Amalan yang Dapat Menyelamatkan Kita dari Siksa Kubur, Jadi Bekal Penting

Kematian adalah kepastian, dan siksa kubur menjadi kekhawatiran terbesar. Ketahui berbagai amalan yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur agar perjalanan di alam barzah lebih tenang.

Diterbitkan 02 Oktober 2025, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kematian adalah sebuah kepastian yang akan dialami setiap makhluk hidup. Setelah kematian, manusia akan memasuki alam barzah, di mana siksa kubur menjadi salah satu kekhawatiran terbesar.

Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui dan mengamalkan amalan yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur. Amalan-amalan ini menjadi bekal berharga di kehidupan setelah dunia.

Alam barzah sendiri memiliki arti pembatas antara dua hal, yaitu alam dunia dan alam akhirat, tempat manusia akan menerima balasan amal perbuatannya. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim menunjukkan amal saleh menjadi satu-satunya bekal yang mengiringi jenazah di alam kubur. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (2/10/2025).

Bacaan Kalimat Thayyibah dan Surah Al-Mulk sebagai Penyelamat Siksa Kubur

Beberapa bacaan istimewa dalam Islam dikenal sebagai amalan yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur.

Membaca Kalimat Thayyibah

Ucapan 'la ilaha illallah' memiliki banyak keutamaan dan tidak hanya menjadi identitas seorang Muslim, tetapi juga menjadi tameng yang melindungi dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang sering mengucapkan kalimat thayyibah akan merasa tenang saat menghadapi kematian.

Membaca kalimat ini secara rutin dapat memberikan keamanan dari kemiskinan dan siksa kubur. Hadits riwayat Dailami, Khatib, dan Abu 'Aliyah menyebutkan:

"مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ"

Artinya: "Siapa saja yang membaca kalimat 'Laa ilaaha illallah al malikul haqqul mubin' sebanyak 100 kali setiap harinya maka pasti aman dari kemiskinan, siksa kubur, terbuka pintu rezeki dan pintu surga baginya."

Membaca Surah Al-Mulk

Membaca Surah Al-Mulk setiap malam sebelum tidur merupakan amalan yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur. Amalan ini sangat dianjurkan untuk rutin dilakukan.

Hadits riwayat An Nasa'i menyatakan:

"من قَرَأَ ( تبَارك الَّذِي بِيَدِهِ الْملك ) كل لَيْلَة مَنعه الله بهَا من عَذَاب الْقَبْر وكنّا في عهد رسولِ الله -صلّى الله عليه وسلّم- نسمّيها المانعة"

Artinya: "Barang siapa yang membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah Al Mulk) tiap malam, Allah SWT akan mencegahnya dari siksa kubur. Kami (para sahabat) di masa Rasulullah SAW menamakannya (surah) Al Maani'ah (yang mencegah dari azab kubur)."

Menurut buku Biografi dan Akidah Imam Al-Muzani karya Abu Utsman Kharisman, membaca surat Al-Mulk setiap malam menjelang tidur adalah salah satu amalan penyelamat dari siksa kubur.

Berjuang di Jalan Allah dan Keutamaan Syahid

Berjuang di jalan Allah SWT merupakan salah satu amalan yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur. Seorang yang meninggal saat bertugas di jalan Allah SWT akan terbebas dari siksa kubur.

Hadits riwayat At Tirmidzi dan Abu Daud menjelaskan: "Setiap yang gugur akan selesai amalnya, kecuali yang meninggal pada saat bertugas jaga di jalan Allah. Amalnya akan terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur."

Menurut buku Perbuatan tak Disengaja Membuat Dosa yang Memberatkan Siksa Kubur karya Indah Permatasari, S.Pd, seorang yang meninggal saat bertugas di jalan Allah SWT akan terbebas dari siksa kubur. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala bagi mereka yang gugur di medan jihad.

Keutamaan Meninggal di Hari Jumat dan Sakit Perut

Selain amalan selama di dunia, ada juga perkara-perkara yang menyelamatkan seseorang dari siksa kubur, seperti meninggal dunia pada hari Jumat atau karena sakit perut.

Meninggal Dunia di Hari Jumat

Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa meninggal pada hari Jumat akan berpeluang terhindar dari siksa kubur. Hadits riwayat Ahmad menyatakan:

"مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ"

Artinya: "Tidak ada seorang muslim pun (laki-laki atau perempuan, anak kecil maupun dewasa) meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat. Melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur."

