sebagai pengganti beliau selama keberangkatan. Strategi ini menunjukkan kecermatan Rasulullah dalam memadukan aspek militer dan pemerintahan.
Rasulullah SAW tidak hanya fokus pada operasi luar, tetapi juga menjamin stabilitas dan ketertiban dalam negeri.
Selain menjaga keseimbangan internal, strategi eksternal Rasulullah adalah memanfaatkan efek psikologis kekuatan. Dengan menggerakkan pasukan ke wilayah sejauh Buhran, Rasulullah mengirim pesan kuat kepada suku Quraisy bahwa umat Islam siap bergerak kapan saja dan di mana saja.
Langkah ini juga mencegah lawan untuk melakukan manuver ofensif karena mereka sadar kekuatan Islam semakin solid dan terorganisir.
Rasulullah juga menghindari pertempuran terbuka tanpa alasan yang jelas. Ketika pasukan tiba di Buhran dan tidak menemukan perlawanan, beliau memilih untuk tidak memaksakan konfrontasi. Menurut Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, keputusan ini menunjukkan kebijaksanaan dan prinsip Rasulullah bahwa peperangan hanya dilakukan bila benar-benar diperlukan.
Strategi ini memperkuat citra Rasulullah sebagai pemimpin yang tegas namun berperikemanusiaan, berorientasi pada kedamaian, dan tidak berambisi menumpahkan darah.
Jalannya Ekspedisi Buhran
Rasulullah SAW berangkat bersama pasukan Muslim dari Madinah menuju Buhran pada bulan Rabiul Akhir tahun ke-3 H. Perjalanan tersebut menempuh jarak sekitar 160 km ke arah selatan Madinah.
Saifur Rahman Al-Mubarakpuri mencatat dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum Sirah Nabawiyah, di sepanjang perjalanan, Rasulullah berhenti di beberapa tempat untuk memastikan pasukan tetap terorganisir dan siap tempur. Beliau juga melakukan pengintaian terhadap pergerakan musuh dengan menempatkan para sahabat yang ahli dalam strategi militer.
Setibanya di Buhran, pasukan Muslim tidak menemukan pasukan Quraisy maupun sekutu mereka. Informasi intelijen menunjukkan bahwa pihak lawan telah melarikan diri sebelum kedatangan pasukan Islam karena mendengar kekuatan Rasulullah yang besar.
Situasi ini menunjukkan bahwa keberadaan Rasulullah dan pasukannya sudah cukup untuk menggagalkan rencana serangan musuh tanpa harus bertempur.
Rasulullah dan pasukannya menetap beberapa hari di Buhran untuk memastikan kondisi aman dan mengamankan wilayah tambang yang menjadi sumber konflik. Setelah memastikan tidak ada ancaman, Rasulullah memutuskan untuk kembali ke Madinah pada bulan Jumadal Ula.
Ekspedisi ini berakhir tanpa korban, namun dengan hasil strategis besar berupa penguatan posisi politik dan psikologis umat Islam di kawasan Arab.
Advertisement
Hasil Ekspedisi Buhran
Menurut Menurut Ar-Rahiq Al-Makhtum, meskipun tidak terjadi pertempuran, ekspedisi Buhran memberikan hasil yang sangat penting bagi umat Islam.
Pertama, ekspedisi ini berhasil menghilangkan ancaman dari Quraisy dan Bani Sulaim yang berencana menyerang Madinah.
Musuh menjadi gentar dan kehilangan keberanian setelah melihat kesiapan militer Pasukan Islam. Efek psikologis ini jauh lebih besar daripada hasil fisik dari sebuah pertempuran.
Kedua, ekspedisi ini memperkuat pengaruh Rasulullah di wilayah strategis antara Mekah dan Madinah. Dengan mengamankan daerah tambang Buhran, Rasulullah berhasil mengontrol sumber daya ekonomi yang sebelumnya dimanfaatkan oleh Quraisy. Hal ini memberikan stabilitas ekonomi bagi umat Islam dan mempersempit ruang gerak lawan.
Ketiga, ekspedisi ini menjadi contoh nyata kepemimpinan Rasulullah dalam mengedepankan strategi damai tanpa mengorbankan kewibawaan.
Keberhasilan ekspedisi Buhran menunjukkan bagaimana Rasulullah mampu mencapai kemenangan tanpa peperangan, melalui strategi cerdas dan efek diplomasi militer yang brilian.
Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Ekspedisi Buhran
Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari ekspedisi Buhran:
1. Pentingnya Strategi dan Kesiapsiagaan
Ekspedisi Buhran mengajarkan pentingnya strategi, kesiapsiagaan, dan kepemimpinan visioner dalam menghadapi ancaman. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kekuatan bukan hanya terletak pada kemampuan bertempur, tetapi juga pada kecerdasan membaca situasi dan mengelola potensi konflik.
Terkait kesiapsiagaan, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan diri ketika marah.”— (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Islam Mengutamakan Perdamaian
Selain itu, ekspedisi ini menegaskan bahwa Islam mengutamakan perdamaian. Rasulullah tidak mencari perang, melainkan mencegahnya. Kemenangan sejati adalah ketika musuh gentar tanpa darah tertumpah. Prinsip ini menjadi dasar etika perang dalam Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan.
QS. Al-Baqarah [2]: 190“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
3. Pengelolaan Militer dan Ekonomi
Pelajaran lainnya adalah pentingnya pengelolaan sumber daya ekonomi dalam mendukung kekuatan umat. Dengan mengamankan tambang Buhran, Rasulullah menegaskan bahwa kekuatan ekonomi adalah bagian dari ketahanan umat. Kepemimpinan beliau menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjaga keseimbangan antara strategi militer, politik, dan ekonomi.
Advertisement
Situs Bersejarah Terkait Ekspedisi Buhran
Beberapa situs bersejarah yang berkaitan dengan ekspedisi Buhran masih dapat ditemukan hingga kini di kawasan antara Madinah dan Wadi al-Fara’.
1. Al-Masjidil A’la
Al-Masjidil A’la di desa Abu Dhaba’, sekitar 120 km selatan Madinah, yang menjadi tempat singgah Rasulullah dalam perjalanan ke Buhran.
2. Masjid al-Asfal dan Masjid al-Burud
Selain itu, terdapat Masjid al-Asfal dan Masjid al-Burud di desa al-Mudhiq, yang ditandai dengan tumpukan batu sebagai penanda tempat Rasulullah pernah singgah dan berdoa.
3. Gunung Muqammal
Di Gunung Muqammal, terdapat masjid yang menandai lokasi Rasulullah shalat setibanya kembali di Madinah setelah ekspedisi Buhran. Sementara Masjid Al-Akmah berada di tepi aliran Sungai Al-Barid, di hulu Wadi Al-Gharb, juga menjadi saksi perjalanan beliau dalam ekspedisi ini.
Situs-situs ini kini menjadi bagian dari warisan sejarah Islam yang mengingatkan umat akan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan Islam tanpa kekerasan.
Situs-situs tersebut bukan sekadar peninggalan fisik, melainkan juga simbol keteguhan, kebijaksanaan, dan strategi Rasulullah dalam mengamankan umat Islam. Hingga kini, kawasan Buhran menjadi saksi bisu keteladanan kepemimpinan beliau sebagai panglima yang berilmu, berakhlak, dan berhikmah.
People Also Ask
1. Pelajaran apa yang dapat diambil dari peristiwa Perang Badar?
Pelajaran dari Perang Badar untuk Generasi Masa Kini
Perang Badar mengajarkan kepada generasi masa kini bahwa kesuksesan sering kali tidak ditentukan oleh jumlah atau kekuatan material, melainkan oleh keimanan, kerja sama, dan strategi yang tepat.
2. Kapan terjadinya Perang Buhran?
Oktober 624 MPerang Bahran / Tanggal dimulai
3. Mengapa kemenangan Badar paling menginspirasi umat Islam?
Kemenangan Umat Muslim
Keberhasilan di Badar meningkatkan moral umat Islam dan memperkuat tekad mereka . Hal ini menunjukkan kecemerlangan strategis dan perencanaan yang efektif, yang menjadi indikator awal kualitas kepemimpinan Nabi Muhammad (saw).
4. Apa manfaat yang bisa diambil dari perang?
Awalnya Dijawab: Apa manfaat perang. Selain menyediakan sarana untuk mendapatkan atau mengamankan sumber daya eksternal (menyerang suatu tempat yang memiliki sumber daya), perang (atau ancaman perang) memberikan pembenaran atas kebijakan internal yang tidak dapat diterima di masa damai.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4115760/original/070698900_1659912007-cxWrBLtEdpVu8eshnVo8RR-970-80.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)