Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 15 dalam penanggalan Hijriah memiliki makna penting dalam tradisi Islam karena bertepatan dengan pertengahan bulan (Ayyāmul Bidh), yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, termasuk Rabiul Akhir. Pertanyaan yang sering muncul, apa amalan 15 Rabiul Akhir?
Terkait Rabiul Akhir, dalam Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 Tahun 2024 berjudul Kepercayaan Larangan Bulan dalam Pandangan Islam karya Adinda Putri Nurhaliza, dkk, dijelaskan dalam sistem kepercayaan tradisional Sunda yang dibahas pada jurnal ini, bulan Rabiul Akhir termasuk salah satu bulan yang memiliki “larangan hari tertentu” untuk melaksanakan kegiatan besar. Anggapan ini ditepis dengan dalil kuat dan larangan Islam untuk menganggap bahwa hari atau bulan tertentu membawa sial.
Advertisement
Rabiul Akhir adalah bulan keempat dalam penanggalan Hijriah yang secara harfiah berarti "musim semi yang akhir" atau "musim semi kedua". Para ulama berpendapat bahwa pertengahan bulan, termasuk Rabiul Akhir memiliki nilai spiritual tinggi.
1. Puasa Sunnah Pertengahan Bulan (Ayyāmul Biḍh).
Secara langsung dan khusus, tidak terdapat dalil sahih dari Al-Qur’an maupun hadis Nabi SAW yang menetapkan amalan tertentu pada tanggal 15 Rabiul Akhir. Para ulama menegaskan bahwa menetapkan amalan khusus pada waktu tertentu harus ada dalilnya.
Kaedah Ushul Fiqh: "الأصل في العبادات التوقيف" “Hukum asal dalam ibadah adalah berhenti (menunggu dalil).” (Lihat: Al-Muwafaqat, Imam Asy-Syathibi, Juz 1, hal. 94)
Hanya saja, tanggal 15 Hijriah tiap bulan di luar Ramadhan, menjadi rangkaian ayyamul bidh (hari-hari yang cerah), di mana umat Islam dianjurkan berpuasa Ayyamul Bidh. Itu termasuk pada Rabiul Akhir.
Puasa Sunnah Pertengahan Bulan (Ayyāmul Biḍh).
Pada hari-hari yang cerah, merujuk sinar bulan yang bersinar terang, itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah tiga hari setiap bulan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
“Kekasihku (Rasulullah ﷺ) berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari, no. 1178; Muslim, no. 721).
Dijelaskan dalam kitab Subulus Salam karya Imam Ash-Shan’ani dan Syarh Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, puasa pertengahan bulan memiliki nilai spiritual tinggi karena melatih keseimbangan antara ibadah jasmani dan rohani.
Advertisement
2. Sholat Sunnah
Lantaran tidak ada amalan khusus pada 15 Rabiul Akhir, maka amalan umum yang dianjurkan di hari apapun bisa dilaksanakan pada 15 Rabiul Akhir.
Meskipun tidak ada amalan khusus, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh umum pada setiap hari. Di antaranya adalah sholat Sunnah, meliputi Rawatib, Dhuha, Tahajud, dan lainnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: "Barang siapa yang menjaga shalat dua rakaat Dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." — HR. Tirmidzi no. 475, hasan sahih.
3. Dzikir dan Istighfar
Umat Islam dianjurkan taubat dan berdzikir tiap hari. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin (Juz 1, hal. 380) menulis bahwa dzikir dan istighfar yang rutin di waktu lapang akan menguatkan hati dan membuka pintu ketenangan batin.
Hal ini berdasar dalil Al-Qur'an surat An-Nashr ayat 3:
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Artinya: “Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat.” — (QS. An-Nashr: 3).
Dalam Tafsir Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān, Juz 20, hlm. 232, Imam Al-Qurṭubi menulis menjelaskan, ayat ini menunjukkan bahwa apabila seseorang telah berhasil dalam tugasnya, hendaknya ia segera kembali kepada Allah dengan dzikir dan istighfar, karena keberhasilan adalah ujian kesyukuran.
Advertisement
4. Sedekah dan Membantu Sesama
Sedekah tidak terikat waktu. Setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat baik. Sedekah juga berfaedah untuk memadamkan amarah Allah dan menghindari mati yang buruk.
Anjuran bersedekah termaktub dalam hadis Nabi SAW:
الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ
Artinya: “Sedekah itu memadamkan murka Allah dan menolak mati yang buruk.” — (HR. Thabrani dalam Al-Mu‘jam Al-Kabir, no. 11939).
Imam Al-Munawi dalam Faid al-Qadir menjelaskan, makna tuthfi’u ghadhabar-Rabb (memadamkan murka Allah) ialah bahwa sedekah menjadi sebab turunnya rahmat dan pengampunan, sebagaimana air memadamkan api. Sedekah juga menolak musibah, bala, dan kematian yang buruk.
5. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur'an dianjurkan dilakukan tiap hari, selagi berkesempatan. Tentu membaca Al-Qur'an dilakukan selain di tempat yang dilarang, misalnya kakus, kamar mandi, tempat kotor dan lain sebagainya yang bertentangan dengan syariat.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi pembacanya.” — (HR. Muslim no. 804).
Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an di hari-hari biasa lebih utama daripada ritual yang tidak ada dalilnya.
Advertisement
6. Amalan Terkait Tradisi Lokal
Di sebagian daerah Muslim, masyarakat terkadang melakukan doa bersama, sedekah, atau khataman Qur’an pada tanggal-tanggal tertentu termasuk pertengahan bulan Rabiul Akhir.
Para ulama fiqh menilai amalan tersebut boleh dilakukan jika diniatkan sebagai amal kebajikan umum, bukan ibadah khusus.
Imam As-Suyuthi dalam Al-Amr bil Ittiba’ wan Nahyu ‘anil Ibtida’ menjelaskan tidak mengapa melakukan amal kebajikan pada waktu tertentu, selama tidak diyakini ada keutamaan khusus yang tidak ditetapkan syara’.
Artinya, kalau masyarakat melakukan amalan (misalnya sedekah, doa, zikir) karena kebiasaan baik tanpa menganggapnya wajib atau istimewa secara syar’i, maka hal itu boleh dan berpahala sesuai niatnya.
Hikmah Bulan Rabiul Akhir
Para ulama tafsir dan ahli sejarah menyebut Rabiul Akhir sebagai bulan ketenangan dan pemantapan iman, setelah bulan Rabiul Awwal yang penuh peringatan kelahiran Nabi SAW.
Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibn Rajab al-Hanbali (hal. 216), disebutkan setelah semangat pada Rabiul Awwal, hendaklah seorang mukmin melanjutkan amal salehnya dengan istiqamah di bulan Rabiul Akhir.
Tidak terdapat dalil sahih yang menyebut keutamaan khusus bulan Rabiul Akhir dibanding bulan lain, seperti Ramadhan, Dzulhijjah, atau Muharram. Namun, Rabiul Akhir tetap memiliki keutamaan umum sebagai bagian dari bulan-bulan Allah yang penuh kesempatan amal saleh.
Menurut Imam Ibn Rajab al-Hanbali, bulan-bulan hijriah tidak ada yang sia-sia. Tiap bulan memiliki pintu amal yang terbuka bagi hamba yang ingin mendekat kepada Tuhannya.
“Sesudah semangat cinta Rasul di bulan Rabiul Awwal, hendaklah seorang mukmin meneguhkan amal dan istiqamah di bulan Rabiul Akhir," tulis Ibn Rajab al-Hanbali, Lathā’if al-Ma‘ārif, hlm. 219.
Berikut keutamaan umum Rabiul Akhir:
- Melatih istiqamah dalam ibadah setelah Rabiul Awwal.
- Meningkatkan amal sosial dan sedekah sebagai bukti cinta Rasul.
- Memperbanyak sholawat dan dzikir sebagai wujud penguatan ruhani.
- Keutamaan Amal Saleh di Bulan Apa Pun (Termasuk Rabiul Akhir)
- Rabiul Akhir termasuk waktu yang terbuka untuk amal kebajikan umum. Tidak ada larangan atau pengkhususan tertentu, sehingga semua amal saleh bernilai tinggi.
Advertisement
People also Ask:
1. Apa keistimewaan bulan Rabiul Akhir?
Keistimewaan bulan Rabiul Akhir terletak pada kesempatan untuk introspeksi diri dan memperbanyak ibadah seperti dzikir, doa, dan shalat sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan ini juga diwarnai peristiwa sejarah penting, seperti turunnya Surah Al-Hasyr dan peristiwa Perang Al-Ghabah, yang menjadi pelajaran bagi umat Islam. Selain itu, Rabiul Akhir menjadi momen meneladani perjuangan sahabat Nabi dan tokoh Muslim seperti Abdul Qadir Al-Jailani.
2. Ada apa saja di bulan Rabiul Akhir?
Beberapa peristiwa penting terjadi di bulan Rabiul Akhir, seperti Perang al-Ghabah (Dzi Qarad), pengiriman pasukan Khalid bin Walid ke Bani Harits, wafatnya tokoh besar seperti Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan pengangkatan Umar bin Khattab sebagai Khalifah menggantikan Abu Bakar. Bulan ini juga menjadi saksi turunnya Surah Al-Hasyr dan pengusiran Bani Nadhir dari Madinah.
3. Apa arti Rabiul Akhir?
Rabiul Akhir adalah bulan keempat dalam penanggalan Hijriah yang secara harfiah berarti "musim semi yang akhir" atau "musim semi kedua". Nama ini diberikan karena bulan tersebut bertepatan dengan akhir musim semi, di mana tumbuhan di Jazirah Arab bersemi dengan subur. Bulan ini juga dikenal dengan nama Rabiuts Tsani, dan merupakan bulan penting karena menjadi saksi beberapa peristiwa bersejarah dalam Islam, meskipun tidak memiliki keistimewaan ibadah khusus seperti bulan-bulan haram.
4. 23 Rabiul Akhir 1446 jatuh pada tanggal berapa?
26 Oktober 2024: 23 Rabiul Akhir 1446 H. 27 Oktober 2024: 24 Rabiul Akhir 1446 H. 28 Oktober 2024: 25 Rabiul Akhir 1446 H. 29 Oktober 2024: 26 Rabiul Akhir 1446 H.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2798270/original/039840900_1557206744-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)