Namun, para ulama menjelaskan bahwa meninggal di hari Jumat adalah salah satu tanda husnul khatimah, tetapi bukan satu-satunya syarat mutlak. Husnul khatimah sejatinya diperoleh dari iman, amal saleh, dan istiqamah dalam ketaatan.

Para ulama sepakat bahwa hanya Allah yang tahu pasti apakah seseorang akan mendapatkan ampunan, dan sebaiknya tetap berprasangka baik kepada orang yang meninggal pada hari Jumat, bukan malah menjadi malas beramal.

Meninggal Dunia dalam Keadaan Sakit Perut

Ada hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan disiksa di kubur. Hadits riwayat An-Nasa'i, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Ahmad menyebutkan:

"كُنْتُ جَـالِسًا وَسُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ وخَالِدُ بْنُ عُرْفُطَةَ، فَذَكَرُوا أَنَّ رَجُلاً تُوُفِّيَ، مَاتَ بِبَطْنِهِ، فَإِذَا هُمَا يَشْتَهِيَـانِ أَنْ يَكُونَا شُهَدَاءَ جَنَازَتِهِ فَقَـالَ أَحَدُهُمَا لِلآخَرِ: أَلَمْ يَقُلْ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَقْتُلُهُ بَطْنُهُ فَلَنْ يُعَذَّبَ فِيْ قَبْرِهِ؟ فَقَـالَ اْلآخَرُ: بَلَى. وفي رواية [صَدَقْتَ]."

Artinya: "Aku duduk bersama Sulaiman bin Shurad dan Khalid bin 'Urfuthah, mereka menyebutkan ada seseorang yang meninggal karena sakit perut. Keduanya berkeinginan untuk menyaksikan jenazahnya, maka salah satu dari keduanya berkata kepada yang lainnya, 'Bukankah Rasulullah bersabda, 'Siapa saja yang meninggal karena sakit perut, maka dia tidak akan disiksa di dalam kuburnya.' Lalu yang lainnya berkata, 'Betul apa yang kamu ucapkan'."

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang meninggal karena sakit perut akan mati dalam keadaan syahid.

Hadits riwayat Muslim menyatakan:

"وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ."

Artinya: "Dan siapa saja yang mati karena sakit perut, maka dia mati dalam keadaan syahid."

Amalan Saleh Lainnya sebagai Penerang dan Penyelamat Kubur

Cara terbaik bagi umat Muslim dalam menyiapkan diri untuk menghadapi kematian adalah dengan bertakwa kepada Allah dan mengerjakan amalan-amalan saleh. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur dan menjadi penerang alam kubur:

  1. Selalu Membaca Al-Qur'an

    Al-Qur'an merupakan kitab suci yang diwahyukan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Setiap orang yang senang membaca dan mengamalkan isinya, Al-Qur'an akan menjadi penerang kuburnya dan selalu mendampinginya di alam kubur sampai ia masuk ke dalam surga.

    Hadits riwayat Ahmad menggambarkan bahwa amal saleh akan datang dalam rupa laki-laki berwajah tampan di kubur, membawa kabar gembira dan menjadi teman di alam barzah.

  2. Rajin Bersedekah

    Bersedekah merupakan tindakan memberikan materi atau jasa dengan tujuan meringankan beban atau membahagiakan hidup orang lain. Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur dan menjadi salah satu amalan yang tidak akan terputus setelah meninggal dunia.

    Hadits riwayat Thabrani menyebutkan bahwa "Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur." Selain itu, HR Muslim juga menegaskan bahwa sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh adalah tiga amalan yang pahalanya terus mengalir.

  3. Mengerjakan Salat

    Salat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan memiliki banyak keutamaan, salah satunya akan memperoleh cahaya terang dalam kuburnya. Salat adalah amalan pertama yang akan dihisab atau diperhitungkan di akhirat.

    Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyatakan: "Sesungguhnya, kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi penghuninya dan Allah meneranginya untuk mereka dengan salatku atas mereka." Menurut Khotbah-Khotbah Terakhir Rasulullah SAW karya Ali Abdullah, salat adalah penerang di alam kubur. Oleh karena itu, kerjakan salat wajib tepat waktu dan perbanyak salat-salat sunnah.

