Pengertian dan Doa Tuma'ninah pada Tiap Gerakan Sholat: Keutamaannya untuk Ibadah

Ketahui pengertian dan doa tuma'ninah pada tiap gerakan sholat yang krusial untuk kekhusyukan. Pahami keutamaannya agar ibadah lebih sempurna dan capai ketenangan batin.

Diterbitkan 25 September 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa tuma'ninah merupakan salah satu doa penting dalam pelaksanaan sholat yang seringkali luput dari perhatian umat Muslim. Tuma'ninah dalam konteks ibadah sholat berarti ketenangan dan kekhusyukan yang harus dicapai pada setiap gerakan sholat.

Praktik doa tuma'ninah bertujuan untuk menciptakan ketenangan batin dan meningkatkan kualitas khusyuk dalam beribadah. Setiap Muslim yang ingin meningkatkan kualitas sholatnya perlu memahami pentingnya tuma'ninah dalam setiap rukun sholat.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa tuma'ninah bukan sekadar gerakan fisik, melainkan mencakup dimensi spiritual yang membawa ketenangan jiwa dan pikiran. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2025).

Doa dan Dzikir dalam Gerakan Tuma'ninah Sholat

Tuma'ninah adalah kondisi tenang dan diam sejenak dalam setiap gerakan sholat yang disertai dengan bacaan dzikir atau doa tertentu. Meskipun tidak ada "doa tuma'ninah" khusus yang berdiri sendiri, setiap gerakan yang dilakukan dengan tuma'ninah memiliki dzikir atau doa yang dibaca saat kondisi tenang tersebut. Memahami bacaan ini penting untuk menyempurnakan ibadah.

Rukuk dengan Tuma'ninah

Saat rukuk, setelah tubuh membungkuk sempurna dan tenang bacaan yang dianjurkan adalah:

"سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ"

Latin: "Subhana rabbiyal 'adhimi wa bihamdihi"

Artinya: "Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji." 

I'tidal dengan Tuma'ninah

Ketika bangkit dari rukuk, imam atau orang yang sholat sendiri mengucapkan:

"سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ"

Latin: "Sami'allahu liman hamidah"

Artinya: "Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya."

Setelah berdiri tegak dan tenang (tuma'ninah), bacaan yang diucapkan adalah:

"رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ"

Latin: "Robbanaa walakal hamdu"

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."

Ada juga bacaan yang lebih panjang seperti:

"رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ"

Latin: "Rabbana walakal hamdu mil'as samawati wa mil'al ardhi wa mil'a ma syi'ta min syai'in ba'du"

Artinya: "Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu."

Sujud dengan Tuma'ninah

Saat sujud, setelah dahi, hidung, telapak tangan, lutut, dan jari kaki menyentuh tanah dengan tenang, bacaan yang dianjurkan adalah:

"سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ"

Latin: "Subhana rabbiyal a'la wa bihamdihi"

Artinya: "Maha Suci Allah, Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya."

Duduk di Antara Dua Sujud dengan Tuma'ninah

Setelah bangkit dari sujud pertama dan duduk dengan tenang, bacaan yang dianjurkan adalah:

"رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِى، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِى، وَاهْدِنِى، وَعَافِنِى، وَاعْفُ عَنِّى"

Latin: "Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'aafinii wa'fu 'annii".

Artinya: "Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, tutupilah aibku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki padaku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."

Ada juga versi yang lebih pendek:

"رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي"

Latin: "Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa'ni, warzuqni, wahdini"

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, dan berilah petunjuk kepadaku." 

Berdasarkan Kitab Sifat Sholat Nabi SAW karya Syaikh Al-Albani, doa tuma'ninah dapat divariasikan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Variasi doa ini memberikan fleksibilitas kepada umat Muslim untuk memilih bacaan yang paling menenteramkan hati mereka.

Keutamaan Tuma'ninah: Ketenangan Batin dan Konsentrasi

Melaksanakan tuma'ninah dengan baik memberikan berbagai keutamaan spiritual dan psikologis bagi umat Muslim:

  1. Meningkatkan Kualitas Khusyuk: Tuma'ninah membantu menciptakan konsentrasi yang mendalam dan menjauhkan pikiran dari gangguan duniawi.
  2. Menyempurnakan Rukun Sholat: Tanpa tuma'ninah, sholat dianggap tidak sah secara syariat Islam karena merupakan salah satu rukun wajib.
  3. Mencapai Ketenangan Jiwa: Praktik ini membantu menenangkan pikiran dan menciptakan kedamaian batin.
  4. Meningkatkan Kesadaran Spiritual: Momen tuma'ninah memberikan kesempatan untuk merenungkan kebesaran Allah SWT.
  5. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Ketenangan yang diciptakan melalui tuma'ninah memiliki efek terapeutik bagi kesehatan mental.
  6. Memperkuat Ikatan dengan Allah SWT: Setiap momen tuma'ninah adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Cara Melakukan Tuma'ninah yang Benar

Pelaksanaan tuma'ninah yang benar memerlukan pemahaman mendalam tentang teknik dan etikanya:

  • Dalam Posisi Berdiri (I'tidal): Setelah bangkit dari rukuk, berdiri tegak dengan tenang dan membaca doa tuma'ninah selama minimal satu tasbih.
  • Dalam Posisi Rukuk: Tunduk dengan sempurna, punggung rata, dan berdiam sejenak sambil membaca tasbih rukuk.
  • Dalam Posisi Sujud: Meletakkan tujuh anggota badan di lantai dengan tenang dan membaca tasbih sujud dengan khusyuk.
  • Antara Dua Sujud: Duduk tegak di antara dua sujud dengan tenang sambil membaca doa yang disunnahkan.
  • Dalam Setiap Perpindahan Gerakan: Melakukan setiap perpindahan dengan perlahan dan memberikan jeda untuk mencapai ketenangan.