  4. Memperbanyak Zikir

    Berzikir kepada Allah pada siang dan malam hari merupakan bagian dari cara umat Muslim untuk memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat. Zikir akan menjadi cahaya bagi seseorang yang mengamalkannya di dunia, menghindarkannya dari kesempitan liang lahat dan mendapat penerangan di alam kubur.

    Hadits riwayat Tirmidzi menjelaskan keutamaan zikir sebagai amalan terbaik yang mengangkat derajat, lebih baik dari infak emas atau perak, dan lebih baik dari bertemu musuh di medan perang.

  5. Bersholawat kepada Rasulullah

    Bersholawat kepada Rasulullah memiliki banyak keutamaan, seperti pahala yang berlipat ganda, mengabulkan doa yang dipanjatkan, hingga memberikan berkah hidup di dunia maupun akhirat. Salah satu syafaat yang diperoleh umat Muslim adalah sholawat dapat menyelamatkan mereka dari fitnah kubur dan menjadi penerang dalam kuburnya.

    Hadits riwayat Muslim menyebutkan bahwa barang siapa bersholawat untuk Nabi sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, dan memohon wasilah untuk Nabi akan mendatangkan syafaat.

Cara Menghindari Siksa Kubur Melalui Muhasabah Diri

Selain melakukan amalan-amalan di atas, seseorang juga dapat selamat dari siksa kubur dengan menghindari semua penyebab yang mendatangkan siksa kubur. Ibnu Qayyim, dalam Kitab Ar-Ruh li Ibnil Qayyim, menyarankan cara paling efektif dalam menghindari siksa kubur yaitu dengan duduk sejenak sebelum tidur malam.

Setelah itu, ia harus memperhitungkan apa kerugian dan keuntungan di hari itu. Kemudian, bertaubat dengan sebenar-benarnya antara diri sendiri dengan Allah SWT. Lalu tidur dalam keadaan taubat, dan berjanji tidak mengulangi dosa yang diperbuatnya jika dia terbangun keesokan harinya.

Ahli ushul fiqh dan ahli hadits ini mengatakan bahwa cara ini harus dilakukan setiap malam. Apabila seseorang telah melakukan cara tersebut kemudian meninggal pada malam itu, dia telah meninggal dalam keadaan telah bertaubat.

Jika dia terbangun di pagi harinya, maka dia siap untuk bekerja dengan senang hati, sebab ajalnya belum tiba, dan dia masih mempunyai kesempatan untuk menghadap Allah SWT.

Ibnu Qayyim menambahkan:

"Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi hamba selain dari cara tidur seperti ini. Apalagi jika disertai dengan zikir kepada Allah dan melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW menjelang tidur. Siapa yang Allah menghendaki kebaikan pada dirinya, tentu dia akan mendapat taufik-Nya."

FAQ

1. Apa itu siksa kubur?

Siksa kubur adalah siksaan yang dialami manusia di alam barzah akibat perbuatan buruknya selama hidup di dunia.

2. Siapa yang akan mendapat nikmat kubur?

Orang beriman dan beramal saleh akan mendapat nikmat kubur berupa ketenangan dan terbebas dari azab.

3. Amalan apa yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur?

Beberapa di antaranya: membaca kalimat thayyibah, membaca surah Al-Mulk, salat, sedekah, zikir, dan bersholawat.

4. Benarkah meninggal di hari Jumat terhindar dari siksa kubur?

Ya, menurut hadits, meninggal di hari Jumat termasuk tanda husnul khatimah dan dilindungi dari fitnah kubur.

5. Apakah orang yang meninggal karena sakit perut mendapat keringanan?

Benar, hadits menyebutkan bahwa yang meninggal karena sakit perut dianggap syahid dan tidak disiksa di kuburnya.

6. Mengapa Surah Al-Mulk dianjurkan dibaca sebelum tidur?

Karena Surah Al-Mulk disebut sebagai Al-Maani’ah (pencegah), yang mencegah pembacanya dari siksa kubur.

7. Bagaimana cara menghindari siksa kubur melalui muhasabah diri?

Dengan rutin mengevaluasi diri sebelum tidur, bertaubat, dan berzikir, sehingga tidur dalam keadaan bersih dari dosa.