Menurut Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, kunci utama tuma'ninah yang benar adalah keseimbangan antara gerakan fisik dan penghayatan spiritual. Tanpa keseimbangan ini, tuma'ninah hanya akan menjadi gerakan mekanis tanpa makna.

Salat sebagai Sarana Utama Mencapai Tuma'ninah

Sholat tidak hanya sekadar ritus atau kewajiban, tetapi juga merupakan sarana yang diberikan Allah kepada umat-Nya untuk mencapai tuma'ninah. Dalam setiap raka'at dan sujud, ada momen introspeksi dan refleksi yang memungkinkan seseorang untuk menyelaraskan diri dengan nilai-nilai spiritual dan prinsip kehidupan yang dijelaskan dalam ajaran Islam.

Sholat memiliki potensi untuk menjadi meditasi yang mendalam. Ketika seseorang fokus sepenuhnya pada setiap gerakan dan doa yang dilakukan dalam sholat, ia memasuki keadaan konsentrasi yang mendalam, membawa ketenangan pikiran dan jiwa. Ketika seseorang menjalankan sholat dengan penuh khusyuk, ia mengalami keadaan ketenangan batin yang disebut sebagai tuma'ninah.

Penting untuk dipahami bahwa mencapai tuma'ninah bukanlah perjalanan yang instan. Ini adalah proses yang memerlukan kesabaran, latihan, dan kesadaran yang berkelanjutan. Setiap orang memiliki perjalanan menuju tuma'ninah yang unik, dengan tantangan dan rintangan yang berbeda-beda. Namun, dengan konsistensi dan niat yang tulus, tuma'ninah dapat dicapai.

Dalam memahami tuma'ninah, seseorang juga perlu memahami bahwa keadaan ini tidak selalu berarti absennya masalah. Sebaliknya, tuma'ninah memungkinkan seseorang untuk tetap tenang dan dalam kendali meskipun dihadapkan pada situasi yang kompleks atau sulit. Ini adalah kekuatan batin yang dibangun melalui ibadah yang berkualitas.

Perbedaan Tuma'ninah dengan Gerakan Sholat Biasa

Memahami perbedaan antara tuma'ninah dengan gerakan sholat biasa sangat penting:

  • Aspek Waktu

Tuma'ninah memerlukan jeda waktu untuk mencapai ketenangan, sedangkan gerakan biasa dapat dilakukan dengan cepat.

  • Kualitas Konsentrasi

Tuma'ninah menuntut fokus yang lebih mendalam dibandingkan dengan gerakan transisi biasa.

  • Dimensi Spiritual

Momen tuma'ninah adalah kesempatan untuk refleksi dan penghayatan, bukan sekadar perpindahan posisi.Efek Psikologis Tuma'ninah memberikan efek menenangkan dan menyegarkan, sementara gerakan biasa bersifat fungsional.

  • Bacaan Doa

Tuma'ninah memiliki bacaan khusus yang berbeda dengan doa dalam gerakan lainnya.

Kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan detail di antara mazhab, semua sepakat bahwa tuma'ninah adalah rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan. Konsensus ini menunjukkan pentingnya praktik tuma'ninah dalam tradisi fiqh Islam.

FAQ

1. Apa itu doa tuma'ninah? Doa tuma'ninah adalah doa yang dibaca saat melakukan ketenangan sejenak dalam setiap posisi sholat.

2. Berapa lama durasi tuma'ninah yang ideal? Durasi tuma'ninah minimal selama satu tasbih atau sekitar 3-5 detik untuk mencapai ketenangan.

3. Apakah sholat tanpa tuma'ninah dianggap sah? Sholat tanpa tuma'ninah tidak sah karena tuma'ninah merupakan salah satu rukun sholat yang wajib.

4. Bagaimana cara melakukan tuma'ninah yang benar? Tuma'ninah dilakukan dengan diam tenang sejenak pada setiap posisi sholat sambil membaca doa atau tasbih.

5. Apa manfaat melakukan tuma'ninah dalam sholat? Manfaatnya antara lain meningkatkan khusyuk, menenangkan jiwa, dan menyempurnakan rukun sholat.

6. Bolehkah melakukan tuma'ninah dengan doa sendiri? Sebaiknya menggunakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, namun doa lain yang baik juga diperbolehkan.

7. Apakah tuma'ninah hanya dilakukan dalam sholat fardhu? Tuma'ninah wajib dilakukan dalam semua jenis sholat, baik fardhu maupun sunnah.